Walet Sakti Kirim 680 Pesonel ke Batu Jajar

Walet Sakti Kirim 680 Pesonel ke Batu Jajar

  Senin, 6 June 2016 09:30
JALANI LATIHAN: Parsonel Batalyon 644 Walet Sakti mengintensifkan latihan mereka menjelang pengiriman 680 personel mereka ke Pusdiklat Batu Jajar, 17 Juni mendatang. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Menjelang pengiriman 680 personel Batalyon 644 Walet Sakti ke Pusdikpasus Batu Jajar, 17 Juni mendatang, jajaran Batalyon 644 Walet Sakti intensif menggelar latihan. Persiapan itu dibenarkan oleh wakil Komandan Batalyon 644/ Walet Sakti, Mayor Inf Hendra Sukmana. Dengan latihan tersebut, diharapkan dia agar satuan kebanggaan masyarakat Kapuas Hulu ini bisa lebih siap.

Hendra menegaskan, sekitar tiga perempat dari kekuatan Batalyon 644/Wls yang diberangkatkan ke Batu Jajar. "Mereka akan dikirim ke Pusdikpasus tangga 17 Juni nanti," jelasnya. 

Dia menjelaskan tiga perempat kekuatan Batalyon 644 adalah 680 personel. Keseluruhan personel yang turun, dijelaskan dia, adalah mereka yang belum pernah dapat pendidikan khusus. Selama di Batu Jajar, personel ini dipastikan dia, akan mendapatkan pendidikan khusus.

Sebelumnya, kata dia, personil ini sudah diseleksi terlebih dahulu. “Ada rangkain testnya, jadi tidak main ambil saja," tegas Hendra. Ia menjelaskan personil batalyon ikut pelatihan khusus, sehubungan dengan perubahan status batlyon Infanteri menjadi batalyon rider khusus. Yang menjaga kawasan perbatasan negara. Untuk itu kapasitas dan keterampilan seluruh personil juga haruslah meningkat.

Nantinya, personil diutus ke Pusdikpasus per gelombang, hingga mencakup seluruh personil yang ada di Batalyon 644. "Personil dikirim dalam beberapa gelombang, mereka akan ikut pelatihan selama 3 bulan disana, baru dikembalikan lagi ke batalyon ini," tuturnya. Tentu diharapkan setelah mengikuti latihan, keterampilan seluruh personil akan lebih baik dan meningkat dari yang sekarang.

Wadanyon juga meminta seluruh personil yang diutus dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Sehingga semua materi yang diberikan selama latihan bisa terserap dengan baik dan bisa dipraktekkan pada saat menjalankan tugas. Karena tugas TNI menjaga kedaulatan negara dan tugas lainnya sangat berat. Karena itu, seluruh anggota TNI wajib dibekali dengan keterampilan memadai. 

Kemudian, sambung Hendra, kembali bertugas lagi ke daerah, untuk menjaga stabilitas keamanan di perbatasan, khususnya Kapuas Hulu. “Setelah selesai latihan, mereka kembali lagi ke batalyon ini,” jelasnya. Langkah TNI ini sangat tepat, mengingat tugas TNI menjaga kawasan perbatasan Kapuas Hulu dengan Malaysia sangat berat. Terutama medan Kapuas Hulu yang berbatasan Malaysia.(aan)

Berita Terkait