Wirid Dzikir kepada Allah

Wirid Dzikir kepada Allah

  Jumat, 9 September 2016 09:30   811

Uti Konsen.U.M.

 
          “Berbahagialah suatu masyarakat bila anggota – anggotanya senantiasa dapat merasakan dalam suka dan dukanya akan kehadiran Ilahi Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tempat mereka minta petunjuk bila jalan tak nampak, sebaik-baiknya tempat berlindung dari segala macam bentuk kesewenang – wenangan, yaitu masyarakat yang senantiasa memelihara erat hubungannya dengan Allah SWT, di mana dzikir dan doa menjadi salah satu tali penghubung yang kuat, disamping salat, puasa, zakat dan haji “ ( M.Natsir (alm ).

          Setiap usaha yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah dzikir. Karena itu orang yang arif ( bijaksana ) adalah orang yang senantiasa dzikir di setiap waktu, dalam berbagai situasi dan kondisi. Dzikir dan bermunajat kepada Allah memberikan faidah dan manfaat bagi kelangsungan hidup kita, sebagaimana sabda Rasulullah SAW “ Siapa saja yang dibukakan pintu do’a berarti telah dibukakan baginya pintu – pintu rahmat. Tiadalah sesuatu permohonan yang dimintakan oleh seseorang kepada Allah yang lebih disukai-Nya selain daripada permintaan afiat. Sesungguhynya do’a itu amat bermanfaat bagi takdir yang sudah berlaku dan juga terhadap takdir yang belum terjadi. Tak ada sesuatu yang mampu menolak takdir, kecuali doa karena itu berdoalah kamu “ ( HR.Turmuzi  dalam kitab Fit-Taisir : II 55 )

          Agama Islam datang untuk memperbaiki, membersihkan dan mengangkat jiwa manusia semaksimal mungkin ketempat  yang paling mulia. Islam menjelaskan kepada umat manusia akan tujuan akhir yang harus dicapainya serta menuntun mereka ke tujuan yang paling tinggi, yaitu “ Keridhaan Allah Subhanahu w Ta’ala .” Dia berfirman “ Oleh karena itu larilah kepada Allah !. Sesungguhnya AKU seorang pemberi peringatan yang nyata dari Alah untukmu “ ( Ad-Dzariat : 50 ). Bila dipahami dan diyakini tujuan akhir yang hendak dicapai, maka kita tidak akan merasa aneh melihat seorang muslim yang senantiasa berdzikir( menyebut, mengingat ) kepada Allah, dan membaca kalimah-kalimah yang sangat berkesan  yang diajarkan Rasulullah SAW berupa doa, dzikir, syukur, tasbih,tahmid pada setiap situasi dan kondisi, besar maupun kecil sebagaimana senantiasa dilakukan oleh beliau. Hadis riwayat Muslim, Abu Daud dan Turmudzi dari ‘Aisyah RA katanya “ Rasulullah SAW senantiasa dzikir ( mengingat ) Allah setiap waktu dalam berbagai situasi dan kondisi.” Allah SWT berfirman “ Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ( yaitu ) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan( kedatangan ) hari Kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.” ( Al Ahzab : 21 ).

          Dalam Al Quran banyak ayat – ayat yang memerintahkan supaya berdzikir sebanyak–banyaknya, dan ayat–ayat yang menjelaskan keutamaan berdzikir serta keutamaan ahli dzikir ( orang – orang yang berdzikir ). Begitu juga, tidak sedikit hadis – hadis Rasulullah SAW yang mendorong dan mengajarkan kepada umat cara – cara berdzikir.Diantara sekian banyaknya, antara lain Allah SWT berfirman “ Wahai umat yang beriman !.Ingatlah kepada Allah sebanyak- banyaknya. Dan bertasbihlah ( beribadatlah ) kepada-Nya di waktu pagi dan petang “ ( Al Azhzab : 41-42 ).Rasulullah SAW bersabda “ Dari ‘ Abdullah bin Busr RA, seorang pria bertanya kepada Rasulullah SAW. Ya Rasulullah ! telah banyak syariat Islam yang saya pelajari. Maka sekarang tolong ajarkan kepada saya, amal apakah yang senantiasa harus saya laksanakan setiap waktu?. Jawab Rasulullah: “ Hendaklah lidah mu senantiasa basah karena menyebut nama Allah.” ( Hadis Hasan, riwayat Tirmidzi ).

          Rasul SAW bercerita kepada para sahabat bahwa salah seorang hamba mengucapkan “ Ya Rabbi lakal hamdu yanbaghi lijalaali wajhika wa adziimi sulthanik, maka bersungguh – sungguhlah dua malaikat namun mereka tidak tahu bagaimna mencatatnya. Lalu, keduanya naik kelangit dan berkata ,” Wahai Tuhan kami, sesungguhnya hamba-Mu mengucapkan dzikir, kami tidak mengetahui bagaimana mencatatnya.Allah SWT berfirman, padahal Dia lebih mengetahui terhadap apa yang dikatakan oleh hamba-Nya, ‘Apakah yang diucapkan oleh hamba-Ku ?’. Keduanya menjawab, ‘Bahwasanya ia mengucapkan, ‘Wahai Tuhanku, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana dengan kebesaran Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.’Allah Yang Maha Mulia berfirman ‘ Tulislah seperti apa yang diucapkan oleh hamba-Ku, sehingga ia menjumpai Aku, lalu Aku membalasnya dengan apa yang diucapkan itu “ ( HR.Nasai ).

          Hadis ini merupakan dalil dan penjelasan tentang dzikir dan keutamaannya. Sebagai umat Islam, berdizkir merupakan rangkaian ibadah yang harus selalu dilakukan setiap saat. Dzikir termasuk ibadah yang tidak terikat dengan waktu. Di saat seseorang sedang duduk, tiduran, atau bahkan sedang bekerja sekalipun, dzikir masih tetap bisa dilakukan. Bahkan dzikir bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan suara. Ia bisa dilakukan lewat hati kita. Hakikat dzikir adalah bagaimana menjadikan hati kita selalu ingat kepada Allah, sehingga kita tidak dibuat lalai dalam menjalani berbagai aktivitas harian kita. Wallahu’alam.

 

Penulis; tokoh agama Ketapang