Yulianus Buka Festival Budaya Batak 2016

Yulianus Buka Festival Budaya Batak 2016

  Senin, 5 September 2016 10:02
TARIAN: Penampilan tarian Batak dalam rangkaian Festival Budaya Batak 2016 yang berlangsung di Attrium Citimall Ketapang, Sabtu (3/9) kemarin.

Berita Terkait

KETAPANG – Kegiatan lomba menyanyi dan menari yang diselenggarakan Perkumpulan Keluarga Batak Sahata Ketapang dan Kayong Utara, berlangsung di Attrium Citimall, Sabtu (3/9). Secara resmi kegiatan tersebut dibuka kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ketapang, Yulianus.

 
Dalam prosesi pembukaan tersebut, Yulianus didampingi Ketua Umum Jhon Wanderson Damanik SAP, Ketua I (Toba) Luhut Doloksaribu SIP MSi, Ketua II (Karo) Purba Doriamanta AMd, Ketua III (Pakpak) Peltu Saidor Padang, dan Ketua IV (Mandailing) Armen Sahlan Hutasuhut. Kegiatan lomba menari dan menyanyi ini merupakan rangkaian kegiatan pembuka dalam Festival Budaya Batak 2016.

Menurut Kepala Disbudparpora, Yulianus, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Festival Budaya Batak 2016 merupakan hal yang pertama digelar di Ketapang. Dia berharap, dengan digelarnya Festival Budaya Batak ini, semakin menambah keanekaragaman budaya di Kabupaten Ketapang. Karena, diakui dia, selama ini hanya suku Dayak, Tionghoa, Melayu, Madura, dan suku yang lainnya yang menggelar kegiatan budaya di kabupaten ini. Dia yakin, dengan hadirnya  Festival Budaya Batak 2016, akan menumbuhkan budaya suku lain, untuk menampilkan dan melestarikan budayanya, namun tetap dalam wadah NKRI.

“Kami atas nama Pemkab Ketapang mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyakat Batak yang telah melaksanakan festival budaya ini,” katanya.

Yulianus menambahkan, dengan diselenggarakan Festival Budaya Batak ini, diharapkan dapat meningkatkan hubungan silaturahmi sesama masyarakat Batak dan masyarakat pada umunya. “Setiap tahun festival-festival semacam ini dapat terus berlangsung,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Umum Jhon Wanderson Damanik SAP, yang memberikan apresiasi kepada Panitia Festival Budaya Batak 2016. Khususnya, ditujukan dia kepada ketua pembagunan yang telah membuat program jangka pendek dengan menugaskan naposobulung (muda-mudi), untuk mengelar Festival Budaya Batak 2016. “Festival Budaya Batak ini kita jadikan momentum  untuk mendata masyarakat Batak yang ada di Ketapang maupun yang ada di Kayong Utara,” ungkapnya.

Damanik juga memberikan motivasi kepada masyarakat Batak, khususnya kepada naposobulung Batak, agar terus berbuat dan berkarya untuk kemajuan Kota Ketapang. Diungkapkan dia, walaupun mereka minoritas, akan tetapi tetap harus selalu berbuat dan melakukan hal-hal yang positif, dengan memberikan kontibusi nyata untuk kemajuan Kota Ketapang. “Kami berharap dukungan dan bimbingan dari masyarakat Ketapang, khususnya kepada Pemkab ketapang,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Fetival Budaya Batak 2016, Anton Aritonang, mengatakan bahwa pembukaan perlombaan menari dan menyanyi tersebut, merupakan pembukaan dari rangkain kegiatan Festival Budaya Batak 2016. “Semuanya berjalan sesuai dengan harapan kita,” katanya.

Anton, sapaan karibnya, juga telah menjelaskan pada Sabtu (3/9) lalu, di mana mereka telah menggelar lomba menyanyi untuk katagori SMA dan umum, dengan persyaratan belum menikah. Sedangkan untuk Minggu (4/9), mereka menggelar lomba menyanyi ketegori SD dan SMP, yang dilanjutkan dengan lomba menari. (pms/ser)

 

Berita Terkait