Upaya Dishubkominfo Perkuat KIM

Upaya Dishubkominfo Perkuat KIM

  Selasa, 9 Agustus 2016 09:08
/SOSIALISASI: Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero membuka kegiatan Sosialisasi Jurnalistik Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kapuas Hulu yang digelar Dishubkominfo setempat di GOR Kecamatan Hulu Gurung, 6 Agustus lalu. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Perkembangan teknologi informasi sudah semakin pesat, siapa pun dapat dengan mudah mengakses informasi dari berbagai belahan dunia. Karenanya, sistem komunikasi informasi menjadi kebutuhan dasar setiap orang, terlebih bagi pemerintah. Untuk itu, informasi harus dikelola dengan baik, karena sangat berperan dalam mendukung kebijakan pembangunan di sebuah daerah.

MUSTA’AN, Nanga Tepuai

DEMIKIAN disampaikan Wakil  Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero ketika membuka Sosialisasi Jurnalistik untuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dishubkominfo, Kabupaten Kapuas Hulu, di Nanga Tepui, Kecamatan Hulu Gurung, Sabtu (6/8) lalu. Sebagai komunitas yang bersentuhan langsung kemasyarakat, KIM, menurutnya, memiliki peranan strategis dalam menyebarluas informasi.

Dijelaskan dia bahwa KIM dibentuk pemerintah sebagai implementasi dari berbagai kepentingan masyarakat. Memberdayakan komunikasi sosial antara masyarakat dan pemerintah, baik di daerah hingga ke pusat, guna meningkatkan kemampuan masyarakat mengakes informasi yang tengah berkembang. “Jadi fungsi KIM ini sangat besar, terlebih banyak kebijakan yang perlu dikawal KIM ini,” ujar Wabup.

Ditegaskannya, setiap informasi yang berkembang harus disaring dan dikemas dengan baik, sehingga bermanfaat untuk publik. Menurutnya, keterbukaan informasi publik menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. “Keterbukaan informasi publik merupakan ciri penting sebuah negara demokrasi, untuk melindungi seluruh warga negara hingga pelosok desa,” terangnya.

Menurutnya, tidak dapat dipungkiri lagi, dalam pengelolaan informasi menemui banyak kendala. Untuk itu Anton, sapaan karibnya, berharap agar KIM yang telah terbentuk dan dibekali ilmu jurnalistik, mampu mengaplikasikan keterampilannya, dalam mengelola informasi dengan didukung teknologi yang memadai. “KIM harus mampu mengelola dan menghadirikan informasi yangbaik,”kata politisi PKPI ini.

Tentu informasi yang disajikan, menurut dia, harus bersumberkan informasi yang terpercaya dan aktual di dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut Wabup, KIM sebagai ujung tombak desa dalam memberi informasi pembangunan hingga ke kabupaten. Maka, ditegaskan dia agar KIM didukung oleh aparatur desa. “Kades juga perlu mendukung kinerja KIM agar bisa berjalan dengan baik,” pintanya.

Sementara itu, pelaksanatugas (Plt) Kepala Dishubkominfo Kabupaten Kapuas Hulu, Abdul Halim, mengungkapkan jika KIM baru dibentuk pada 2015 dan akan terus dibina. Saat ini, diakui dia, baru terbentuk di sembilan kecamatan, dengan jumlah 13 kelompok. "Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas KIM dalam mendukung akses layanan informasi dilingkungan masyarakat, agar informasi bisa berjalan dengan lancara,” ujar Halim.

Dia berjanji akan selalu terbuka atas informasi yang tengah berkembang, untuk disampaikan ke Dishubkominfo. Untuk memudahkan akses informasi, beberapa KIM telah mereka beri bantuan radio. Selain itu, Kapuas Hulu juga, menurut dia, mendapat bantuan tower jaringan handphone untuk membuka daerah blankspot disejumlah kecamatan. “Ini untuk memudahkan KIM dalam bekerja,” terang Halim.

Pada kesempatan yang sama, Camat Hulu Gurung Baharudin mengaku menyambut baik atas terselenggaranya sosialisasi jurnalistik KIM Kabupaten Kapuas Hulu di kecamatannya.  “Kami berterima kasih atas kepercayaan Dishubkominfo yang telah memilih Kecamatan Hulu Gurung sebagai tempat pelaksana kegiatan. Dari karena kegiatan ini banyak manfaat diraskan,” ungkap dia.

Dikatakannya lagi, teknologi informasi sangat dibutuhkan masyarakat saat ini, dalam mengubah pola paradigma ke arah yang lebih maju. Baharudin memisalkan peran KIM dalam memberi pemahaman dan informasi yang akurat terhadap isu yang tengah berkembang, seperti masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Informasi yang benar tentang Karhutla harus masyarakat dapatkan,” paparnya.

Seperti, dimisalkan dia, larangan membuka lahan dengan cara membakar, lantaran bertentangan dengan Undang-undang dan Instruksi Presiden. “Memang kami sering ditanya bagaimana kita berladang, sementera kita tidak boleh membakar?” kata dia.

Melalui KIM, dia berharap agar informasi dapat disampaikan dan diterima secara jelas oleh masyarakat. “KIM berperan strategis. Diharapkan KIM bisa berjalan sesuai harapan,” tutur dia.(*)

Berita Terkait