Warga Damba Jalan Mulus

Warga Damba Jalan Mulus

  Senin, 8 Oktober 2018 10:32
RUSAK: Kondisi Jalan Raya Suti Semarang di Bengkayang rusak parah. Warga berharap pemerintah bisa membangun jalan ini. SIGIT/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Jalan Raya Suti Semarang Masih Hancur

BENGKAYANG - Pertumbuhan infrastruktur  di Kalimantan Barat belum merata. Sebagian wilayah kurang tersentuh pembangunan, misalnya di Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang. Hingga sekarang, infrastruktur dasar di wilayah ini masih memprihatinkan, mulai dari jalan, listrik, sampai fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Rudi Hartono, selaku Plt Camat Suti Semarang mengakui hal itu. Menurutnya, kerusakan jalan dan jembatan adalah masalah utama yang menjadi penyebab lambannya perkembangan Suti Semarang. Kerusakan jalan dan jembatan yang berlangsung cukup lama membuat upaya perbaikan infrastruktur lain juga sulit dilakukan.

Jika jalan dan jembatan di wilayah ini sudah diperbaiki, ia yakin perkembangan infrastruktur lainnya, seperti bangunan sekolah, kesehatan, serta pemasangan listrik akan gampang.

“Bisa kita lihat, dari delapan desa yang ada di Suti Semarang, hanya ada tiga desa yang bisa menggunakan aliran listrik. Itu dikarenakan kendaraan yang membawa muatan untuk mengangkut tiang listrik tidak bisa melewati jalan ini,” katanya saat dijumpai di Kantor Camat Suti Semarang, Sabtu (6/10).

Maka dari itu, hal yang paling diharapkan masyarakat setempat dari pemerintah adalah perbaikan jalan. Rudi menjelaskan, pembangunan sekolah-sekolah di Suti Semarang juga terhambat karena truk pengangkut bahan bangunan tidak bisa mencapai lokasi sekolah yang jauh di pedalaman. Selain jauh, lokasinya juga dipisahkan oleh aliran sungai. Sementara, jembatan penghubung yang ada tidak memadai.

“Kalaupun ada jembatan, itu dibuat oleh masyarakat dengan bahan seadanya. Misalnya batang pohon dan kayu yang dibuat secara manual. Tentu itu tidak cukup kalau harus menopang berat truk bermuatan yang ingin melewati jembatan tersebut,” jelasnya.

Tak hanya itu, jika musim hujan, jalan yang dilalui akan berlumpur sehingga kendaraan bermuatan bahan bangunan tidak berani masuk. Dia berharap, perbaikan jalan dan jembatan dapat segera dilakukan mengingat lebih dari tiga ribu penduduk yang tinggal di wilayah ini sudah sangat lama mendambakan jalan dengan kondisi baik. 

Rudi menyatakan siap bersinergi dengan pihak manapun demi pembangunan di Suti Semarang. “Saya yakin dengan akses jalan yang baik, ke depan infrastruktur lain yang ada pasti akan maju, baik itu sarana pendidikan, sarana kesehatan, maupun yang lain,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Daniel Johan, selaku anggota  DPR RI, mengatakan bahwa sangat disayangkan kalau jalan Suti Semarang harus dibiarkan rusak, mengingat potensi yang ada di daerah tersebut sangat baik. 

Ia juga menyatakan telah berkomunikasi dengan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji terkait kondisi jalan di Suti Semarang yang kian memprihatinkan.“Saya sudah bicarakan ini dengan Gubernur.  Beliau bilang anggaran sudah dipersiapkan. Hanya saja pembangunannya akan dilakukan secara bertahap nantinya,” ujar Daniel. 

Selain itu, ia pun sudah menyampaikan kepada Presiden Jokowi dan Menteri PUPR, agar wilayah Suti Semarang mendapat perhatian khusus.  “Ini juga bisa menjadi kebijakan khusus dari menteri maupun presiden, dengan syarat Pak Gubernur harus memberikan surat formal kepada Presiden dan Menteri PUPR,” jelasnya di sela kunjungan kerjanya di Kantor Camat Suti Semarang.

Daniel juga menyatakan siap mengawal dan membantu proses lobi ke pemerintah pusat demi pembangunan infrastruktur di Kecamatan Suti Semarang yang lebih baik. 

Dikerjakan Tahun Ini

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji siap memprioritaskan pembangunan jalan yang kondisinya cukup parah di beberapa daerah. Salah satunya jalan di Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang sudah mulai dikerjakan tahun ini. 

Midji sapaan akrabnya mengumumkan lewat fan page miliknya, bahwa defisit APBD Kalbar 2018 yang awalnya mencapai sebesar 691 miliar telah selesai ditangani. Selain itu, hak daerah 14 kabupaten/kota dari bagi hasil pajak yang nilainya hampir mencapai Rp600 miliar juga akan segera dibayarkan. 

"Saya mohon maaf jika ada beberapa kegiatan pembangunan dijadwal ulang, karena saya akan utamakan untuk memulai pengerjaan Jalan Suti Semarang (Kabupaten Bengkayang) mulai tahun ini," tulisnya di akun Bang Midji, Minggu (7/10). 

Lebih lanjut dijelaskannya, tahun ini jalan di Kecamatan Suti Semarang untuk fungsional bisa selesai dikerjakan sepanjang tujuh kilometer. Pengerjaaanya akan dilanjutkan hingga tahun depan dengan target sepanjang 18 kilometer di akhir 2019 nanti. 

"Saya utamakan jalan yang masih parah, hancur kayak bubur. Saya dapat laporan (Suti Semarang) sudah dikerjakan, dengan nilai Rp13,99 miliar, tahun depan sekitar itu juga," ungkap Midji saat dihubungi Pontianak Post, Minggu (7/10) sore. 

Sebelumnya untuk mengatasi defisit, Gubernur yang dilantik 5 September lalu itu terpaksa harus menunda beberapa proyek tahun ini. Jika ditotal angka proyek yang ditunda itu mencapai sekitar Rp300 miliar. 

Proyek pengerjaan jalan Suti Semarang memang bukan bagian dari proyek yang ditunda untuk mengatasi defisit. Sebab proses lelang dan tendernay sudah dilaksanakan sebelum September. "Yang dibatalkan itu yang sampai akhir September belum (kontrak), dan lagi memang tak ada duitnya gimana. Daripada dipaksakan tak terbayar," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kalbar Bride Suryanus Alorante menambahkan, jalan di Kecamatan Suti Semarang merupakan bagian dari ruas Bengkayang-Jangkak sepanjang 40 kilometer. Yang ditangani efektif tahun ini yakni sepanjang tiga kilometer dan fungsional 7,2 kilometer, dengan nilai kontrak Rp13.990.000.000. 

Untuk eksisting yang ditangani, terdiri dari aspal rusak ringan sampai rusak berat. Sementara untuk fungsionalnya masih berupa jalan tanah. "Lebar eksisting empat meter sampai empat setengah meter. Kami lebarkan badan jalannya menjadi enam meter, dengan bahu sekitar delapan meter sesuai kondisi di lapangan," terangnya.

Pembangunan jalan memang menjadi perhatian serius Gubernur Kalbar Sutarmidji. Terutama untuk jalan kondisinya sangat parah. Tahun depan pengerjaan akan kembali dilakukan di Merakai (Sintang), Serawai (Sintang), Jelai Hulu (Ketapang), Tumbang Titi (Ketapang), Jawai (Sambas), Paloh (Sambas) dan lain-lain.

"Memang anggarannya masih terbatas tetapi masyarakat bisa nikmati pembangunan secara merata, sekalipun belum bisa selesai masalahnya. Mohon dukungannya, ayo kita tingkatkan semangat bersama, kerja, kerja, kerja untuk Kalbar maju dan sejahtera," harapnya.

Keseluruhan kondisi jalan di Kalbar menurutnya baru 56 persen yang beraspal dari total sekitar seribu lebih kilometer. Ia ingin perkembangannya bisa terlihat nyata dalam lima tahun ke depan. "Dengan percepatan-percepatan kalau bisa sampai 2023 (jalan dengan kondisi mantap) di atas 90 persen," katanya. 

Dari pembangunan jalan menurutnya, tentu akan meningkatkan variabel kesejahteraan masyarakat yang ada di daerah ini. Paling konkret adalah biaya transportasi akan jauh lebih murah dari biasanya. Hal tersebut penting, mengingat transportasi merupakan komponen utama dalam mendongkrak persaingan ekonomi.

"Nilai tukar petani mengapa tidak bisa sampai 100 persen, salah satunya karena masalah infrastruktur transportasi. Nah ini yang harus kami selesaikan," pungkasnya. (sig/bar/den)

Berita Terkait