Warga Kalbar Menilai Sutarmidji Tidak Membedakan Suku dan Agama Dalam Memimpin

Warga Kalbar Menilai Sutarmidji Tidak Membedakan Suku dan Agama Dalam Memimpin

  Jumat, 26 January 2018 16:01
Sutarmidji menyapa pasien warga Tionghoa Wana Gono (56) 9di RS. dr. Soedarso

Berita Terkait

Warga dari berbagai etnis menilai Sutarmidji tidak membedakan suku dan agama dalam kepimpinannya. Calon Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji disebut sebagai tokoh yang dapat mewujudkan keharmonisan ditengah beragam etnis yang ada di Kalimantan Barat.

Keberhasilan Sutarmidji dalam membangun keharmonisan di Kota Pontianak memang sangat terasa. Sutarmidji sendiri menjelaskan dibawah kepimpinannya sudah tidak ada lagi konflik etnis yang terjadi. “Di Pontianak sekarang warganya hidup tentram, harmonis, tidak ada masalah etnis. Kalau di Kalbar ada masalah etnis , saya jamin sumbernya bukan di Kota Pontianak,” ujar Sutarmidji.

Hal ini membuat Sutarmidji dinilai sebagai pemimpin yang tidak membedakan suku dan agama. Salah satu warga dari etnis Dayak menilai mayoritas suku Dayak memilih pemimpin dikarenakan prestasinya bukan agama atau sukunya.

“Pada dasarnya etnis Dayak memilih berdasarkan tingkat kemampuan dan prestasinya bukan karena agama maupun sukunya. Kita tidak bisa menutup mata, kinerja Sutarmidji sangat berhasil dalam membangun Kota Pontianak. Semua warga hidup harmonis dan inilah yang harusnya merata hingga ke pelosok Kalbar," tegas Anewang (32), Warga Kalbar dari etnis Dayak.

Tidak hanya warga dari etnis dayak, warga tionghoa pun mendukung Sutarmidji menjadi Gubernur Kalimantan Barat. Mereka menilai Sutarmidji merupakan pemimpin yang tidak membedakan suku dan agama.

“Bagus kinerja Sutarmidji, walaupun saya dari etnis Tionghoa tapi pelayanan kesehatan yang saya dapat sama, saudara saya juga dia dapat berjualan di kios pasar tengah dengan perlakuan sama, tidak dibeda-bedakan. Ini menjadi bukti dirinya sangat cocok pimpin Kalbar kedepannya,” jelas Wana Gono (56), warga etnis Tionghoa.

Sosok Sutarmidji sendiri merupakan keturunan lima etnis yang berbeda. Bahkan Sutarmidji sendiri juga menempuh pendidikan di Sekolah non-muslim, SMA Santo Paulus. Sehingga membuat dirinya sangat menerima perbedaan. Hendrikus Guru Kesenian di SMA Santo Paulus yang juga merupakan Guru Sutarmidji menjelaskan bahwa Sutarmidji tidak pernah membedakan suku dan agama dalam kehidupannya.

“Sutarmidji dari dulu sudah diajarkan untuk tidak membeda-bedakan suku dan agama. Tak jarang dia menjadi panutan semua murid dari berbagai macam etnis. Saya selaku guru kesenian dan Pembina OSIS melihat perkembangan Sutarmidji dapat berbaur dengan yang lainnya sangatlah puas dan senang,” jelas Hendrikus Guru SMA Santo Paulus.

Menjelang Pilgub Kalbar 2018, tingkat emosional setiap etnis menjadi meningkat. Calon Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidj dalam setiap sambutannya selalu menghimbau semua etnis agar tetap harmonis, serta dapat berpartisipasi untuk menggelar Pilkada sehat dan sejuk.

“Sebentar lagi akan ada Pilkada Kalbar, saya minta untuk semua etnis agar tetap harmonis dan tenang, jangan sampai terprovokasi. Mari kita gelar Pilkada yang sejuk dan sehat agar kerukunan tetap terjaga. Cukup jual program saja, jangan ada saling serang dan intimidasi,” jelas Sutarmidji Calon Gubernur Kalbar. (*/r)

Berita Terkait