Yayasan Bhakti Suci Dukung Imunisasi Measles Rubella

Yayasan Bhakti Suci Dukung Imunisasi Measles Rubella

  Jumat, 27 July 2018 10:00
PAPARAN: Kadis Kesehatan Kalbar menyampaikan paparan dan sambutan.

Berita Terkait

Advokasi dan Sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kalbar

PONTIANAK – Yayasan Bhakti Suci mendukung upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (dinas kesehatan) dalam kampanye imunisasi Measles / Campak dan Rubella / Campak Jerman (MR), serta pelaksanaan imunisasi MR pada bulan Agustus dan September 2018. “Program yang baik dari pemerintah, kami tentu dukung,” ujar Tjioe Kui Sim (Hasyim), Ketua Yayasan Bhakti Suci, pada sambutannya dalam Advokasi Sosialiasi Dukungan Kampanye Imunisasi MR di Hotel Santika Pontianak, Rabu, 25 Juli 2018.

Komitmen mendukung program pemerintah tersebut, sekaligus mendorong kesadaran warga Tionghoa di Kalbar, khususnya Kota Pontianak, untuk mendapatkan edukasi langsung dari Dinkes Kalbar, tentang pentingnya imunisasi MR. Kick off pelaksanaan Imunisasi MR oleh Pemprov Kalbar melalui Dinas Kesehatan Kalbar rencananya dilakukan di Kantor Camat Pontianak Barat pada 1 Agustus 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Andy Jap MKes mendorong seluruh elemen masyarakat Kalbar, khususnya para orangtua dan guru berperan aktif dan masif, penuh kesadaran memberikan imunisasi MR bagi anak-anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. “Bulan Agustus imunisasi dilakukan di sekolah-sekolah. Bulan September dilakukan di fasilitas kesehatan. Imunisasi MR ini wajib. Harapan saya para ibu dan guru dapat membujuk anak-anak untuk ikut imunisasi MR,” katanya.

Menurutnya, posisi geografis Kalbar yang luas menjadi kendala dalam pelaksanaan imunisasi MR. “Namun dalam waktu dua bulan, kami menargetkan 95 persen anak-anak kita harus mendapatkan imunisasi campak dan rubella," katanya.

Ia menambahkan, memang menjadi hak anak atau orangtua memutuskan mau atau tidak di imunisasi. Tetapi melekat pula kewajiban dari orangtua atau anak tersebut untuk tidak menularkan MR, jika tidak diimunisasi. “Jadi bukan hanya bicara hak, tetapi juga kewajiban menjaga jangan sampai anak lain sakit karena dia tidak ikut imunisasi MR,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kalbar, Marselena SKM MAP menyampaikan, imunisasi MR secara nasional dilakukan dalam dua periode. Periode pertama di Jawa dan Bali pada tahun 2017. Dilanjutkan pada periode kedua di Sulawesi, Sumatera, Papua, dan Kalimantan pada tahun 2018. “Target kami capaian sasaran di Kalbar bisa 95 persen,” ujarnya.

Dalam advokasi sosialisasi, Dinkes Kalbar menghadirkan dr James Alvin Sinaga, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) wilayah Kalbar. James sudah 28 tahun menjadi spesialis anak di Pontianak. 

“Secara fisik, anak terkena campak umunya mengalami gejala demam panas, batuk, pilek; kemudian timbul bercak merah atau keremut. Gejala tersebut kemudian turun ke kaki. Ini gampang menular dan mematikan terhadap anak usia lima tahun, jangan dianggap remeh,” tutupnya. (dinkes kalbar)

Berita Terkait