WIRID QUR’ANI

WIRID QUR’ANI

Jumat, 2 September 2016 09:57   1

“Sesungguhnya orang – orang yang selalu membaca kitab Allah SWT dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang – terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah SWT menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri “ ( Fathir (35 ): 29-30) 

Al Quran merupakan jalan utama bagi seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, dengan membaca, menghayati dan mengamalkannya.

Rasul saw bersabda “ Sungguh al Quran ini adalah hidangan dari Allah. Karena itu terimalah dia dengan segenap kekuatan dan kemampuan mu. Sesungguhnya al Quran ini cahaya petunjuk yang terang benderang dari Allah, obat penyembuh yang sangat manjur, penangkal bagi orang yang berpegang dengannya, penyelamat bagi orang yang mengikutinya, tidak ada pembengkokan yang tidak diluruskannya, tidak habis–habisnya keajaiban yang mengagumkan diperlihatkannya, tidak akan hilang keagungan dan kemanisannya sekalipun dia dibaca berulang  - ulang. Bacalah dia, niscaya Allah memberi pahala atas bacaan kamu, untuk setiap huruf sama engan sepuluh kebajikan. Ketahuilah, Alillaammim bukan satu huruf, tetapi terdiri dari Alif, Laam dan Miim “ ( HR.Al Hakim dari Abdullah bin Mas’ud ).

Begitu pentingnya membaca Al Quran, Rasulullah saw berpesan kepada salah seorang sahabat dekatnya, Abu Dzar Al Ghfarai RA. dan tentunya kepada para pengikutnya. Beliau saw bersabda “Hendaklah kamu senantiasa membaca Al Quran. Karena al Quran itu cahaya petunjuk bagi kamu  dibumi dan simpanan untukmu di langit “( HR.Ibnu Hibban  ). Dari Aisyah RA, katanya Rasulullah SAW bersabda “ Orang yang ahli ( sangat pandai ) tentang ilmu al Quran, dia senantiasa ditemani para malaikat yang patuh setia. Dan siapa membaca dan mengulang – ulang kalimat-kalimat yang sulit baginya,maka dia mendapat dua pahala “ ( HR.Bukhari dan Muslim ).

“ Orang – orang saleh dahulu ( salafus saleh ) mengetahui keutamaan al Quran dan keutamaan membacanya. Mereka menjadikannya sumber peraturan (syariat ) dan undang – undang seluruh hukum mereka, menjadi penyejuk hati, menjadi wirid-wirid dalam ibadah mereka, sebagai pembuka hati, mereka renungkan isinya dengan hati sanubari yang paling dalam, dan mereka teguk ma’nanya sampai menyentuh jiwa. Maka Allah SWT menganugerahi mereka menjadi pemimpin dunia, sedangkan di akhirat kelak mereka memperoleh derajat yang tinggi. Tetapi kita menyia-nyiakannya, karena itu kita mendapatkan apa yang kini kita alami sekarang, yaitu kehinaan dunia dan kedangkalan penghayatan agama “, demikian antara lain  kilah Imam Hasan Al Bana. Karena itulah para salafus saleh, menjadikan Al Quran menjadi wirid mereka yang utama, serta menjaga urutan susunan bacaan itu setiap hari dengan teratur.

Waktu tersingkat untuk menamatkan Al Quran seutuhnya, tiga hari sekali. Mereka kaum salaf tidak menyukai khatam al Quran kurang dari tiga hari atau lebih dari satu bulan.Karena khatam yang kurang dari tiga hari, terlalu cepat, tidak menjamin pemahaman dan penghayatan yang sempurna. Lebih lama dari satu bulan untuk sekali khatam berarti banyak membuang – buang waktu yang percuma. Dari Abdullah bin Amr RA, katanya Rasulullah SAW bersabda “Orang yang menamatkan al Quran dalam waktu kurang dari tiga hari, tidak akan dapat memahami bacaannya dengan baik “ ( HR.Abu Dawud, Turmuzi dan Ibnu Majah ). Jangka waktu paling ideal untuk menamatkan membaca al Quran menurut Imam Hasan Al Banna adalah  satu minggu sekali. Rasulullah SAW pernah menyuruh Abdullah bin Amr supaya menamatkan membaca al Quran sekali dalam seminggu. Demikian yang dilakukan sekelompok para sahabat Rasulullah, seperti  Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, Ibnu Mas’ud dan Ubay bin Ka’ab .

Sebagi penutup patut kita simak jaminan Allah SWT terhadap hamba-Nya yang istiqamah dan selalu membaca Al Quran. Allah SWT berfirman dalam satu hadis Qudsi “ Barangsiapa yang disibukkan dengan mengkaji Al Quran dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang – orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya “( HR.Turmudzi ).

Wallahu’alam. 

 

Uti Konsen