Ventura Lega, Sheva Puas

Ventura Lega, Sheva Puas

  Rabu, 7 September 2016 09:30
Giampiero Ventura

Berita Terkait

Jeda internasional kali ini menjadi panggung spesial bagi beberapa pelatih. Masing-masing Italia, Spanyol, dan Ukraina punya nahkoda baru. Hanya Andriy Shevchenko yang gagal meraih poin penuh di matchday pertama kualifikasi Piala Dunia 2018. 

-- 

Muka allenatore Italia Giampiero Ventura sempat memucat. Satu dari tumpuan lini belakangnya Giorgio Chiellini diusir dari lapangan pertandingan di menit ke-55 gara-gara menerima kartu kuning kedua dari wasit Sergey Karasev (Rusia). Gawat, pikir Ventura. Masih ada 35 menit waktu normal plus injury time hingga pertandingan berakhir. Apalagi ketika Chiellini out, Italia hanya unggul tipis 2-1 atas Israel. 

Untungnya Italia tetaplah Italia. Juara dunia empat kali itu kualitas pemain yang beberapa lapis di atas lawannya. Kemarin (6/9) di Sammy Ofer Stadium, Haifa Azzurri, julukan Italia, memukul Israel dengan skor akhir 3-1. 

Ventura pun lega. Kalau sampai kalah lagi, maka habislah nama pria berusia 68 tahun itu. Apalagi Ventura sedang bekerja keras membangun reputasi sebagai sosok yang sepadan dengan arsitek Italia sebelumnya Antonio Conte. 

“Ketika kami yakin sebagai salah satu tim kelas dunia, maka kami harus menunjukkannya. Dan kami mempertontonkannya kali ini,” ucap mantan arsitek Torino tersebut kepada Rai Sports. 

Ventura pun mengakui seandainya timnya tidak tampil sempurna. Masih ada lubang dari tim disana-sini. Namun dibandingkan ketika dipermalukan Prancis 1-3 Jumat (2/9), Italia kali ini tampil lebih apik. 

Dalam laga kemarin versi livescore kedua tim sama kuat dalam hal ball possession, 50 persen. Namun Israel lebih agresif dalam menekan lini belakang Italia. Dari 11 tembakan yang dilakukan Israel, lima menyasar ke gawang Gianluigi Buffon. Sedang Italia melancarkan delapan tembakan, lima yang statusnya on goal. 

Gelandang serang Italia Marco Verratti kepada La Gazzetta dello Sport memuji racikan Ventura. Meski bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-55, Ventura tak buru-buru melakukan pergantian pemain. 

“Ventura membuktikan dialah masa depan Italia. Bersabarlah dan Anda saksikan Italia yang penuh gairah dalam menyerang,” ucap pemain Paris-Saint Germain (PSG) itu. 

Pelatih Israel Elisha Levy seperti diberitakan Football Italia berkata kesulitan lini belakang Italia tampil tanpa cacat. Meski tereduksi satu beknya, namun lubang itu lantas ditutup dengan sempurna oleh seluruh tim. 

Pada laga kemarin tiga gol Italia dikontribusikan oleh Graziano Pelle pada menit ke-14, Antonio Candreva (pen.31'), dan Ciro Immobile (83'). Satu-satunya gol Israel diberikan Tal Ben Chaim (35'). 

Sementara itu, pelatih Ukraina Andriy Shevchenko seperti diberitakan Segodnya kemarin (6/9) menuturkan tak seberapa kecewa karena timnya ditahan imbang 1-1 oleh Islandia di NSK Olimpiysky, Kiev. 

Islandia yang mengejutkan di Euro 2016 lalu dengan mengalahkan Inggris di babak 16 besar dengan skor 2-1. Meski kemudian kalah di delapan besar oleh Prancis dengan skor 5-2. 

“Ini adalah awal karir yang saya akui butuh konsentrasi yang tinggi. Saya yakin di laga selanjutnya tim akan semakin kuat dan kokoh,” kata Sheva, sapaan Andriy Shevchenko. 

Sheva tak mau muluk-muluk dengan target karena memang grup I ini dihuni oleh kekuatan yang merata. Selain Ukraina dan Islandia, bercokol juga Turki, Kroasia, Finlandia, dan Kosovo. 

Pada laga kemarin gol Ukraina dihasilkan Andri Yarmolenko pada menit ke-41. Sedang gol Islandia diberikan Alfred Finnbogason. (dra)

Berita Terkait