Umat Katolik Mengenang Wafat Yesus Kristus

Umat Katolik Mengenang Wafat Yesus Kristus

  Sabtu, 20 April 2019 09:53
MENCIUM: Seorang umat mencium kaki Yesus saat peringatan Jumat Agung, kemarin di Gereja Keluarga Kudus Kota Baru, Pontianak.

Berita Terkait

PONTIANAK – Ibadat Jumat Agung di Gereja Katolik Keluarga Kudus Kota Baru, Pontianak pada Jumat (19/4) digelar dua kali, yakni pukul 13.00 dan pukul 16.00. Pada pagi hari, pukul 07.00 digelar jalan salib, untuk mengenang kisah sengsara Yesus Kristus.

Umat sudah memasuki gereja sejak pukul 12.00 untuk mengikuti ibadat Jumat Agung yang pertama, pukul 13.00. Kendati hujan mengguyur Pontianak pada pukul dua belas, umat terus berdatangan. Gereja berkapasitas ribuan orang itu tak bisa menampung jumlah umat yang datang. Panitia Paskah 2019 mendirikan tenda di halaman gereja untuk menampung sebagian umat lainnya. Sejumlah anggota kepolisian berjaga di luar gereja untuk memastikan keamanan umat mengikuti ibadat.

Ciri-ciri yang menandakan perayaan Jumat Agung, di antaranya, ruangan gereja dikosongkan dari berbagai benda perhiasan, termasuk kain penutup altar. Ini sebagai tanda duka cita. Pada ibadat Jumat Agung ada penghormatan salib. Umat maju dan mencium luka kaki Yesus. Hal ini sebagai tanda hormat pada Yesus yang telah menderita sengsara demi orang-orang berdosa. 

Ibadat dipimpin Pastor Yulianus Astanto Adi CM. Ada tiga bagian dalam ibadat Jumat Agung, yakni ibadat sabda yang dilakukan untuk menghidupkan iman atas kekuatan wafat Yesus; penghormatan salib yang dimaksudkan untuk memusatkan perhatian pada salib sebagai sumber kebahagiaan; dan komuni yang dilakukan untuk memberi kesempatan memetik buah salib.

Kisah sengsara Yesus dinyanyikan secara bergiliran oleh petugas dan pemimpin ibadat. Mereka berperan sebagai narator, pilatus, Yesus, dan orang-orang lainnya. Umat mengikuti dengan hikmat. Kisah sengsara diambil dari Injil Yohanes. Pada beberapa bagian diselingi dengan nyanyian oleh kelompok paduan suara.

Pastor Astanto, dalam homili singkatnya, mengajak umat membayangkan perasaan Yesus ketika di kayu salib. Apa kira-kira perasaan Yesus. “Sampai hari ini, saya tidak mampu menggambarkan, bahkan mengikuti apa perasaan Yesus,” kata Astanto. 

Tetapi, tambah dia, pengorbanan seseorang menunjukkan seberapa besar kasih sayangnya terhadap orang-orang yang dicintainya. “Itulah yang terjadi pada Yesus,” katanya. 

Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafat-Nya di Golgota. Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat.

Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit. (mnk) 

Berita Terkait