Wahyu Meninggal Setelah Dua Hari Koma

Wahyu Meninggal Setelah Dua Hari Koma

  Senin, 13 Agustus 2018 10:00

Berita Terkait

Sepekan Usai Imunisasi MR

PONTIANAK - Mendung duka menyelimuti keluarga Purwanto (39). Anak sulungnya, Rizki Wahyu Purnomo (12) meninggal dunia setelah dua hari dirawat di RSUD Soedarso. Murid kelas VI SD 17 Pontianak Utara itu mengembuskan napas terakhir pada Minggu (12/8) dini hari. 

Kondisi kesehatan Wahyu mulai menurun sejak Jumat (3/8) lalu. Dia mengalami flu. “Anak saya mengalami pilek waktu itu,” kata Purwanto mengenang anaknya. Satu hari berselang Wahyu mengikuti Vaksin Measles Rubella di sekolahnya. Vaksin dilakukan bersama dengan murid lainnya. 

“Setelah itu anak saya merasa pusing. Sebelumya kondisi kesehatan sempat dicek suhu tubuh normal meskipun dia (Wahyu) dalam keadaan pilek,” kata pria berusia 39 tahun ini. 

Dua hari setelah itu, pusing yang dialami Wahyu juga tak hilang. Meski sempat dilarang, Wahyu tetap nekat masuk sekolah di hari Senin (6/8). “Sempat dilarang tapi masih tetap mau sekolah. Saat di sekolah itu, Wahyu bermain dan kemudian terjatuh,” cerita Purwanto saat ditemui di kediamannya Jalan 28 Oktober Gang Bimasakti 3 Jalur 2.

Kemudian Selasa (7/8) malam Purwanto berinisiatif membawa Wahyu ke dokter praktik karena pusing masih terasa. Wahyu bahkan merasa sakit di bagian dada. “Kemudian Kamis malam anak saya muntah dan demam,” jelas Purwanto.

Wahyu sempat menjalani perawatan di rumah sebelum dirujuk ke rumah sakit. Saat itu Purwanto juga sempat bertanya ke Puskesmas di Parit Pangeran mengenai kondisi anaknya.

“Jawaban kepala puskesmas efek suntikan itu memang demam dan kepala pusing,” ungkap Purwanto.

Masih dihantui kekhawatiran, pada Jumat (10/8) pagi, Purwanto membawa anaknya ke Puskesmas Telaga Biru. Di hari yang sama, dari puskesmas ini, Wahyu kemudian dirujuk ke Yarsi dan  dan berlanjut dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso Pontianak. “Kami masuk ke Soedarso itu sekitar pukul dua siang,” kata dia. 

Di RS plat merah itu, Wahyu langsung mendapat penanganan medis di IGD. Awal ketika di IGD asam darah dan gula darah Wahyu tinggi. “Diagnosa gula darah tinggi sampai 400,” ucap Purwanto.

Kondisi dianggap belum membaik, Wahyu kemudian masuk ICU Soedarso. “Wahyu masuk ICU pas Maghrib,” kata Purwanto. Diagnosa pun bertambah ketika masuk ke ICU, yaitu radang otak, infeksi lambung dan leukosit tinggi. Ketika di ICU Wahyu sempat mengalami muntah darah hitam. 

Perubahan ke arah yang lebih baik juga belum terlihat. Wahyu kembali masuk ke ruangan ICCU RSUD Soedarso. “Ketika di ICCU, dokter saraf bilang terjadi pembengkakan di otak dan itu yang menyebabkan pusing. Kami diminta menunggu dokter anak pada hari Senin untuk mendapatkan penjelasan,” cerita Purwanto. Dua hari koma di rumah sakit, Wahyu pun mengembuskan napas terakhir Minggu (11/8) dini hari. 

Saat ini pihak keluarga kebingungan dengan banyak penyakit itu yang dialami Wahyu. Pihak keluarga meyakini Wahyu tidak mengalami penyakit apapun. Apalagi anak sulung dari empat bersaudara itu merupakan anak yang aktif berolahraga dan jarang jajan diluar. 

“Dari rentetan kejadian, gejala-gejala itu timbul setelah vaksin karena Wahyu tidak ada riwayat penyakit sebelumnya. Keluarga ikhlas dengan kejadian tentu ini menjadi pelajaran bersama,” ungkap Purwanto. (mse)

Berita Terkait