Yuk, Kenali Benda Filateli

Yuk, Kenali Benda Filateli

  Kamis, 29 March 2018 11:00

Berita Terkait

SELAMAT Hari Filateli Nasional! Well, mungkin nggak semua zetizen tahu apa itu filateli karena generasi Z tumbuh bersama teknologi digital. Fyi, filateli adalah aktivitas atau hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya. Dalam rangka memperingati HFN, yuk kita kenali benda-benda filateli yang tampaknya semakin tak dikenali oleh kids zaman now.

Selama ini, benda filateli (benfil) yang dikenal masyarakat awam mungkin hanya prangko dan kartu pos. Prangko digunakan sebagai tanda pembayaran biaya pos yang biasanya berbentuk kertas persegi bergambar. Jadi kalo kita ngirim surat secara manual mesti menempelkan prangko di amplop, guys. Kalo kartu pos udah pasti tahu, dong. Selain prangko dan kartu pos, ternyata ada benfil lain lagi, loh.

“Salah satunya Sampul Hari Pertama (SHP) atau First Day Cover. SHP ini ada cap tanggal terbitnya, bentuknya bisa amplop atau sampul yang diterbitkan bersamaan dengan terbitnya prangko baru. Biasanya SHP diterbitkan sebagai penanda joint issue dan penyelenggaraan even tertentu, seperti Jambore. Untuk joint issue, Indonesia lebih sering menjalin kerjasama dengan Singapura,” jelas Dyah Parvitasari, perwakilan Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) Kalimantan Barat.

Berbeda dari SHP, ada souvenir sheet dengan berbagai bentuk dengan prangko di dalamnya. Souvenir sheet berukuran lebih besar dari prangko. Jenis benfil lainnya yakni mini sheet yang berisi 3-4 prangko dan full sheet yang berisi lebih dari 10 prangko. 

Bagi yang pengin narsis juga ada fasilitas membuat prangko dengan foto pilihannya. Dinamakan prangko prisma, dicetak khusus hanya untuk pemesannya. Nggak hanya foto diri, hewan peliharaan, karakter favorit juga bisa dijadikan gambar dalam prangko. Prangko prisma dapat langsung dicetak dengan waktu tunggu dua hari kerja di Kantor Pos Pontianak.

“Distribusi benfil di Kalbar terpusat di Kantor Pos Pontianak dan Singkawang. Jadi kalo ada benfil yang udah terbit beberapa minggu lalu, tapi kok belom ada di Pontianak, berarti distribusinya ke Singkawang dulu. Untuk benfil yang limited edition, biasanya PFI bikin kolektif siapa aja anggotanya yang mau pesan biar ongkos kirimnya nggak mahal,” jelas Vita. 

Harga benfil dari berbagai tahun dapat dicek langsung di katalog resminya (www.stampworld.com). Pengecekan harga ini diperlukan agar para filatelis nggak tertipu dengan benfil palsu. Ironisnya, saat ini memang masih banyak pemalsu benfil. Harga dari koleksi benfil juga ditentukan oleh penggunaannya. Apabila suatu prangko sudah digunakan (used) maka harganya nggak akan sama dengan prangko yang belum digunakan (mint).

Melihat kondisi generasi Z yang kurang mengetahui filateli, PFI Kalbar bersama Kantor Pos Pontianak menggelar workshop filateli ke sekolah-sekolah. “Sedikit anak muda yang tahu tentang filateli di Pontianak. Kadang ada anak SMA atau mahasiswa yang datang nanyain prangko di stand PFI kantor pos. Makanya diadakan workshop. Ternyata dari workshop itu ada beberapa dari mereka memiliki orang tua filatelis sehingga mereka juga tertarik,” ungkap perempuan yang gemar filateli sejak tahun 1998 ini.

Kantor pos pun berusaha mengenalkan dunia filateli kepada generasi muda. Menurut Sri Martini, bendaharawan Kantor Pos Pontianak, PT Pos Indonesia selalu mencoba merilis benfil dengan tema yang sedang booming, seperti Dilan 1990. “Prangko Dilan ini jadi upaya kantor pos menarik minat filateli di kalangan anak muda. Biasanya juga dilakukan pengenalan langsung ke sekolah-sekolah dengan sistem jemput bola. Tergantung even yang lagi ada. Walaupun filatelis muda di Pontianak belum banyak, tapi mereka ini rutin menanyakan ketersediaan benfil yang mereka incar ke kantor pos,” ujar Sri. (ind)
 

Berita Terkait