Vaccines For Pets, Is That Important?

Vaccines For Pets, Is That Important?

  Kamis, 27 September 2018 10:09

Berita Terkait

“Kenapa hewan harus divaksin? Memangnya penting? Toh, kucing kampung di gang sehat walafiat aja, gemuk malahan.”

“Ih takut vaksin ah, entar kucingnya bisa demam.”

“Ngapain harus vaksin, sih? Mahal tahu!”

SERING kali kita mendengar stigma buruk tentang vaksin hewan peliharaan. Padahal menurut drh. Septi Rubiyani, vaksinisasi jelas wajib dilakukan. Bukan hanya untuk hewan peliharan saja, namun juga hewan yang ikonsumsi. “Kita tidak bisa memprediksi organisme apa saja yang akan berkontak dengan hewan kesayangan kita di kemudian hari, sehingga alangkah baiknya jika kita memproteksi hewan kesayangan kita dengan vaksin,” jelas alumnus SMAN 1 Pontianak ini.

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mengurangi bahkan mencegah pengaruh infeksi oleh organisme penyebab penyakit alami atau liar. Sebelum vaksin dipasarkan, vaksin telah menjalani serangkaian uji untuk memastikan vaksin tersebut protektif, aman dan efektif dalam mencegah penyakit.

Kualitas vaksin di Indonesia baik dan terpecaya. Sedikit sekali kasus hewan yang tidak cocok terhadap vaksin. Kalaupun ada, bisa jadi itu bukan karena vaksinnya tapi karena kondisi hewan sebelum divaksin memang sedang sakit.

“Vaksin tidak bisa dilakukan sembarang orang karena sebelum divaksin, hewan akan diperiksa kondisi tubuh dan kesehatannya oleh dokter hewan dengan harapan, vaksin yang diberikan dapat merangsang antibodi terhadap penyakit tertentu dan tidak membahayakan hewan yang divaksin,” jelas dokter yang bekerja di Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat ini.

Vaksin hewan peliharaan nggak cukup sekali dan tentu setiap hewan mendapatkan perlakuan berbeda. Misalnya kucing yang merupakan hewan favorit yang kerap dipelihara. Kucing harus melakukan beberapa tahap pemberian vaksin.

Di tahap awal program ada tiga jenis vaksin yang berfungsi mencegah Feline Calicivirus, Feline Herpesvirus dan Feline Panleukopenia virus / Feline Parvovirus. Tahap kedua seperti vaksin pertama hanya ditambah Chlamidya, vaksin ketiga adalah vaksin rabies. Setelah program awal dilalui barulah pada vaksin booster tahunan. Ets, pemberian vaksinnya nggak sekaligus loh, ya!

Jika hewan peliharaanmu mengalami demam atau mendadak tidak aktif setelah vaksin, don’t panic, guys! Tubuh hewan sedang merangsang sistem imunologi tubuh untuk membentuk antibodi spesifik dan membentuk sel memori sehingga apabila terdapat penyakit yang serupa dengan bibit penyakit yang terdapat dalam vaksin, respon imun mampu mencegah tubuh dari penyakit.

Proses ini umumnya akan berdampak pada nafsu makan kucing yang menurut beberapa hari pasca vaksin. Beberapa kasus juga terjadi peradangan (bengkak) di tempat suntikan bahkan ada yang sampai demam. Sama seperti manusia habis imunisasi kan? Jarang sekali kucing mengalami demam setelah divaksin. Namun, pemilik kucing tetap harus memperhatikan kondisi kucing setelah vaksin.

“Pastikan hewan dalam keadaan nyaman, tidak stres dan tidak melakukan perjalanan yang sangat jauh. Minta lah vitamin atau suplemen pada dokter hewan untuk meminimalisir efek vaksin. Berikan makanan dan minuman yang cukup dengan kualitas baik. Jangan di-grooming dulu. Setidaknya selama satu minggu setelah vaksinasi,” pungkas dokter hewan lulusan IPB Bogor ini. (dee)

Berita Terkait