Wujudkan Angan Tahun Lalu, Shasa, Melaju ke 32 Besar AKSI

Wujudkan Angan Tahun Lalu, Shasa, Melaju ke 32 Besar AKSI

  Minggu, 12 June 2016 10:21
Khansa Qonitah. Foto: shando safela/pontianak post

Berita Terkait

PONTIANAK – Lolos audisi Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2016, Khansa Qonitah (18) mewujudkan angannya dari audisi tahun lalu. Mahasiswa Institut Agama Islan Negeri (IAIN) Pontianak ini lolos ke babak 32 besar AKSI Indosiar menjadi satu-satunya perwakilan dari Kalimantan Barat.

Shasa, panggilan gadis berparas manis ini mengungkapkan rasa senangnya setelah dia akan berangkat ke Jakarta,  Senin (13/6) besok untuk menjalani karantina di Indosiar dan mempersiapkan diri untuk berkompetisi dengan 32 peserta lainnya se-Indonesia.

“Saya sangat senang karena sebenarnya saya tidak menyangka lolos audisi AKSI Indosiar 2016 dan Senin nanti akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti karantina,” ungkap Shasa saat bertandang ke ruang Redaksi Pontianak Post, Sabtu (11/6).

Putri sulung dari lima bersaudara pasangan Muhammad Agus Susanto dengan Yenidar ini menceritakan sedikit perjalanan dirinya mengikuti audisi AKSI Indosiar 2016. Tahun ini merupakan kali kedua dia mengikuti audisi AKSI Indosiar. Setelah tahun lalu dia sempat kecewa karena adanya isu palsu yang mengatakan dia lolos audisi kala itu.

“Ini kali kedua saya mengikuti audisi AKSI Indosiar. Tahun lalu saya kecewa setelah saya mendapatkan kabar bahwa saya dinyatakan lolos dan ternyata kabar itu tidak benar,” kata Shasa.

Tahun ini, Shasa hampir saja tak dapat mengikuti audisi lantaran dia sempat ketinggalan informasi. Pendaftaran dimulai pada tanggal 4 sampai 8 April, Shasa baru mendaftarkan diri pada hari terakhir pendaftaran dibuka dan kala itu pun hari sudah menjelang petang.

“Saya daftar tanggal 8, sore hari pula. Untungnya panitia penyelenggara masih mau menerima formulir saya,” ucapnya.

Rintangan Shasa tak hanya saat pendaftaran, saat menjelang pengumuman audisi dia terhalang dengan telepon genggam miliknya yang rusak, padahal pengumuman audisi AKSI Indosiar akan dilakukan dengan menghubungi secara langsung si calon peserta AKSI Indosiar 2016.

Untungnya Shasa dipinjami telepon genggam oleh kakak tingkatnya di asrama. Berhari-hari dia menunggu kabar dari panitia penyelenggara akan pengumuman calon peserta AKSI Indosiar. Hasilnya, pada tanggal 18 April lalu Shasa dihubungi panitia AKSI Indosiar 2016 yang menyampaikan bahwa dirinya lolos ke babak 32 besar dan akan menjalani Karantina.

“Tanggal 18 malam saya dapat telepon dari panitia AKSI Indosiar. Saya dinyatakan lolos ke babak berikut. Komunikasi saya dengan panitia juga sedikit terganggu karena telepon genggam itu juga sedikit bermasalah speakernya,” papar Shasa dengan gelak tawanya kepada Pontianak Post.

Gadis belia ini menyebutkan setidaknya dia sudah mempersiapkan 10 tema dakwah yang akan menjadi bekal dakwahnya nanti pada audisi AKSI Indosiar 2016. Shasa kembali harus mengatasi hambatan yang kembali menerpanya seminggu sebelum keberangkatannya ke Jakarta.

“Seminggu lalu saya sempat sakit, saya jadi sedikit terhambat untuk mencari tema dakwah tambahan saya. Tapi Alhamdulillah Allah berikan saya kesembuhan dan saya dapat kembali mempersiapkan diri untuk berdakwah nanti,’ ungkapnya.

Remaja kelahiran Mempawah, 3 November 1997 silam ini mempersembahkan kelolosannya ini pada audisi AKSI Indosiar 2016 untuk kedua orangtuanya yang sudah mendukungnya pada setiap perjalanan audisi.

Selain itu, Shasa juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Mempawah untuk mendukung dirinya pada saat dirinya tampil pada AKSI Indosiar 2016 yang disiarkan subuh hari selama bulan Ramadan.

“Saya persembahkan ini untuk seluruh masyarakat Kalimantan Barat dan terutama kedua orangtua saya. Saya mohon doa dan dukungannya dengan cara SMS  ketik AKSI (spasi) Shasa kirim ke 97288,” papar Shaha.

Khansa Qonitah juga menceritakan awal mula ketertarikannya dengan dunia dakwah. Berawal pada saat masih kecil Shasa sering menyaksikan acara dakwah yang sering diputarkan ayahnya.

Kebiasaan menonton dakwah saat usia dini menjadikan Shasa tumbuh besar dengan ketertarikan dalam benaknya mengenai dunia dakwah. Sosok figur Ustad Zainudin MZ dan Habib Rizieq adalah dua pedakwah favorit Shasa. Karena menurutnya kedua pedakwah ini memiliki cara dakwah yang menarik ditambah intonasi mereka yang sangat enak didengar jamaah. (pah)

Berita Terkait