Warga Banjiri Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu

Warga Banjiri Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu

  Selasa, 2 Oktober 2018 10:00
NA IK HERCULES: Masyarakat korban gempa tsunami Palu hendak naik Hercules milik TNI AU di bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Senin (1/10). Para penumpang diutamakan anak anak, orang sakit dan ibu hamil. BOY SLAMET/JAWA POS

Berita Terkait

Meluber hingga Apron, Prioritaskan Anak-anak dan Ibu Hamil Lebih 

Eksodus warga Palu dan sekitarnya memadati Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Kota Palu kemarin (1/10). Beberapa di antara mereka adalah warga pendatang yang ingin kembali ke daerah asalnya. Lainnya berusaha keluar dari Palu karena kondisi hidup yang semakin sulit. 

---

Pantauan di Bandara, siang hari kerumunan warga yang meminta diterbangkan keluar Palu meluber hingga apron bandara. Para petugas berusaha mengatur dan memberi pengertian.  Namun, pihak Air Nav mengkonfirmasi bahwa tidak ada blokade. 

“Tidak ada kerusuhan seperti yang diberitakan, penerbangan lancar, hari ini sudah 65 pesawat yang lepas landas,” kata General Manager Airnav Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) Novy Pantaryanto kemarin (1/10). 

Petugas akhirnya menerbangkan warga yang berjubel di bandara. Namun, tentu saja tidak semuanya karena kapasitas angkut yang terbatas. Manager Humas Air Nav Indonesia Yohanes Sirait mengungkapkan bahwa yang diprioritaskan adalah anak-anak dan ibu hamil. “Warga akhirnya bisa dikondisikan untuk kembali ke pinggir,”  kata Yohanes. 

Kapasitas dan Fungsi bandara Sis Al Jufri terus dipulihkan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sudah 15 slot take off dan landing yang dibuka untuk penerbangan komersil. Sis Al Jufri sebenarnya mampu menghandle hingga 35 slot per hari. Namun, sisa slot masih diprioritaskan untuk penerbangan kedaruratan dan logistik. 

Dari 15 slot tersebut, 7 diberikan pada Nam Air, 4 pada Wings Air, 2 untuk Garuda Indonesia, dan 2 untuk maskapai My Indo. Namun, baru 4 yang dipakai oleh maskapai dengan masing-masing melakukan 1 kali penerbangan.

Di Bandara juga sudah dipasang mobile ATC untuk memandu penerbangan menggantikan tower ATC yang roboh terkena gempa.   

Untuk meringankan beban Sis Al Jufri, Budi mengatakan Kemenub sudah mempersiapkan pelabuhan Pantoloan di utara Kota Palu untuk mengangkut warga yang ingin keluar Kota Palu. Pelabuhan Pantoloan terletak sekitar 28 kilometer dari Sis Al Jufri atau sekitar 48 menit perjalanan darat. Fungsi Pantoloan juga terus diperbaiki. “Kapal-kapalnya disediakan oleh ASDP dan Pelni,” katanya. 

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menugaskan Damri untuk menyediakan bus sebagai transportasi ulang alik dari dan ke Sis Al Jufri. 2 bus berkapasitas besar sudah beroperasi di Palu, “Akan dikirim lagi dari gorontalo 2 dan mamuju 2, jadi totalnya 6,” katanya.  

Damri  juga kata Budi bersedia jika sewaktu waktu diminta untuk menambah armada Bus nya. 

PT ASDP Indonesia Ferry mengerahkan 3 unit kapal, yakni KMP Julung-Julung dari Pelabuhan Toli-Toli menuju Pelabuhan Taipa, Sulawesi Tengah, KMP Drajat Paciran dan Kapal Kargo KM Melinda 01 dari Pelabuhan Tanjung Perak langsung ke Pelabuhan Taipa-Sulawesi Tengah. 

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan, Ketiga kapal tersebut akan melayani pengangkutan secara gratis bagi masyarakat, lembaga, BUMN, maupun komunitas yang ingin mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Adapun ketiga kapal yang dikerahkan ASDP adalah KMP Julung-Julung berukuran 600 GRT, jenis kapal roro dengan kapasitas penumpang sekitar 185 orang dan 7 unit kendaraan kecil.  Lalu, KMP Drajat Paciran berukuran 2.900 GRT yang merupakan kapal jenis roro yang dapat mengangkut 350 orang penumpang dan 40 unit kendaraan campuran. ”Sedangkan KM Melinda 01 merupakan jenis kapal general cargo memiliki kapasitas muatan logistik hingga 1.000 ton,” kata Imelda. 

Imelda menambahkan, KMP Julung-Julung yang membawa barang-barang kebutuhan pokok dan tangki air berangkat Senin (1/10) pukul 12.00 WITA dari pelabuhan Toli-Toli  dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 22 jam, sehingga perkiraan waktu sampai di Taipa pada Selasa (2/10) pukul 22.00 WITA.(tau)

Berita Terkait