Warga Pinyuh Gerebek Judi Beromset Puluhan Juta

Warga Pinyuh Gerebek Judi Beromset Puluhan Juta

  Rabu, 16 May 2018 10:32
GEREBEK JUDI: Warga dan petugas saat menggerebek satu ruko yang menjadi tempat perjudian di Sungai Pinyuh. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Puluhan warga dan Muspida Kecamatan Sungai Pinyuh mendatangi sebuah rumah toko (ruko) di Rt 02/Rw 02, Komplek Pasar Babi Sungai Pinyuh, Selasa (15/5) siang. Ruko benama Borneo Game itu diduga menjadi tempat judi beromset puluhan juta yang telah lama meresahkan masyarakat setempat.

Dipimpin Camat, Rochmat Effendi dan Danramil Sungai Pinyuh, Kapten CZI Irman, puluhan warga beramai-ramai menggeruduk Borneo Game. Ketika didatangi warga, situasi tampak lengang. Beberapa pemain sedang konsentrasi memperhatikan aktivitas salah satu dari tiga mesin game yang ada di ruangan ruko itu.

Para pemain kaget bukan kepalang ketika melihat puluhan warga dan petugas mendatangi lokasi itu. Mereka pun spontanitas membubarkan diri untuk menghindari masyarakat dan petugas. Dari balik salah satu ruangan keluar seorang penjaga mesin-mesin game. Mengenakan kaos singlet tanpa lengan berwarna hitam, pemuda itu menghampiri warga dan petugas.

Tanpa basa-basi petugas meminta si penjaga menunjukan izin usahanya. Namun, si penjaga tak mampu menunjukannya kepada Camat dan Danramil. Penjaga hanya menunjukan secarik kertas yang diketahui surat izin keramaian.

Dari informasi yang dihimpun koran ini, aktivitas permainan game tersebut dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga 24.00 WIB. Setiap harinya lokasi itu selalu dipenuhi para pemain. Setiap pemain diwajibkan mengisi voucher senilai Rp 100 ribu bahkan lebih untuk ditukarkan menjadi koin.

Bermodalkan koin voucher itulah, mereka menebak game yang tertera di layar meja tersebut. Kabarnya, koin yang dihasilkan dari permainan itu nantinya dapat ditukarkan menjadi rupiah. Sistem perjudian inilah yang menarik minat para pelanggannya untuk berjudi di meja game taruhan tersebut. “Masyarakat disini sudah sangat resah dengan adanya aktivitas judi ini. Karena, sudah banyak anak-anak kami yang menjadi korban,” sesal Ketua Rt 05, Raziki.

Bahkan, lanjut Raziki, salah seorang anaknya menjadi korban permainan game yang kabarnya beromset puluhan juta rupiah itu. “Anak saya sampai nekad menjual dua unit sepeda motor hanya untuk bermain game ini,” geram dia.

Sementara itu, Danramil 02 Sungai Pinyuh, Capten CZI Irman mengaku pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat setempat yang mengeluhkan maraknya aktivitas perjudian di ruko Borneo Game itu. Bahkan, lanjut dia, masyarakat telah membuat surat pernyataan yang dibubuhi tandatangan dan materai. “Mereka meminta kami agar menghentikan aktivitas perjudian ini. Makanya, hari ini saya bersama Pak Camat dan warga langsung datang kesini,” tegasnya.

Selanjutnya, Danramil mengatakan pihaknya sepakat untuk memberikan peringatan keras kepada pemilik mesin game agar menghentikan aktivitasnya. Masyarakat memberikan ultimatum selama sepekan. “Kita berikan waktu seminggu untuk menutup tempat usaha ini. Jika tidak ditutup, maka saya dan masyarakat akan datang lagi dan langsung memproses hukum aktivitas perjudian ini,” tegasnya lagi.

Danramil mengatakan pihaknya tidak pernah main-main terhadap aktivitas perjudian. Sebab, perjudian merupakan salah satu penyakit masyarakat yang harus diberantas. Karena, dapat menimbulkan kerusakan terhadap masyarakat dan lingkungannya.

“Apalagi dalam beberapa hari kedepan masyarakat muslim akan menyambut bulan suci ramadhan. Maka aktivitas perjudian dan sejenisnya harus diberantas dan dibersihkan dari lingkungan masyarakat,” janjinya.

Senada itu, Camat Sungai Pinyuh, Rochmat Effendy mengatakan jajaran Muspika memiliki peranan dan tanggungjawab yang sama. Yakni melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap lingkungan masyarakat. “Jika camat melakukan pembinaan, maka Polsek dan Koramil lebih cenderung pada penindakan hukum. Maka, kita saling mengisi dan melengkapi tugas satu dengan yang lain. Inilah salah satu bentuk pembinaan kami di masyarakat,” tutur Camat.

Camat menyebut, perjudian, narkotika, perzinahan dan lainnya merupakan kasus penyakit masyarakat yang harus diberantas. Karenanya, dia menghimbau masyarakat di Sungai Pinyuh dan sekitarnya agar menjauhi segala bentuk penyakit masyarakat. “Terlebih sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci ramadhan 1439 H. Kita ingin lingkungan masyarakat steril dari segala bentuk kemaksiatan dan kriminalitas. Karena itu, perjudian ini harus ditutup,” pungkasnya. (wah)

Berita Terkait