Zaman Ubah Kecenderungan Memilih Moda Transportasi

Zaman Ubah Kecenderungan Memilih Moda Transportasi

  Jumat, 13 April 2018 11:00
DISKUSI: Para narasumber dan peserta FGD berfoto bersama usai membahas permasalahan transportasi di Kota Pontianak, kemarin. ARISTONO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK -  Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)  Kalimantan Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD), di Ruang Sidang Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, kemarin (11/4). Bertemakan, “Pembanguann Transportasi Kota Pontianak: Mau Dibawa Kemana?”, kegiatan ini diisi narasumber Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Kepala Dirlantas Polda Kalbar, dan akademisi Slamet Widodo. 

Diskusi sendiri berlangsung dinamis. Sutarto salah seorang akademisi mengatakan,  selama ini pembangunan jalan berjalan secara alamiah saja. Tidak mempertimbangkan jumlah kendaraan, fungsi jalan dan kepadatan penduduk. Dia membandingkan dengan kota New York yang master paln permbangunan jalannya sudah dirancang sejak 200 tahu lalu. “Sekarang kondisi jalan tidak seimbang dengan  jumlah kendaraan yang ada. Seharusnya pembangunan jalan harus ada perencanaan jangka panjangnya," kata dia.

Adapun pengamat transportasi Slamet Widodo mengatakan, saat ini telah terjadi pergeseran moda transportasi utama masyarakat. Dia mencontohkan kapal laut dan bus antar kota yang sudah tergeser oleh angkutan udara dan travel (taksi). “Hal ini disebabkan perkembangan zaman, dimana teknologi pesawat terbang sudah mulai banyak ditambah infrastruktur bandara yang mulai membaik. Sementara di sisi harga, selisihnya juga tidak terlalu tinggi. Tentu sebagian orang memilih naik pesawat dengan durasi sampai jauh lebih cepat,” ungkap dia.

Sementara  perkembangan teknologi komunikasi dan informasi juga mempengaruhi angkutan dalam kota. Seiring maraknya perkembangan transportasi online, kendaraan umum konvensional mulai tergerusnya pasarnya. “Tentu saja ini menjadi masalah, karena masyarakat tidak memiliki angkutan umum missal yang memadai. Sehingga ketika belakangan muncul transportasi online, mereka menemukan solusi transportasi yang murah dan cepat,” imbuh dia.

Namun kata dia, transportasi tidak melulu soal kenyamanan masyarakat yang menumpanginya. “Setidaknya ada tiga fungsi dasar yaitu memindahkan orang dan barang, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan industrialisasi. Tentu dalam membangunan sarana transportasi dan infrastruktur jalan dan pendukungnya perlu mempertimbangkan aspek itu," sebut dia. 

Dekan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Rustamaji dalam sambutannya meminta MTI menjadi penyambung saran dan keluhan masyarakat di bidang transportasi. Apalagi saat ini tantangan transportasi kian komplek. “Saya berharap MTI bisa menjadi jembatan masyarakat kepada pemerintah dalam mengatasi masalah transportasi,” pungkasnya. (ars) 

Berita Terkait