Warga Demo PLN

Warga Demo PLN

  Kamis, 21 January 2016 10:53
UNJUK RASA: Massa memperlihatkan tulisan yang dibawanya saat berunjuk rasa di Kantor PLN Wilayah Kalimantan Barat di Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (20/1). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KUBU RAYA- Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar Pemuda Melayu Kota Pontianak dan Kubu Raya, Rabu pagi (20/1) mendatangi Kantor PLN Wilayah Kalimantan Barat menuntut Dirut PLN mengundurkan diri lantaran  menilai beberapa waktu terakhir layanan PLN kian memburuk karena kerap kali melakukan pamadaman listrik.

Kendati tidak melakukan tindakan anarkis, namun dalam aksi demonstrasi yang mendapat pengawalan ketat dari puluhan personil kepolisian itu sempat beberapa kali berteriak meminta agar PLN tidak melakukan pemadaman listrik yang mengakibatkakn terganggunya aktivitas masyarakat.“Kami tidak takut teroris, tapi kami takut mati lampu yang kerap kali dilakukan PLN,” teriak ratusan massa saat melakukan aksi di depan gedung PLN.

Tidak berapa lama melakukan orasi, sejumlah perwakilan massa diberikan kesempatan melakukan dialog bersama General Manager PLN Wilayah Kalbar untuk meminta solusi terbaik agar pihak PLN tidak kerap kembali melakukan pemadaman listrik.“Karena layanan listrik PLN hingga sekarang belum memuaskan masyarakat, kami minta pihak PLN, khususnya General Manager PLN untuk mundur dari jabatannya, karena kami nilai sudah gagal memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata salah satu perwakilan massa, Iwan.

Menurutnya, jika memang belum mampu memberikan pelayanan  terbaik sebaiknya pihak PLN bisa harus transparan, untuk memberikan alasan secara detail kerap kali melakukan pemadaman  bergilir khususnya di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya.

Sementara salah satu warga Pontianak Timur, Abdul Majid meminta jajaran pimpinan PLN  untuk memprioritaskan dalam melindungi konsumen. “Biasanya kalau ada pelanggan yang nunggak membayar maka diberikan sanski atau denda, seharusnya sanksi juga diberlakukan bagi PLN yang sering kali memadamkan lampu tanpa memikirkan kepentingan pelanggannya,” ucapnya.

Ketua DPD Pemuda Melayu Kubu Raya, H Muhammad Yani Muslim menambahkan, jika PLN tidak menempati janjinya, dirinya akan kembali merangkul masayarkat Kota Pontianak, Kubu Raya akan kembali mendatanginya untuk meminta kejelasan dan optimalisasi layanan listrik PLN.“Yang saya tahu pihak PLN telah melakukan simulasi demontrasi. Jika keluhan kami ini tidak bisa diatasi maka  kami akan kembali mendatangi kantor PLN ini dengan massa yang lebih besar,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan masyarakat General Manager PLN Wilayah Kalbar, Hotmartua Bakara menyatakan langkah pertama yang akan dilakukan pihaknya saat ini yaitu berupaya untuk segera melakukan optimalisasi pemeliharaan mesin pembangkit milik PLN. “Hal lain yang kami lakukan yakni dengan menambah daya sekitar 50 Mega Watt yang saat ini sedang dilakukan testing jaringan di sekitar wilayah Bengkayang dan Jagoibabang. Kalau penambahan daya itu berjalan baik maka kami upayakan minggu depan keluhan masyarakat terkait seringnya pemadaman listrik akan bisa diatasi,” kata Hot martua Bakara.  

Disinggung soal kian seringnya PLN melakukan pemadaman listrik bergilir di Kota Pontianak dan sekitarnya kata Hot Martua Bakara lantaran hingga saat ini kapasitas daya listrik PLN pas-pasan. Saat ini menurutnya beban puncak PLN sekitar 260 Megawatt dengan kapasitas yang dimiliki juga hampir sama. “Kebetulan saat ini ada beberapa mesin PLN yang terganggu makanya kapasitas yang dimiliki kembali berkurang,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait