Waspada, Uang Palsu Beredar

Waspada, Uang Palsu Beredar

  Kamis, 6 April 2017 09:30
PALSU: Pedagang ikan, Iwan menunjukan upal pecahan Rp 50 ribu yang didapatnya. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH- Baru saja pekan lalu seorang penjual kue di Pasar Sungai Pinyuh tertipu uang mainan, nasib serupa juga dialami pedagang ikan, Iwan (29), Rabu (5/4) pagi. Warga Gang Usaha ini mendapatkan Uang Palsu (Upal) pecahan Rp 50 ribu. Penemuan tersebut menandakan adanya jaringan pengedar Upal diwilayah tersebut.

Kepada Pontianak Post, Iwan mengisahkan ihwal penemuan Upal itu. Bermula ketika dirinya sedang berjualan ikan di Pasar Ikan Sungai Pinyuh. Seperti biasanya, Iwan melayani setiap pengunjung yang ingin membeli ikan dari lapak dagangannya. Hingga akhirnya, Iwan pun menyudahi aktivitas berjualan ikan menjelang siang.

Usai mengemasi lapak dagangannya, Iwan mulai menghitung hasil yang didapatnya dari berjualan seharian ini. Sedang sibuk menghitung uangnya, Iwan merasakan ada yang aneh dengan selembar uang pecahan Rp 50 ribu. Keanehan itu dirasakan dari lembaran uang yang dirasakan lebih kasar dari biasanya. Iwan pun mulai curiga kalau uang Rp 50 ribu tersebut palsu.

Tak mau berprasangka, Iwan lantas menyampaikan ke rekan-rekan pedagang ikan lainnya perihal temuannya itu. Pedagang lainnya pun mengiyakan kalau uang tersebut tampak bukan seperti uang asli yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Atas saran rekan pedagang lainnya, Iwan pun menyambangi petugas BRI mobil keliling.

“Setelah diperiksa oleh petugas dengan menggunakan alat, ternyata benar kalau uang pecahan Rp 50 ribu yang saya dapat adalah Upal,” aku Iwan terlihat lesu karena menderita kerugian.

Iwan mengaku tidak mengingat dari mana upal tersebut didapatnya. Sebab, secara fisik dan bentuknya upal pecahan Rp 50 ribu tersebut tidak berbeda dengan uang asli. Apalagi, saat melayani para pembeli dirinya tidak memperhatikan secara detail pecahan rupiah yang diberikan kepadanya.

“Saat uang ini diberikan, tidak dalam kondisi lembaran rapi. Melainkan sudah lecek seperti sengaja diremas-remas oleh pemiliknya untuk mengelabuhi saya. Makanya, sangat tidak terlihat kalau uang ini ternyata Upal,” tuturnya sembari menunjukan lembaran upal tersebut.

Lebih jauh, Iwan mengatakan tidak tahu harus berbuat apa untuk menindaklanjuti temuan upal tersebut. Dia berencana akan memusnahkan upal tersebut dengan cara di robek, agar upal tersebut tidak lagi beredar di masyarakat.

“Kalau bicara untung rugi, pastinya saya merasa dirugikan dengan temuan upal ini. Tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi. Nantinya akan saya musnahkan upal ini agar tidak beredar di masyarakat. Mudah-mudahan tidak ada pedagang lain yang mengalami nasib serupa,” harapnya.

Dari penelusuran Pontianak Post, Iwan bukanlah korban pertama peredaran upal di Sungai Pinyuh. Pekan sebelumnya, pedagang buah, Adi juga mendapatkan upal pecahan Rp 50 ribu dari seorang pembeli di Sungai Pinyuh. Maraknya peredaran upal ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan masyarakat di Sungai Pinyuh.

Mereka berharap pihak kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan dilapangan untuk mengungkap jaringan pengedar upal tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin di Sungai Pinyuh ada sindikat pengedar upal. Masyarakat dan pedagang pun diingatkan agar lebih teliti dalam melakukan transaksi pertukaran uang.(wah)

Berita Terkait