Umrah Sekaligus Syuting

Umrah Sekaligus Syuting

  Senin, 5 November 2018 09:24
SYUKURAN: Pemain dan tim produksi film Dua Surga Dalam Cintaku saat syukuran di Jakarta, Kamis (1/11). IMAM HUSEIN/JAWAPOS

Berita Terkait

Produksi Film Dua Surga dalam Cintaku

JAKARTA – Film drama religi Dua Surga dalam Cintaku segera memulai proses syuting. Produksi Cakrawala Studio Film itu diadaptasi dari novel karya wartawan senior (alm) Atho Al Rahman. Yang istimewa, pengambilan gambar akan dilakukan di Makkah, Madinah, dan Jakarta. Kamis (1/11) tim produksi mengadakan syukuran di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta.

Sutradara Kiki Nuriswan menuturkan, almarhum Atho ingin novel itu difilmkan. ”Idenya tercetus sejak 2015. Hampir terwujud, beliau berpulang pada 12 Oktober lalu,” ungkapnya.

Sabtu (3/11), cast dan kru terbang ke Madinah, berlanjut ke Makkah. Mereka dijadwalkan berada di sana hingga 11 November. Syuting di Tanah Suci melibatkan tim kecil. ”Niatnya ibadah umrah, di sela-selanya sambil syuting. Bismillah lancar,” tutur Kiki. Setelah itu, dilanjutkan syuting di tanah air mulai 15 November. Mengambil lokasi di kawasan Jakarta dan Bogor.

Film Dua Surga dalam Cintaku menceritakan kisah Arham, mahasiswa tingkat akhir di universitas Islam di Jakarta; dan teman semasa kecil, Husna. Mereka saling mencintai. Hingga mereka bersatu dalam ikatan pernikahan. Husna mengidap kanker otak dan divonis dokter hidupnya tidak lama lagi. Arham bertekad mendampingi sang istri.

Di sisi lain, muncul Zilka, perempuan yang sempat terjerumus ke dunia gelap. Arham pernah menolongnya. Pertemuannya dengan Arham mendorong Zilka untuk berubah menjadi lebih baik. Husna dan Zilka kemudian saling kenal. Arham dihadapkan pada dilema, antara permintaan sang istri dan kesetiaannya. 

Aliff Alli dipercaya memerankan tokoh Arham. Keira Shabira menjadi Husna dan Yuki Kato sebagai Zilka. Bagi Aliff, peran Arham merupakan tantangan besar baginya. ”Arham sosok pemuda alim, kalem, jauh dari pribadi aku yang agak keras,” tutur pria 27 tahun itu.

Bagi Keira Shabira, perannya sebagai Husna cukup berat. Apalagi sebelumnya dia bermain di genre horor dan thriller. ”Husna harus tetap jadi orang yang ceria di tengah keadaannya yang sakit parah,” ujarnya. Banyak pesan moral yang disajikan dalam film tersebut. Tentang cinta dan keikhlasan.

Executive Producer Abhie D. Oktafoma menyatakan, sejak awal bertemu dengan almarhum penulis, dirinya langsung tertarik dengan ceritanya. Etty Kadriwaty, istri (alm) Atho Al Rahman yang juga executive producer, menuturkan bahwa di dalam novel itu banyak nilai syiar. ”Ketika dibuat film, tujuannya bisa memberikan kebaikan kepada masyarakat. Semoga bisa diterima dengan baik dan disenangi masyarakat,” ucapnya.

Ditemui dalam kesempatan terpisah, Yuki Kato mengaku deg-degan bakal syuting sembari umrah. ”Ini pengalaman pertama saya umrah. Dag-dig-dug nyiapin mental. Doain ya,” ungkapnya saat dijumpai di Jakarta Selatan Kamis malam (1/11). (nor/c6/nda)

Berita Terkait