Warga Minta Normalisasi Sungai

Warga Minta Normalisasi Sungai

  Senin, 5 September 2016 09:52
NORMALISASI: Kondisi aliran sungai tidak terawat dan terutup gulma karena tidak adanya pembangunan normalisasi sungai di kawasan Kampus STKIP Kota Singkawang.

Berita Terkait

SINGKAWANG—Sejumlah masyarakat mengeluhkan banyaknya gulma pada aliran sungai di kawasan Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), Kelurahan Sungai Bulan, Kecamtan Singkawang Utara, Kota Singkawang.

 
“Kondisi sungai yang ada di samping jalan Kampus STKIP tidak terawat. Kami minta pihak terkait membersihkan saluran sungai agar air bisa mengalir lancar,” ucap Warga Kelurahan Sungai Bulan, RT 10/RW 001 Yogi, Minggu (4/9) kepada media ini.

Dia mengatakan kebersihan air sungai perlu dijaga dan dirawat dengan baik. Supaya kondisi sungai tetap bersih dan terhindar dari banjir. Sehingga rancangan ruang tatakota dapat terjaga dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat dan pemerintah Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan selama ini ketika musim hujan tiba, sungai yang berada di kawasan STKIP Kelurahan Sungai Bulan sering mengalami penyumbatan dan mengakibatkan banjir di lingkungan masyarakat sekitar.

‘Kami minta kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah memperhatikan dan memprioritaskan normalisasi sungai maupun parit di sini. Karena banjir sering dialami masyarakat yang berada  Kelurahan Sungai Bulan dan Kelurahan Naram,” ungkap Yogi saat memperhatikan aliran sungai yang tidak terawat karena tersumbat gulma.

Plt Dinas Kebersihan dan Perumahan Kota Singkawang Dwi Putra Sumarna menanggapi persoalan normalisasi sungai yang tersumbat gulma tidak berada di bawah naungan dinas kebersihan. Dikarenakan normalisasi sungai berada di bawah naungan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kota Singkawang.

“Kita tidak bisa membersihkan maupun melakukan normalisasi sungai yang tersumbat gulma. Karena persoalan itu bukan wewenang dari Dinas Kebersihan dan Perumahan Kota Singkawang,” tuturnya dihubungi media ini.

Dia menyatakan apabila ada intansi pemerintah yang meminta bantuan untuk membersihkan aliran sungai maupun parit, pihaknya bisa membantu karena dinas kebersihan memiliki unit pelayanan teknis (UPT) Kebersihan. Meskipun tugas dan fungsi UPT Kebersihan dalam hal ini fokus terhadap pengelolaan sampah di Kota Singkawang.

 

Ia mengharapkan persoalan normalisasi sungai dan parit perlu disikapi oleh intansi pemerintah terkait. Supaya persoalan rancangan pembangunan ruang tatakota yang ada di Kota Singkawang dapat tercipta dengan baik sesuai harapan masyarakat.

 

“Kita minta setiap laporan dan keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti. Ini penting guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tukas Dwi Putra Sumarna yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Singkawang.

 

Di tempat terpisah Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kota Singkawang Andang Supriawan menambahkan tentang perbaikan normalisasi sungai maupun parit yang berada di kawasan kampus STKIP Kota Singkawang tahun ini belum diprogramkan oleh pemerintah Kota Singkawang.

 

“Program perbaikan maupun normalisasi sungai yang berada di perbatasan antara Kelurahan Sungai Bulan dan Kelurahan Naram belum dianggarkan. Tapi perlu juga dikoordinasikan dengan Bappeda, jika bisa tahun ini dimasukan dalam perubahan anggaran. Apabila tidak ada anggaran tahun ini, normalisasi sungai akan kita programkan tahun 2017 mendatang,” tutupnya. (irn)

 

Berita Terkait