Warga Antusias Coblos Ulang

Warga Antusias Coblos Ulang

  Jumat, 26 April 2019 10:35
COBLOS ULANG: Warga dikawasan Jalan Karya Baru, Kelurahan Parit Tokaya, Pontianak Selatan mengikuti pencoblosan ulang di TPS 07 kemarin.

Berita Terkait

Tujuh Anggota KPPS 07 Diganti 

PONTIANAK  -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di tempat pemungutan suara (TPS) 07, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan pada Kamis (25/4). Dari pantauan Pontianak Post, warga yang memiliki hak pilih tampak antusias mendatangi TPS untuk kembali menggunakan hak suaranya. 

Salah seorang pemilih, Robert mengaku rela meninggalkan pekerjaan untuk kembali menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara ulang. “Saya sebenarnya hari ini kerja. Tetapi karena harus mengikuti pemungutan suara ulang, izin dulu,” katanya saat ditemui usai mencoblos. 

Robert juga mengaku tidak tahu pasti apa penyebab KPU melakukan pemungutan suara ulang di TPS-nya. “Sebelumnya dapat kabar akan dilakukan coblos ulang. Tapi karena apa, tidak tahu,” ucapnya.  Meski pekerjaannya cukup terganggu karena harus mencoblos ulang, Robert tidak terlalu mempermasalahkan. Baginya, warga negara yang baik sudah seharusnya menggunakan hak pilih. “Intinya jangan sampai golput,” tuturnya. 

Pemungutan suara ulang ini juga disaksikan Ketua Bawaslu Pontianak, Budhari, Ketua KPU Kota Pontianak, Deni Nuliadi dan pihak kepolisian. Ketua KPU Kota Pontianak, Deni Nuliadi mengatakan, pemungutan suara ulang di TPS 07 dilaksanakan seperti layaknya pada Rabu 17 April lalu. Tidak ada perbedaan dari waktu pencoblosan hingga batas waktunya. 

Walaupun pada pukul 13.00 masih ada pemilih yang mengantre, mereka tetap diberi kesempatan untuk mencoblos. Selesai pemungutan suara, langsung dilanjutkan dengan perhitungan. 

“Tidak ada perbedaan dalam hal teknis. Yang membedakannya hanya formulir dan surat suara ditandai dengan kalimat pemilu ulang,” kata Deni. Ia juga menyebutkan, surat suara yang disediakan sesuai dengan jumlah DPT yakni 252 lembar per masing-masing jenis surat suara di tambah enam sebagai cadangan. 

“Petugas KPPS yang melaksanakan tugas kali ini langsung diambil alih oleh PPS. Petugas yang sebelumnya diganti untuk mengantisipasi terulangnya kesalahan administrasi,” sambungnya. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Pontianak, Budhari mengatakan pihaknya mengawasi pemungutan suara ulang di TPS 07 untuk memastikan tidak terjadi kesalahan. Sesuai ketentuan, kata Budhari, pemungutan suara ulang hanya boleh dilakukan sekali sehingga tugas pengawasan yang dilakukan pihaknya harus dimaksimalkan. 

“Di TPS 07 pada 17 April ada masyarakat dari luar Kota Pontianak menggunakan KTP Elektronik lalu dibolehkan menggunakan hak pilihnya. Petugas KPPS tidak terlalu paham. Mereka penduduk dari luar) itu kemudian dimasukkan ke DPK, padahal itu tidak boleh,” kata Buhdary. 

Agar kesalahan itu tidak terulang, Budhary menambahkan, ia menempatkan satu petugasnya di samping  daftar absensi untuk memantau agar tidak ada masyarakat luar Kota Pontianak yang kembali menggunakan hak pilihnya di TPS 07.

Aman dan Lancar

Ketua KPU Kalimantan Barat, Ramdan memastikan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) berjalan lancar. Hal ini berdasarkan hasil pantauan KPU baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sebagai tempat pelaksana PSU dan PSL.  Ia berterima kasih ke semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan PSU dan PSL. Tercatat ada 18 PSU dan PSL setelah pemungutan suara yang digelar 17 April 2019 lalu.

“Terima kasih pemerintah daerah, TNI, Polri, penyelenggara hingga tingkat bawah serta masyarakat. Terima kasih atas partisipasi dalam pelaksanaan PSU dan PSL,” kata Ramdan kepada Pontianak Post, kemarin. 

Menurutnya, dalam coblos ulang ini partisipasi masyarakat cukup tinggi. Hal itu terlihat ketika dirinya turun langsung memantau pelaksanaan di Karimunting, Kabupaten Kayong Utara. “Jadi cukup tinggi dalam penggunaan hak pilih. Antusiasme warga tinggi, datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya,” kata dia. 

Koordinator Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kalbar, Faisal Riza menyebutkan pihaknya juga turun langsung memantau PSU dan PSL 18 TPS di delapan kabupaten/kota. “Kami turun langsung. Ada yang di Pontianak, Bengkayang, Sanggau, Landak Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang. Pastinya berjalan aman dan lancar,” kata Faisal.

Seperti diberitakan, PSU dan PSL itu dilaksanakan di Kapuas Hulu (dua TPS di dua kecamatan), Sintang (empat TPS di dua kecamatan), Melawi (satu TPS) dan Sanggau (tiga TPS di tiga kecamatan). Kemudian Landak (dua TPS di satu kecamatan), Bengkayang (empat TPS di dua kecamatan), Pontianak (satu TPS) dan Ketapang (satu TPS). (adg/mse) 

Berita Terkait