Warga Berharap Jaringan Air

Warga Berharap Jaringan Air

  Jumat, 9 June 2017 09:30
AIR GUNUNG : Warga desa Empangau belum bisa sepenuhnya menikmati jernihnya air bukit (gunung), karena jaringannya belum sampai kerumah-rumah warga. MUSTA’AN/Pontianak Post

Berita Terkait

MASYARAKAT desa Empangau kecamatan Bunut Hilir belum sepenuhnya menikmati air bersih dari pergunungan yang dibangun pemerintah. Pasalnya, belum ada pemasangan jaringan ke rumah-rumah warga setempat, masih sebatas gertak (jembatan kayu). Untuk itu, Kades Empangau Hulu Joni Karyadi, berharap Pemkab bisa melanjutkan pemasangan jaringan ke rumah-rumah warga.

Kendati demikian, pria yang karib disapa Boy ini mengaku sangat berterimakasih kepada pemerintah Kapuas Hulu, yang telah membangun sarana air bersih dari bukit hingga mengalir ke kampungnya. Hanya saja belum sampai ke rumah-rumah. Dikatakan dia, dana untuk mengalirkan air bersih ke dua desa empangau (Empangau Hulu dan Hilir) bersumberkan dana alokasi khusus (DAK) atau dari pusat.

 “Waktu itu ada pemotongan anggaran sekitar 10 persen, itu yang membuat air bersih tersebut tidak sampai ke setiap rumah warga,”jalasnya. Kendalannya kata Boy, akibat dari pemotongan dana DAK tersebut, yang awalnya sampai ke rumah warga dan menjadi tidak bisa. Masalah tersebut, sudah ia komunikasikan ke pemerintah daerah, namun katanya akan dituntaskan kembali melalui APBD 2018.

Joni menuturkan, air bersih yang dialirkan ke desa Empangau Hulu dan Empangau Hilir tersebut, merupakan air bersih murni dari bukit, yang tidak jauh dari desanya. "Kini masyarakat sudah mulai mengkonsumsi air bersih tersebut. Barpun belum mengaliri sampai ke rumah-rumah warga, tapi masyarakat tertentu sudah memnfaat air bersih tersebut untuk dikonsumsi atau mandi,"ungkapnya.

Kepala Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya Kapuas Hulu, Nusantara Gawat mengatakan, air bersih yang ada di Desa Empangau belum dialirkan ke rumah warga karena adanya pemotongan dana DAK yang harusnya sudah selesai, jadi belum selesai. "Kami tak bisa berbuat apa-apa, setelah pemerintah pusat melakukan pemotongan terhadap anggaran DAK yang besarannya capai 10 persen,”terang dia.

Akibatnya, pengerjaan air bersih di desa Empangau tidak selesai sampai ke rumah warga. Gawat, sangat berharap, dua desa nanga empangau itu bisa bekerjasama untuk bagaimana meneruskan supaya air bersih itu, sampai mengalir ke rumah-rumah warga. Karena sangat disayangkan sekali, kalau air bersih tersebut hanya sampai di kampung saja, tetapi tidak bisa mengalir ke rumah warga.

"Jadi kalau desa mampu mengaliri air bersih itu ke rumah warga setempat itu sangat bagus. Dalam arti tidak harus menunggu dari anggaran pemerintah. Kalau harus menunggu sepertinya cukup lama, karena menunggu APBD 2018 mendatang,"ucapnya. Dalam hal ini juga kata Gawat, pihaknya sebagai pemerintah akan berusaha agar air bersih di desa empangau sampai mengalir ke rumah warga.(aan)

 

Berita Terkait