When Mocca was Here

When Mocca was Here

  Selasa, 27 February 2018 11:00
PUKAU PENONTON: Penampilan Mocca saat mengisi acara di ulang tahun SMAN 3 Pontianak mengundang antusias dari penonton

Berita Terkait

PONTIANAK - Minggu (25/2) untuk pertama kalinya Mocca menghibur segenap penikmat musik Pontianak dalam perayaan Anniversary SMA Negeri 3 Pontianak ke-51 tahun yang bertajuk Limitless Journey. Selama lebih kurang satu jam, Mocca membawakan 12 lagu andalan dari 4 album dan 1 single dari album terbarunya yang bakal segera dirilis.

“Kita malah nggak nyangka, loh, penontonnya sampe udah hafal liriknya Teman Sejati (single terbaru Mocca di album Lima, red). Padahal Teman Sejati baru dua minggu dirilis. Seneng banget melihat antusiasme penonton yang pada nyanyi bareng selama kita manggung,” tutur Riko Prayitno, gitaris Mocca.

Fyi, Mocca merupakan band indie pop asal Bandung yang udah eksis di kancah musik nasional sejak tahun 1999.  Mocca beranggotakan Arina Epiphania (vokal & flute), Riko Prayitno (gitar), Achmad “Toma” Pratama (bass) dan Indra Massad (drum). Mocca terbentuk karena pertemanan keempat personel yang mempunyai ketertarikan selera musik yang sama di sebuah kampus swasta di Bandung.

Yang membedakan Mocca dari grup band lain terletak pada sentuhan musiknya. Karya-karya Mocca memiliki sentuhan khas bossanova, swing dan jazz yang turut memperkaya musikalitas Mocca. Meski udah lama berkecimpung di industri musik tanah air, Mocca juga sempat vakum selama dua tahun karena Arina pindah bermukim ke Amerika Serikat.

“Awalnya kita ngira Mocca bakal udahan. Makanya pas tahun 2011 itu kita adain Mocca Last Show. Yang bikin kita bisa balik berkarya lagi karena Swinging Friends (fans Mocca, red) malah tambah solid saat Mocca vakum. Tiba-tiba udah ada Swinging Friends di beberapa daerah. Swinging Friends tuh yang bikin kita bisa eksis hingga sekarang,” jelas Toma.

Hingga kini, Mocca telah memiliki empat album yang sukses merebut perhatian penikmat musik. “Album yang paling berkesan bagiku album My Diary karena itu album pertama Mocca. My Diary juga yang bikin nama Mocca dikenal orang karena meledak di pasaran,” tambah Toma.

Mocca pun termasuk salah satu band Indonesia yang kerap manggung di berbagai even di luar negeri seperti di Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, etc. Pencapaian yang membuat Mocca terharu dirasakan saat Mocca menggelar konser tunggal internasional di Korea Selatan pada tahun 2009. Konser tersebut seperti suatu reward tersendiri bagi mereka karena masyarakat Korea Selatan sangat antusias terhadap musik Mocca.

Pencapaian yang udah dirasakan Mocca nggak membuat mereka berpuas diri. Mocca tetap berusaha selalu berkarya, salah satunya melalui album Lima yang sebentar lagi rilis. “Rencana kedepannya kami bakal promosi album Lima dengan tur di beberapa daerah di Indonesia. Semoga aja Pontianak termasuk dalam daftar kota yang bakal dikunjungi karena kami nggak sabar ngelibas kwetiaw-nya Pontianak,” pungkas Riko sambil tertawa. (ind)

Berita Terkait