UMP 2019 Naik 8,03 Persen

UMP 2019 Naik 8,03 Persen

  Rabu, 17 Oktober 2018 10:00

Berita Terkait

JAKARTA – Pemerintah menaikkan upah minimum provinsi (UMP) 2019 dengan kenaikan rata-rata 8,03 persen. Persentase kenaikan tersebut menurun jika dibandingkan dengan kenaikan UMP 2018 sebesar 8,71 persen dan pada 2017 sebesar 8,25 persen. Kenaikan UMP itu terungkap dalam surat edaran (SE) kepada gubernur di seluruh Indonesia tertanggal 15 Oktober 2018. 

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyatakan, kenaikan UMP 8,03 persen ditentukan berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Aspek inflasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi instrumen pertimbangan. ”Jadi, ini bukan keputusan dari menteri tenaga kerja,” ujarnya setelah menghadiri rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, kemarin (16/10).

Berdasar data yang diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS), lanjut Hanif, inflasi ada di angka 2,88 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,15 persen. ”Sehingga kalau dikombinasikan antara angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi itu sebesar 8,03 persen,” imbuhnya.

Data tersebut, terang menteri asal PKB itu, sudah disampaikan kepada gubernur yang memiliki kewajiban menetapkan upah minimum provinsi per 1 November. Dia berharap gubernur bisa memproses penetapan UMP 2019 masing-masing sesuai dengan ketentuan PP 78/2015.

Meski demikian, sejumlah provinsi masih diperbolehkan melakukan penyesuaian KHL (kebutuhan hidup layak). ”Tetapi, basic dari peningkatan UMP tahun 2018 ini yang akan dilaksanakan tahun 2019 adalah 8,03 persen,” ucapnya. (far/tau/agf/c9/agm)

Berita Terkait