Wilibrodus Berikan Klarifikasi, Minta Maaf dan Bantah Sebut Jaksa “Bangkai”

Wilibrodus Berikan Klarifikasi, Minta Maaf dan Bantah Sebut Jaksa “Bangkai”

  Jumat, 25 May 2018 16:17
KLARIFIKASI. Asisten 1 Setda Sanggau, Wilibrodus Welly ketika memberikan klarifikasi kepada media mengenai perseteruan yang melibatkan dirinya dengan pihak kejaksaan negeri sanggau. (sugeng/pontianakpost)

Berita Terkait

SANGGAU – Asisten I Bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM Setda Sanggau, Wilibrodus Welly, Jumat (25/5) pagi memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang dianggap menghina institusi kejaksaan pada saat rapat lintas sektoral membahas persiapan Idul Fitri 1439 Hijriah di Kantor Bupati Sanggau.

Kepada sejumlah wartawan, dia menegaskan bahwa tidak pernah mengeluarkan pernyataan di forum tersebut sebagaimana yang disampaikan pihak kejaksaan apalagi menyebut dengan kata-kata yang kurang pantas.  

Pada saat memimpin rapat tersebut dirinya mengingatkan kepada audien bahwa narkoba adalah bahaya laten yang harus diperangi bersama. Untuk kasus narkoba ini, Ia mengaku memiliki catatan (pengalaman) pribadi.

“Saya bilang kepada yang menghadiri rapat agar anak-anak kalian dijaga. Kalau melihat anak-anak kita terindikasi narkoba cepat laporkan supaya cepat ditangani. Terakhir saya menceritakan pengalaman pribadi saya yang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk keperluan penanganan perkara anak saya. Nah, mungkin ada yang tersinggung dengan omongan ini jadi saya secara pribadi mohon maaflah. Tapi tegas saya sampaikan bahwa tidak ada maksud menyinggung siapapun, apalagi institusi. Apa yang saya sampaikan tak lebih dari warning untuk berhati-hati terhadap bahaya laten narkoba,” jelasnya ditemui di ruang kerjanya.

Wilibrodus mengaku telah menemui pihak kejaksaan untuk memberikan penjelasan sekaligus meminta maaf langsung apabila ada pernyataan dirinya yang menyinggung kejaksaan.

“Kami tadi sudah datang kesana, berkomunikasi dan saya meminta maaf langsung dengan kejaksaan yang diwakili oleh Kasi Intel. Mudah-mudahan permintaan maaf kami ini bisa diterima dan polemik ini selesai dengan baik,” harap Wilibrodus Welly.

Sekali lagi, dia menegaskan tidak pernah berniat menyudutkan instansi manapun termasuk kejaksaan, apalagi menyebut jaksa dengan kata-kata “bangkai”, dirinya mengaku tidak ada menyebut pernyataan tersebut.

“Saya tidak ada menyebut kata bangkai. Begitu juga soal kata peras, saya bilang banyak markus-markus, kalau anak sudah tersangkut narkoba maka uang kita juga akan terkuras. Saya terperas secara keuangan. Tidak ada saya bilang jaksa yang memeras. Nah, itulah persoalannya, kan peserta saat itu pun mungkin mendengar. Tetapi sekali lagi, kalau ada yang tersinggung saya minta maaf, semoga tidak diperpanjang. Kalau memperpanjang masalah ini ya nanti masalahnya lain,” katanya menegaskan.

Ditemui terpisah, PJs Bupati Sanggau, Moses Tabah ketika ditemui Pontianak Postmengatakan yang penting tidak ada unsur kesengajaan untuk mendiskreditkan atau memojokkan atau memfitnah orang lain atau institusi.

“Jadi kalau ada kesalahan, kami mohon maaf. Karena tidak ada niat awal untuk menyudutkan siapapun. Kedua belah pihak juga sudah bertemu dan saling memaafkan dan semoga sudah bias selesai dengan baik kesalahpahaman ini. Harmonisasi antar lembaga itu sangat penting,” katanya.

“Di bulan yang baik ini tidak kalah pentingnya kita saling memaafkan. Kalau ada hal yang kurang ya jadikanlah sebagai introspeksi masing-masing supaya kita nanti menjadi lebih baik,” tambahnya.

Terkait kemungkinan pertemuan dua pimpinan tertinggi dari dua institusi tersebut, Moses menyebutkan bahwa kalau mereka (Willibrodus dan kejaksaan) sudah bertemu itu sudah selesailah masalahnya, saya kira sudah bias clear. Pimpinan cukup mengetahui bahwa mereka sudah saling bertemu dan sepaham dengan masalah yang terjadi.

“Saya kira ya sudah clear. Mereka juga sudah bertemu langsung. Saya kira sudah tidak ada masalah. Kalau mau cari kesalahan kan yang namanya manusia pasti punya salah. Yang penting sudah saling pengertian, sudah minta maaf, tidak ada unsure kesengajaan,” tegas Moses Tabah.

Ketika dikonfrontir mengenai klarifikasi Wilibrodus, Kajari Sanggau melalui Kasi Intel, Iman Khilman membenarkan bahwa memang Jumat pagi pihaknya menerima kunjungan Asisten I Setda Sanggau diruang kerjanya. Wilibrodus didampingi Kepala Kantor Kesbangpolinmas Sanggau, Antonius. Dalam pertemuan tersebut Iman menyebut bahwa secara pribadi tidak ada masalah dirinya dengan yang bersangkutan. Bahkan dia telah memaafkannya. Namun, secara institusi, dia tidak dapat memutuskan karena masih ada pimpinan yang lebih tinggi yakni kajari yang berhak memutuskannya.

“Saya bilang ke Pak Willi, saya secara pribadi sudah tidak ada masalah, apalagi Pak Wili sudah datang kesini, sudah saya maafkan, itu yang saya sampaikan. Saya juga sampaikan semestinya hal-hal demikian tidak perlu disampaikan ke umum. Itukan forum rapat resmi, ada Polisi, ada BIN, ada BAIS, ada Instansi vertikal lainnya, ada OPD juga termasuk kawan-kawan media kan ada juga. Maka menurut saya tidak etis,” ungkapnya.

Dengan demikian, secara pribadi dirinya tidak ada masalah apapun dengan Wilibrodus. Namun, untuk tindakan secara institusi, dirinya masih akan menunggu petunjuk dari pimpinan. (sgg)

Berita Terkait