Wilda Octaviana Situngkir Raih Tiga Gelar

Wilda Octaviana Situngkir Raih Tiga Gelar

  Selasa, 8 January 2019 10:19
Wilda Octaviana Situngkir | 3rd Runner Up Miss Supranational 2018

Berita Terkait

Pencapaian Wilda Octaviana Situngkir begitu membanggakan pada 2018. Dia berhasil meraih tiga gelar dalam ajang kecantikan internasional. Bagaimana perjalanan Putri Pariwisata Indonesia 2018 ini?

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Negara Polandia menyimpan cerita indah bagi Wilda. Pada 7 Desember 2018, dia dinobatkan sebagai 3rd Runner Up Miss Supranational 2018. Dalam ajang tersebut, perempuan asal Kalbar ini juga meraih gelar Supra Model of Asia 2018 dan, Best National Costume 2018.

Tak mudah bagi perempuan kelahiran Jakarta pada 27 Oktober 1995 ini meraih seluruh prestasi tersebut. Ia harus bersaing dengan perempuan-perempuan cantik dan penuh talenta lainnya dari seluruh dunia.

Saat berkunjung di Graha Pena Pontianak Post, Kamis (27/12), Wilda menceritakan perjuangannya hingga sukses meraih tiga gelar tersebut. Dia menjalani masa karantina selama 20 hari. 

Saat menginjakkan kaki di Polandia, Wilda sempat terpukau dengan keindahan di sana. Tak hanya nuansa musim dingin yang baru pertama kali dirasakannya, melainkan juga keramahan masyarakatnya. 

“Setelah itu, saya tersadar kembali bahwa kedatangan ke Polandia ini untuk membawa dan mengharumkan nama Indonesia. Saya lalu semangat untuk berjuang mengikuti serangkaian proses karantina,” ujarnya.

Di awal masa karantina mahasiswi Universitas Panca Bhakti ini sempat merasa kesulitan. Dikarenakan adanya perbedaan waktu beraktivitas yang cukup signifikan. Seharusnya di Indonesia waktu untuk beristirahat, tetapi di Polandia digunakan untuk menjalani rutinitas karantina. Namun, tekad kuat dan motivasi yang tinggi berhasil membuat Wilda mengatasi masa-masa sulitnya. Ia pun berhasil menjalani masa karantina tanpa hambatan. 

Di hampir setiap momen Wilda selalu bertegur sama dan memberikan senyum. Keramahannya begitu dikenal. Bahkan, ada saja yang menghampirinya dan berkata bahwa dirinya cantik dan ramah. Sikap ramah ini sebagai bentuk cintanya terhadap Indonesia. Ia ingin masyarakat Indonesia dikenal sebagai pribadi yang ramah.

Wilda membawa 40 busana saat masa karantina selama 20 hari. Di Indonesia, Wilda dibantu hair do dan fashion stylish, tetapi di Polandia  dia harus mengerjakan semuanya sendiri. Meski sempat kesulitan, tapi Wilda menikmati momen tersebut dengan penuh kebahagiaan. Tak ingin menjadikan kesulitan sebagai beban. Sebab, tujuan utamanya berkompetisi di ajang internasional ini adalah mengharumkan nama Indonesia. 

“Semua saya lakukan sendiri termasuk saat Miss Supranational preliminary 2018. Senangnya, saya bisa menyesuaikan busana maupun makeup sesuai dengan yang saya inginkan. Terkadang saya juga berkoordinasi dengan tim Wilda wardrobe via Whatsapp,” tutur Wilda. 

Wilda bangga bisa membawakan busana dari kain Tapis khas Provinsi Lampung. Kain Tapis ini merupakan salah satu jenis kerajinan tradisonal masyarakat Lampung. Saat berjalan di atas panggung (catwalk), Wilda merasa sangat luwes. Meski, sempat kurang percaya diri karena dalam pemilihan Supra Model of Asia, dirinya harus bersaing dengan salah satu second runner up Asian Next Top Model (Miss Supranational Vietnam 2018). 

Tes wawancara (interview) di hadapan lima juri (para senior Miss Supranational) saat masa karantina menjadi momen yang paling mendebarkan buat Wilda. Masih jelas dalam ingatannya, saat itu ia masuk ke dalam ruangan bersama peserta dari empat negara. Selama proses interview, Wilda berusaha menunjukkan kualitas dirinya. Ia pun menjelaskan bukti nyata dan komitmennya sebagai seorang Miss Supranational. 

“Saya fokus dengan pertanyaan yang diajukan. Puji Tuhan interview berjalan lancar. Pertanyaan demi pertanyaan bisa saya jawab dengan baik. Saya juga sempat berbagi pengalaman hidup dan menurut juri sangat menginspirasi,” ucapnya. 

Wilda mencoba menciptakan suasana fun saat proses interview berlangsung. Wilda mengajak para juri dan keempat temannya menyanyi lagu Maumere dari Nusa Tenggara Timur (NTT) sambil menari. Wilda sengaja ingin mengenalkan salah satu lagu yang cukup terkenal di Indonesia. Seluruh hadirin di dalam ruangan pun tertawa lepas.

Wilda juga cukup grogi saat malam grand final. Saat di panggung, ia berusaha keras menemukan titik point untuk menenangkan rasa groginya. Wilda merasa senang ketika mendapati manager dari Jakarta yang hadir dan mengibarkan bendera merah putih untuk mendukungnya. Begitu pula, sosok Karina Nadila Niab yang turut hadir dalam malam grand final Miss Supranational. 

Dari 74 finalis, Wilda berhasil masuk dalam 25 besar. Dia merasa saingannya cukup berat. Semua berkesempatan meraih mahkota yang sama. Namun, rasa percaya diri dan motivasi dalam dirinya berhasil mengantarkan Wilda masuk ke posisi 10 besar. Wilda merasa senang. Dengan masuknya ke posisi 10 besar, Wilda bisa mempersembahkan National Custome bertema The Sacred Hudoq. 

“Dari posisi 10, saya langsung dipanggil ke posisi 5 besar. Saya benar-benar tak menyangka atas kesempatan yang diberikan tersebut. Apalagi, saya satu-satunya perwakilan dari Asia,” tambahnya. 

Di prosesi tanya jawab, Wilda dipersilahkan memilih juri. Dengan percaya diri, Wilda menjatuhkan pilihan pada Miss Supranational 2013. Alasan Wilda memilih juri tersebut karena ia merasa nyaman saat melihat wajahnya. Dan saat pertanyaan dilayangkan padanya, Wilda merasa bersyukur bisa menjawab dengan baik. Jawaban dari pertanyaan tersebut benar-benar yang ingin disampaikannya sejak dulu. 

Pertanyaannya yaitu, “Apa yang paling penting dilakukan seorang putri?” Wilda menjawab sebagai ratu kecantikan tak hanya menunjukkan tubuh, wajah, tapi harus bisa menginspirasi dan memotivasi. Melakukan dengan suka cita dan tulus. Semua jawaban tersebut mengalir secara lancar dalam Bahasa Inggris. Dia pun merasa tenang saat melihat juri tersenyum padanya. Menurutnya, sesuatu yang dilakukan tanpa ketulusan hasilnya tak akan maksimal. 

“Gelar yang saya miliki ini tak membuat saya berpuas diri. Saya akan tetap melanjutkan mimpi besar saya dan selalu berusaha jadi orang bermanfaat, berguna, dan membuat semua orang yang berada di sekitar saya merasa nyaman dan bahagia,” pungkasnya.**

Berita Terkait