Usaha Amplang Ikan Tenggiri; Jelang Lebaran, Pesanan Ludes hingga 80 Kilogram Perhari

Usaha Amplang Ikan Tenggiri; Jelang Lebaran, Pesanan Ludes hingga 80 Kilogram Perhari

  Selasa, 5 July 2016 09:53
PRODUKSI AMPLANG: Sakniah (memegang ikan), pemilik usaha produksi amplang ikan tenggiri, ketika berada di lokasi produksi amplang miliknya di Teluk Batang. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Menjelang Idulfitri, Sakniah disibukkan dengan berbagai pesanan dari para konsumen. Sepanjang penghujung Ramadan ini, dia bahkan harus melayani 70 hingga 80 kilogram perhari amplang yang dipesan. Sedangkan untuk hari biasa, pesanan yang diterimanya tidak sampai 60 kilogram. Produksi amplang ikan tenggiri yang telah digelutinya sejak 2011 di Kecamatan Teluk Batang tersebut, memang menjanjikan prospek yang mencerahkan.

DANANG PRASETYO, Teluk Batang
“SUDAH sejak 2011 saya membuka usaha amplang ini sampai sekarang. Awalnya saya hanya belajar sendiri, bagaimana dalam pembuatan amplang itu? Dengan menggunakan bahan seperti ikan tenggiri, bumbu-bumbu, minyak goreng, dan bahan penyedap rasa. Kalau untuk rasa tinggal menyesuaikan saja,” terang Sakniah, pemilik usaha pembuatan ampang ikan tenggiri, Sabtu (2/6) di Teluk Batang.
Untuk pemasarannya sendiri, bahkan, saat ini dia sudah mampu mencapai pasaran Amerika, Taiwan, Thailand, Malaysia, Batam, termasuk Pulau Jawa. “Pemesanan amplang kalu menjelang lebaran kali ini cukup menigkat. Yang bisanya perhari hanya 50 sampai 60 kilogram. Dan untuk menjelang lebaran lebih dari 80 kilo perhari,” ucapnya.
Berserta 11 karyawannya dia bahkan kerap kewalahan untuk dapat memenuhi pesanan dari para konsumen. Apalagi seperti saat ini menjelang lebaran. “Ini sudah ada pesanan yang kita tolak. Karena takut tidak terpenuhi. Apalagi sebelum lebaran saja pesanan sudah cukup banyak,” terang Sakniah di sela-sela kesibukannya.
Mengenai hal ini, salah satu konsumennya, Aris, mengatakan, untuk membeli amplang menjelang lebaran, memang sudah menjadi tradisi bagi dirinya. Dengan adanya tempat produksi amplang di Kayong Utara, menurut dia, menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi untuk pilihan rasanya, diakui dia, juga cukup banyak.
“Memang di Ketapang juga ada tempat produksi amplang. Tetapi kalau memang sudah ada di Kayong Utara tempat produksinya kenapa harus jauh-jauh untuk membeli? Masalah rasa menurut saya tidak kalah juga. Jadi cukup disini saja kalu saya ingin membeli (Teluk Batang, Red),” ucapnya.
Dirinya berharap, dengan adanya produksi amplang seperti ini, dapat terus menyerap tenaga kerja masyarakat setempat. “Contoh, untuk amplang ini ada di Teluk Batang. Tentunya dapat menyerap tenaga kerja  juga,” ungkapnya. (*)

 

Berita Terkait