Wagub Terima Satya Lencana dari Presiden

Wagub Terima Satya Lencana dari Presiden

  Senin, 25 July 2016 09:30
PENGHARGAAN: Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya saat menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden Joko Widodo di Jambi, Kamis (21/7). ISTIMEWA

Berita Terkait

JAMBI - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya, SE, MM, menerima Penghargaan Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari Presiden RI, Ir. Joko Widodo. Penghargaan tersebut diberikan saat puncak peringatan ke-69 Hari Koperasi Nasional di Halaman Kantor Gubernur Jambi, Kamis (21/7).

Pemberian penghargaan Satya Lencana kepada Wakil Gubernur  Kalbar, Christiandy Sanjaya, SE, MM merupakan penilaian atas perkembangan Koperasi dan UMKM di daerah ini. 

Sejalan dengan Program   Kementerian Koperasi dan UKM RI, melalui Dinas Teknis, di Kalbar terdapat dua agenda utama yang akan dicapai pada tahun 2016-2018, yaitu menata kelembagaan dan memperkuat usaha koperasi.

Christiandy  mengatakan, penghargaan ini semakin memotivasi semua pihak untuk lebih giat lagi dalam bekerja, dan harus lebih meningkatkan kinerja ke depan. Semua pihak juga diharapkan dapat mendukung dua agenda utama tersebut supaya dapat berjalan sesuai harapan.  

“Bapak Presiden mengamanahkan,  bahwa Koperasi dan UMKM hendaknya bersatu guna menjalankan perekonomian di setiap daerah,  mengingat era globalisasi sudah berjalan dan dimana kompetisi saat ini sudah antarnegara bukan antardaerah lagi,” katanya.  

Untuk itu, pendampingan serta pelatihan bagi UMKM dan koperasi dirasakan penting guna peningkatan berbagai keterampilan, supaya UMKM dan koperasi siap dalam kompetisi era globalisasi.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi akan melakukan tiga hal penting dalam pembangunan koperasi Indonesia. Pertama yakni rehabilitasi koperasi. Kedua reorientasi koperasi, dan ketiga pengembangan koperasi. 

“Tidak perlu malu untuk membeberkan potret koperasi kita bahwa dari 212 ribu koperasi di Indonesia, hanya 150 ribu yang aktif. Kementerian Koperasi telah membuat database yang sangat penting untuk pembangunan koperasi. Ada peralihan paradigma dari kuantitas koperasi menjadi kualitas koperasi,” ujarnya. (humasprov)

 

Berita Terkait