Walikota Serahkan Sertifikat Tanah ke Warga

Walikota Serahkan Sertifikat Tanah ke Warga

  Sabtu, 29 December 2018 09:34
PROGRAM PEMERINTAH: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie didampingi Kepala BPN/ATR Kota Singkawang Erwin Rachman serta disaksikan perwakilan Kanwil BPN Kalbar, Sekda Singkawang secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah kepada warga.

Berita Terkait

Ada Yang Gunakan untuk Modal Usaha Hingga Bantu Biaya Anak Sekolah

SINGKAWANG -  Warga Singkawang di Lima kecamatan kembali menerima penyerahan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digencarkan Presiden Joko Widodo Jumat (28/12) di basement “Pasti Ke Singkawang” Kantor Wali Kota Singkawang.

Ada 3000 persil tanah yang serahkan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN)/ATR Kota Singkawang. Penyerahan langsung dilakukan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie didampingi Kepala BPN/ATR Kota Singkawang Erwin Rachman serta disaksikan perwakilan Kanwil BPN Kalbar, Sekda Singkawang.

Tentu saja penyerahan sertifikat ini disambut antusias warga. Salah satu warga, Paulus warga Kelurahan Sagatani Kecamatan Singkawang Timur yang merasa terbantu program PTSL ini. “Kebun karet saya kini sudah bersertifikat, luasnya kurang lebih 2 hektar. Kalau ada sertifikat kan enak. Bisa jadi agunan usaha, usaha ini nantinya bisa membantu untuk biaya anak sekolah,” ungkapnya kepada koran ini kemarin.

Ia berharap program ini berlanjut terutama bagi warga lainya, sehingga bisa merasakan apa yang ia rasakan. “Terima kasih kepada pak Presiden Joko Widodo, semoga program ini berlanjut,” harapnya.

Hal sama diungkapkan Petrus Rudi, warga Pangmilang, menurutnya ia dan warga lainya terbantu akan PTSL ini. “Program ini bisa membuat lahan kami diakui secara hukum. Kalau sudah begini tentu manfaatnya banyak sekali, boleh jadi jaminan buat meningkatkan modal usaha,” jelasnya. Samahalnya dengan warga lainya, ia berharap program ini terus ditingkatkan sehingga warga dengan mudah mendapatkan legalisasi aset berupa sertifikat lahan kepemilikan yang sah.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie berharap warga yang telah mendapatkan sertifikat dapat memanfaatkan legalisasi dari negara ini dengan sebaik-baiknya. “Simpan baik baik, gunakan dengan bijak, karena sertifikat yang ada itu bisa digunakan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” katanya.

PTSL ini, kata dia, merupakan program pemerintah pusat melalui BPN yang digagas dan digencarkan Presiden RI Joko Widodo, tujuannya agar proses pembuat sertifikat tanah warga cepat dan mudah. “Tentunya kita berterima kasih kepada bapak Presiden RI yang telah menelurkan dan merealisasikan PTSL ini demi pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.

Ia pun berharap kepada perbankan nantinya maupun lembaga keuangan lainya dapat membantu masyarakat dalam hal pengembangan usaha melalui akses modal dengan jaminan sertifikat tanah. “Kita minta dunia perbankan mempermudah akses masyarakat dalam segi permodalan, berikan pemahaman dan bimbingan ke warga terkait penggunaan modal tersebut mulai perencanaan, realisasi dan pengaturan serta pengembangan jenis usaha masyarakat melalui dana perbankan tersebut,” pintanya.

Ia berharap melalui PTSL ini, kata dia, kedepannya tidak ada lagi sejengkal tanag di Kota Singkawang yang tidak bersertifikat. “Semua harus bersertifikat, tidak ada lagi tumpang tindih lahan, semua kepemilikan lahan oleh warga harus diakui negara sesuai ketentuan peraturan perundangan yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPN/ATR Kota Singkawang Erwin Rachman, menyebutkan,  program PTSL yang dilaksanakan BPN/ATR Singkawang tahun 2018 meliputi penyelesaian hak pakai Pemkot Singkawang sebanyak 77 bidang yang terdiri dari taman, jalan jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Singkawang serta sekolah sekolah. “Yang kita bagikan saat ini 3000 sertifikat, selebihnya akan dibagikan secara bertahap,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, BPN juga akan memfasilitasi warga terhadap akses modal usaha masyarakat melalui perbankan ini merupakan wujud Reforma Agraria yang menyeimbangkan antara asset reform dan access reform.

“Artinya sertipikat tanah yang diterbitkan Kementerian ATR/BPN melalui PTSL selain melegalkan hak milik tanah warga (asset reform)  juga menghantarkan masyarakat untuk punya akses permodalan untuk usahanya (access reform) ,” jelasnya.

Program access reform di wilayah kerja BPN/ATR Singkawang ini merupakan kelanjutan berkesinambungan seiring dengan PTSL yang dijalankan BPN/ATR Singkawang. Dimana pada tahun 2018 ini dari target 12.225 bidang yang harus masuk program PTSL telah diselesaikan 100 persen pada akhir Novemner 2018, termasuk menyelesaikan target pengukuran 14.000 bidang yang terdistribusi di 5 kecamatan dan 26 kelurahan di kota Singkawang.

Sebab itu salah satu tujuan dilaksanakannya Reforma Agraria adalah meningkatkan kesejahteran masyarakat dan pemerataan penguasaan tanah di Indonesia yang sasarannya menciptakan keadilan sosial yang ditandai dengan adanya keadilan agraria. (har)

Berita Terkait