Vokasi Perhotelan Harus Sesuai Kebutuhan Industri

Vokasi Perhotelan Harus Sesuai Kebutuhan Industri

  Jumat, 20 July 2018 10:00
PERHOTELAN: Praktisi perhotelan Rizal Razikan saat memberikan materi kepada siswa SMK Muhammadiyah Pontianak, kemarin. ARISTONO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Pendidikan keterampilan perlu meyesuaikan diri dengan kebutuhan industri. Termasuk pada sektor perhotelan, dimana pertumbuhannya jumlah hotel cukup signifikan di provinsi ini.  Satu di antara delapan dosen vokasi ahli perhotelan di Kalbar, Rizal Razikan mengakan pihaknya siap mendukung sinkroniasi kurikulum yang ada dengan praktek di lapangan.

Apalagi pihaknya semua adalah praktisi  di bidang perhotelan.   "Kita delapan orang baru saja ditunjuk menjadi dosen vokasi di Kalbar.  Kita semua dari general manajer di berbagai hotel di yang ada di Kalbar," ujarnya, Kamis (19/7) kemarin.

Dia mengatakan  melalui dosen vokasi yang ada peserta didik akan lebih dominan praktek yakni sebesar 70 persen. Sedangkan untuk teori hanya 30 persen. "Contohnya peserta didik juga akan terlebih dahulu dibawa ke industri perhotelan untuk pengenalan lapangan sebelum menerima teori di kelas. Dengan demikian memberikan gambaran kepada peserta didik dan akan lebih nyambung saat pemberian teori di kelas," papar dia.

Orang yang juga ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Pontianak (BP2KP) menyebutkan satu di antara langkah awal dari dosen vokasi yang baru hadir di Kalbar yakni telah memberikan motivasi dan gambaran umum tentang perhotelan di SMK Muhamdiyah Pontianak saat penutupan masa pengenalan lingkugan sekolah siswa baru. "Kita diminta sekolah hadir untuk memberikan motivasi. Kita menyampaikan gambaran umum tentang perhotelan dan apa - apa yang berkaitan dengan industri perhotelan," jelas dia.

Sebagai amanat yang sudah ada sebagaimana penunjukan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menyiapkan peserta didik baik siswa maupun mahasiswa menjadi tenaga ahli perhotelan. "Sehingga ketika selesai dan terjun ke dunia kerja harapan kita mereka bisa lebih maksimal dan profesional. Semoga rencana dan usaha ke depan membuahkan hasil," harapnya.

Dia menilai arah pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar. “Tidak semata-mata pendidikan akademis. Tetapi juga perbanyak pendidikan vokasional yang menghasilkan tenaga kerja terampil, yang siap terjun berkarya. Bahkan menciptakan usaha sendiri, sehingga menciptakan lapangan kerja buat orang lain,” jelasnya.

 Menurut dia, ke depan, keadaan akan berbalik, dimana tenaga kerja yang memiliki keahlian akan semakin langka. Sementara orang dengan kemampuan akademis makin banyak.  “Saat ini tenaga kerja dari sudah mulai memasuki pasar tenaga kerja Kalbar.  Tenaga kerja dengan ketrampilan yang setengah-setengah tentu akan tersisih,” pungkas dia. 

Menurut dia, Pontianak sudah sangat layak untuk kepariwisataan. Salah satunya adalah kelayakan akomodasi perhotelan. “Pontianak ini punya lebih dari 4500an kamar hotel. Ada banyak hotel berbintang di sini. Dan saya yakin pengelola hotel juga sangat siap untuk menyambut wisatawan,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait