Wagub dan Bupati Nyoblos di Mempawah

Wagub dan Bupati Nyoblos di Mempawah

  Kamis, 18 April 2019 09:16
MASUKAN SURAT SUARA: Wagub Kalbar dan Bupati Mempawah saat menggunakan hak suaranya di TPS 8 Kelurahan Terusan, Mempawah Hilir. WAHYU/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Ingatkan Penyelenggara Tak Curang

MEMPAWAH - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan, MM, MH beserta Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8 di Jalan Raden Sujarwo, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Rabu (17/4) sekitar pukul 08.00 WIB. Norsan mengingatkan penyelenggara agar tidak melakukan praktek kecurangan.

“Saya mengimbau panitia penyelenggara pemungutan suara harus jujur. Karena asas dari Pemilu adalah jujur dan adil. Maka, panitia penyelenggara harus menjalankan amanah jujur dan adil tersebut,” pesan Mantan Bupati Mempawah dua periode itu.

Khusus TPS yang memiliki kelebihan surat suara, Norsan mengingatkan agar tidak disalah gunakan. Petugas penyelenggara diseluruh tingkatan hendaknya bekerja dengan profesional dan transparan.

“Misalnya kelebihan surat suara ini dijual kepada oknum peserta Pemilu untuk menambah perolehan suara. Hati-hati, tindakan ini akan dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Berapa pun hasil perolehan suara yang digunakan masyarakat itulah yang menjadi hasil akhir pemungutan suara Pemilu 2019,” harap Norsan.

Bercermin dari pengalamannya di kancah politik, Norsan mengungkapkan sejumlah kasus kecurangan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi. Salah satunya kecurangan penggelembungan suara yang didalangi oleh oknum petugas penyelenggara itu sendiri. “Nah,  hal ini yang harus kita antisipasi bersama agar tidak terjadi kekisruhan di masyarakat. Intinya kalau Pemilu mau tertib, aman dan damai, maka penyelenggaranya harus profesional dan amanah,” tegasnya.

“Silahkan bekerja dengan menjunjung tinggi aturan dan mekanisme yang berlaku. Sehingga akan tercipta keamanan, ketertiban di masyarakat. Dan yang paling penting, penyelenggaraan demokrasi di Pemilu 2019 akan semakin bermutu dan berkualitas,” timpalnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH usai menggunakan hak politiknya di TPS 8 Kelurahan Terusan, berencana akan melakukan monitoring dan memantau proses pemungutan suara diwilayah kerjanya.

“Saya beserta Muspida dan SKPD Pemerintah Kabupaten Mempawah akan melaksanakan monitoring di TPS. Saya sendiri akan memantau TPS yang berada di zona pesisir seperti di Kecamatan Mempawah Hilir, Mempawah Timur dan Sungai Kunyit,” ungkapnya.

Erlina berharap penyelenggaraan demokrasi Pemilu 2019 di Kabupaten Mempawah berjalan dengan tertib, aman dan lancar tanpa adanya kendala dan hambatan yang dapat merusak nilai-nilai demokrasi. Agar, Pemilu 2019 ini melahirkan pemimpin terbaik yang diamanahkan oleh rakyat.

“Mudah-mudahan dengan Pemilu 2019 serentak ini, memberikan kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa dan negara Indonesia. Pilihlah pemimpin terbaik yang mampu menjalankan amanah rakyat dan memajukan negara yang kita cintai ini,” pesan Erlina mengakhiri.

Sementara itu, Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik menyarankan agar masyarakat pemilih tidak melakukan selfi atau swafoto saat berada di dalam TPS, apalagi di bilik suara. Sebab, tindakan tersebut melanggar aturan dan dapat menimbulkan penafsiran yang keliru.

“KPU memang mengadakan lomba foto selfi atau swafoto. Namun, saya sarankan agar tidak berselfi didalam TPS, sebaiknya diluar TPS saja. Maka, kami sarankan agar masing-masing bilik untuk ditempel larangan mendokumentasikan hasil pencobolosan itu sendiri. KPPS bisa memprinter selembar kertas peringatan untuk para pemilih tentang larangan tersebut,” usul Kapolres. (wah)

Berita Terkait