Uskup Agus Gelar Misa Natal Bersama di Lapas Singkawang

Uskup Agus Gelar Misa Natal Bersama di Lapas Singkawang

  Kamis, 3 January 2019 16:09
NATAL: Uskup Agung Pontianak saat berbagi kegembiraan dengan umat Katolik di Lapas Singkawang. Dia memimpin ibadah di sana sekaligus member penghiburan kepada Napi.

Berita Terkait

​SINGKAWANG – Pada perayaan Natal dan Tahun Baru ini, Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus menyasar pelayanan kepada umat Katolik yang terpinggirkan. Setelah sebelumnya berbagi keceriaan dengan anak-anak di Lapas Anak Pontianak, Senin (30/12) Uskup Agustunuys mengunjungi umatnya di Lapas Singkawang dengan mengadakan misa dan Natal bersama. Adapun kelompok-kelompok umat yang ikut hadir dalam acara tersebut antara lain ada Dominikan Awam (dari Pontianak), Legio Maria (Gabungan Pontianak dan Singkawang) dan Ordo Fransiskan Sekular (Persaudaraan Singkawang).

Acara sudah disetting khusus untuk umatnya yang di Lapas, sebagai hiburan  Uskup sendiri langsung menyediakan tim musik Komsos Keuskupan Agung Pontianak dalam rangka Natal bersama kali ini. Seperti biasa, sebelum masuk dalam misa perayaan Natal bersama, Uskup selalu mendahului dengan pantun. Ada tiga pantun yang membuat suasana sebelumnya tegang menjadi lebih cair.

Kemudian  Agustinus memberikan peneguhan kepada semua umatnya untuk tetap berjuang dan menyadari bahwa manusia bukanlah apa-apa tanpa campur tangan dari Tuhan. Dia berpesan kepada semua umat terlebih secara khusus mereka yang berada di Lapas Singkawang. “Kita ini semua diciptakan Tuhan, dan kita semua ini juga suatu ketika akan kembali kepada Tuhan. Natal adalah bukti bahwa Tuhan, tetap mencintai kita siapapun kita. Untuk Itulah Tuhan Yesus lahir ke dunia, agar kita selamat dan tentu saja dengan syarat, ikut ajaran-ajarannya,” ujarnya. 

Setelah misa selesai, semua para umat berfoto bersama dengan  uskup. Sambil menyiapkan acara selanjutnya, makan dan bernyanyi bersama dalam rangka menikmati suasana Natal.  Nasi kotak, jeruk, air mineral, air kaleng dan roti sudah disiapkan untuk santapan makan bersama dengan para narapidana. Panitia gabungan dari Singkawang dan Pontianak ini membagikan bingkisan makanan kepada semua umat. Suasana makan bersama diwarnai dengan nyanyian Uskup sambil mengajak para Napi untuk menyumbangkan suaranya juga. 

Bagaimana tanggapan Narapidana? Inisial “R” (umur 20 tahun) dan baru dua puluh hari berada di Lapas terkena kasus pencurian. Dia terisak-isak menangis karena merasakan sentuhan atas kunjungan  Uskup dan sekaligus menyesali apa yang dia buat. “Saya merasa malu, menyesal, dan tidak pantas untuk kembali lagi ditengah keluarga saya. Akibat ekonomi dan saat itu memang serasa tidak ada jalan lain lagi. Saya akan berjanji, saya tidak akan melakukan lagi, terima kasih banyak kepada  Bapa Uskup yang mau memberikan peneguhan dan kekuatan kepada saya pribadi,” ujarnya.

Komentar yang sama oleh Inisial “A” akibat kecelakaan yang menewaskan orang, baru-baru masuk dalam lapas. Masih pucat mukanya akibat trauma kecelakaan kini mencair setelah mendapat peneguhan dari Uskup Agung.  Sambil terbata-bata, dia mengatakan: “saya senang sekali, dikunjungi dan ikut merayakan natal bersama. Tidak terpikirkan sebelumnya, saya boleh ikut perayaan cara Katolik,” ujarnya.

Selaras dengan itu, inisial “B” juga berkomentar sama. Ia mengaku senang karena kunjungan ini bisa meneguhkan sekaligus menguatkannya semasa ia menjalani hukuman ini.  Sebagai perwakilan kata sambutan dari Napi, inisial ‘H’mengatakan; “kita boleh ‘dicap’ sebagai narapidana, tetapi ingat satu hal, mental kita jangan sampai mental narapidana,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait