Usulkan Perda Pelestarian Budaya

Usulkan Perda Pelestarian Budaya

  Selasa, 12 December 2017 10:00
SERAH CENDERAMATA: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara Romi Wijaya ketika menyerahkan cenderamata kepada rombongan Dinas Kebudayaan Kota Jogjakarta, kemarin. DINAS PENDIDIKAN FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara pada 2018 mengusulkan adanya Perda Pelestarian Budaya bisa menjadi payung hukum untuk memberdayakan nilai budaya lokal. Hal tersebut tidak lepas dari upaya mereka menjamin khasanah keragaman budaya serta perlindungan terdahadap pelaku budaya yang ada di Kabupaten Kayong Utara.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara Romi Wijaya dan Kabag Hukum Setda Molyadi, bertemu dengan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Pertemuan mereka ini, untuk membahas dan mempelajari bagaimana Kota Yogyakarta mengelola keberagaman dan pelestarian Budaya. Dijelaskan Dwi Hana, kepala Subag Perencanaan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, saat ini mereka memiliki 650 kelompok kesenian dan 157 benda cagar budaya. “Untuk bangunan ada 658 yang masuk ke dalam Cagar Budaya dan ada 5 kawasan cagar budaya,” jelasnya mewakili Kepala Dinas Kebudayaan mereka.

Selain itu, untuk melindungi dan mempertahankan kawasan cagar budaya, diungkapkan dia bahwa mereka bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dalam mengeluarkan rekomendasi pasak atau model bangunan. “Setiap yang mengajukan IMB, wajib mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kebudayaan untuk model bangunan sesuai kawasan yang akan dibangun,” ungkapnya.

Hal yang sama, dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara Romi Wijaya, fungsi kebudayaan kini berada di Dinas Pendidikan.  Sehingga adanya usulan pembuatan Perda Pelestarian Budaya, diakui dia, sangat penting. Mereka melihat semakin pesatnya perkembangan fisik di daerah yang telah menghasilkan banyak kemajuan dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini, menurut dia, harus turut diimbangi dengan perhatian kita terhadap pelestarian bangunan atau lingkungan bersejarah. Dia yakin setelah terbit Perda Pelestarian Budaya ini nanti, akan baik untuk kepentingan pemberdayaan budaya lokal di Kayong Utara. Di mana salah satu upaya memberikan perlindungan dan pengelolaan pelestarian budaya suatu daerah, diungkapkan dia, adalah dengan membentuk regulasi daerah berupa Perda. “Pelestarian cagar budaya tidak sebatas melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, namun diarahkan juga pada strategis pembangunan kebudayaan demi kepentingan masa kini dan masa akan datang,” terang Romi.

Saat ini dinas yang dipimpinnya, diakui dia, telah melakukan pendataan terhadap kelompok seni, bangunan bersejarah, dan para pelaku kesenian itu sendiri. “Kita juga akan membentuk Dewan Kesenian dan Budaya,” pungkasnya. (dan)

Berita Terkait