Warga Boyolali Beli Sepeda Motor dengan Uang Recehan Seberat 50 Kg

Warga Boyolali Beli Sepeda Motor dengan Uang Recehan Seberat 50 Kg

  Sabtu, 9 March 2019 14:34
UANG RECEH: Nur Komaini dan juga karyawan tengah menghitung uang receh dari Eksan Widodo, Sabtu (9/3). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Berita Terkait

Membeli motor cash menggunakan uang pecahan besar mungkin sudah biasa. Tetapi, kali ini ada seorang warga Boyolali yang membeli sebuah sepeda motor menggunakan uang recehan. Total uang tersebut bahkan mencapai Rp 7,4 juta. Adalah, Eksan Widodo yang membeli motor menggunakan uang recehan.

Eksan membeli motor Yamaha Mio J di sebuah diler di Perum Gebang RT 3 RW 25, Kadipiro, Solo milik Nur Komaini. Eksan datang ke diler Jumat (8/3) kemarin. Setelah memilih beberapa motor bekas yang dipajang, akhirnya Eksan memilih Mio J. Setelah menanyakan harga akhirnya disepakati harganya sebesar Rp 7,4 juta. 

Tetapi, saat hendak membayar, ternyata ia tidak menggunakan uang pecahan besar seperti Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu. Melainkan menggunakan uang recehan. Mulai dari Rp 100, Rp 200, dan juga Rp 500. Uang tersebut dibawanya menggunakan beberapa kantong plastik. 

Pemilik diler, Nur Komaini pun awalnya tidak percaya dengan apa yang dilakukan Eksan. Tetapi, karena ini dianggapnya sebagai rezeki, Nur pun menerimanya. "Ya sempat tidak percaya kalau membayar menggunakan uang recehan, apalagi jumlahnya mencapai Rp 7,4 juta. Tetapi ini kan rezeki jadi tidak apa-apa menggunakan uang recehan," urainya saat ditemui di dilernya, Sabtu (9/3). 

Pria yang sudah delapan tahun membuka diler itu, menyampaikan, bahwa Eksan sudah beberapa kali membeli motor di tempatnya. Sebelumnya, Eksan juga sempat membeli sebuah sepeda motor. Tetapi, uang yang dibayarkan bukan uang receh. Baru kali ini, Eksan menggunakan uang recehan. 

"Sebelum datang kesini, Eksan ini menanyakan dulu ada stok motor apa. Setelah itu dia datang untuk membeli," ungkapnya.

Nur menyampaikan, untuk menghitung uang receh dengan berat lebih kurang Rp 50 kilogram tersebut membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Tetapi, penghitungan uang itu tidak dilakukan sendiri. Melainkan, juga melibatkan beberapa karyawannya.

Nur sempat bingung akan diapakan uang recehan sebanyak itu. Akhirnya, ia pun menawarkan jasa penukaran uang receh melalui media sosial. 

Sementara itu, Eksan mengungkapkan, bahwa uang tersebut merupakan hasil tabungan yang sudah tersimpan satu tahun. Uang tersebut merupakan bagian laba jual BBM eceran. "Kalau mau buat kulakan lagi kelamaan menghitungnya, jadi ditabung dan setelah setahun terkumpul sebanyak itu," ucapnya. 
Rencananya sepeda motor yang baru dibelinya itu akan digunakan untuk istrinya untuk bekerja.

Editor           : Sari Hardiyanto 
Reporter      : Ari Purnomo/Jawa Pos

Berita Terkait