Viral Video Beruang Madu Kurus di Sinka Zoo

Viral Video Beruang Madu Kurus di Sinka Zoo

  Selasa, 11 June 2019 09:37
Foto IST: Salah satu Beruang Madu di Sinka Zoo yang viral di Medsos karena kondisi badannya yang kurus

Berita Terkait

Dokter Anggap Tak Normal, Segera Cek Kesehatan

Liburan lebaran, tempat hiburan pun menangguk kunjungan. Salah satunya kebun binatang Sinka Zoo, di Singkawang. Sayang, koleksi yang cukup lumayan, salah satunya Beruang Madu terlihat kurang terawat. Kurus. Dan kondisi si beruang madu pun langsung viral di media sosial.

Hari Kurniathama, SINGKAWANG 

PIHAK Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang sudah melakukan pengecekan terhadap kondisi beruang madu di Sinka Zoo Singkawang Senin, (10/6). Alhasil, pihaknya menemukan kondisi fisik hewan ini memang seperti yang diviralkan. Beruang madu itu terlihat kurus.

"Kita sudah ke TKP, dan melihat beruang itu. Kami lihat dan kami temukan kondisi Beruangnya memang sangat kurus," ungkap Plh Seksi Konservasi III BKSDA Syamsi yang turun bersama rekan kerjanya Icup, Anton, Gusmao, Ayu, Agus, Dokter Hewan Chanda. Meski tak bertemu langsung dengan pengelola Sinka Zoo, pihaknya bertanya dan mendapatkan penjelasan langsung dari penjaga binatang yang kerap jadi inspirasi model boneka yang disenangi anak-anak tersebut. 

"Kami sudah mendapatkan penjelasan dari keepernya (penjaga) dan ini akan kita laporkan ke BKSDA Kalbar," katanya.

Turunnya tim Seksi Konservasi III Singkawang ke Sinka Zoo sehubungan dengan viralnya informasi salah satu hewan Beruang Madu di Sinka Zoo, dimana dalam medsos tersebut menunjukkan kondisi fisik hewan asli Kalimantan itu kurus. 

Viralnya Beruang Madu setelah pengunjung Sinka Zoo mengunggah informasi tersebut ke Medos sejak 9 Juli 2019 lalu.

Sementara itu, bagaimana kondisi Beruang Madu tersebut. Secara pribadi, Drh Chand mengatakan memang kondisinya kurus. Hal tersebut sebagai sebagaimana gejala klinis yang tampak pada hewan tersebut. 

"Kekurusan pada hewan ini tentu tidak normal," katanya. 

Apakah tanda kekurusan ini ada dugaan hewan itu mengindap penyakit, kata dia, harus dilakukan cek kesehatan. 

"Dengan bersentuhan langsung seperti cek jantung, paru bahkan disarankan untuk cek kesehatan pendukung seperti cek darah itu bisa saja dilakukan. Sehingga ketahuan apakah hewan ini sakit atau tidak," katanya. Hanya saja, kata Chanda, pihaknya melakukan inspeksi saja tidak sampai melakukan uji kesehatan dengan cara bersentuhan badan. 

"Yang lebih tahu tentu dokter hewan yang bertugas di Sinka Zoo," katanya.

Saat dilapangan, ia tidak bertemu dengan dokter hewan yang menangani Beruang Madu ini, sehingga juga tak bisa melihat rekam medis satwa tersebut, dikarenakan dokter hewannya tidak berada di tempat. Dengan demikian penegasan atas kondisi kesehatan Beruang Madu berjenis kelamin jantan itu perlu cek medis lanjutan, agar memastikan sakit atau tidaknya hewan ini.

Ia pun mendapat penjelasan dari penjaga Beruang Madu tersebut, menurut keterangan Keeper, bahwa selama dalam kandang hewan tersebut dipelihara dengan baik mulai pola dan jatah makanannya. 

"Tidak ada yang berubah pola pemeliharaan dan pola makannya," ujarnya.

Makanya ia menyarankan agar memang sebaiknya hewan tersebut dikarantina di kandang khusus, guna memulihkan kesehatan hewan tersebut, namun soal kandang karantina ini masih dalam wacana. 

"Ini saran kita, karena memang di Singkawang ini belum ada kandang karantinanya, sehingga hewan yang mengalami masalah seperti ini jangan dulu dipamerkan sebelum kesehatannya pulih," katanya.

Hal lain yang perlu diketahui, kata Chanda, Beruang Madu yang viral ini merupakan hewan pindahan dari kebun binatang di Pontianak yang sudah tutup. Sejak 2008, hewan ini menjadi penghuni Sinka Zoo. Usia hewannya pun sudah tua, 11 tahun. "Bahkan informasinya saat memindahkan hewan ini dari Pontianak ke Sinka Zoo kondisi kesehatannya sudah mengkhawatirkan," jelasnya sebagaimana keterangan keeper Beruang tersebut.

Mengenai viralnya masalah fisik Beruang Madu, Chanda mengimbau agar masyarakat bijak melihat kondisi Beruang Madu tersebut dan tidak memvonis apapun terkait kabar viral tersebut. 

"Jangan dulu memvonis apa yang dilihat, apalagi menjustifikasi bahwa boleh jadi kesalahan managemen, sakit, karena memang banyak faktor faktor yang belum diketahui bahkan tak terjangkau oleh kita yang masih tanda tanya mengenai kondisi hewan tersebut," katanya. (*)

Berita Terkait