Umat Hindu Sukadana Sambut Nyepi; Panjatkan Harapan untuk Keutuhan NKRI

Umat Hindu Sukadana Sambut Nyepi; Panjatkan Harapan untuk Keutuhan NKRI

  Sabtu, 17 March 2018 08:11
PERSIAPAN NYEPI: Ratusan umat Hindu di Kampung Bali, Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, saat akan menggelar sembahyang menyabut Hari Raya Nyepi 1 Saka 1940, yang jatuh pada hari ini. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Menyambut Hari Raya Nyepi, ratusan umat Hindu menggelar ibadah di Pura Perimpangan Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Jumat (16/3). Ratusan umat Hindu tersebut merupakan warga Bali yang telah puluhan tahun bermukim di Negeri Bertuah ini.

Ketua Banjar atau ketua adat warga Bali di Desa Sedahan Jaya, I Ketut Sukawan, menjelaskan, sebelum merayakan Nyepi, umat Hindu melaksanakan ibadah melasti dan mekies, selanjutnya melakukan pembersihan. "Seperti biasa, kita lakukan sebelum Hari Raya Nyepi. Melakukan sembahyang bersama umat Hindu lain di Sedahan Jaya. Salah satu yang telah kita lakukan melasti. Kali ini lanjutan dari rangkaian yang ada," terangnya ditemui di Pura Pemangkang atau Pura Persimpangan Desa Sedahan Jaya, Jumat (16/3).

Sosok berusia 47 tahun ini menjelaskan bahwa sebenarnya untuk sembahyang dilaksanakan kemarin sore. Namun berhubung kali ini mereka harus kembali melakukan ibadah di Bagasing, maka ritual dilaksanakan mereka pada siang hari.

"Untuk hari ini ada dua kali ibadah. Sekali di Pure Persimpangan ini, satu kali di pure yang ada di Bagasing gak," terang pria yang mengenakan busana putih ini. 

Dijelakan dia mengenai ritual sembahyang ini dilakukan dengan tujuan yang sama. Mereka melakukan pembersihan di sekitar lingkungan rumah-rumah masing-masing sebelum tibanya Nyepi.  

"Kita melakukan penertiban, kalau bahasa kampungnya, agar setan-setan yang ada jauh, karena kita mau nyepi, agar kita merasa tenang setelah adanya pembersihan itu," jelasnya. 

Ketut menaggapi terkait kebijakan yang diambil pemerintah pada pelaksanaan Nyepi di Bali, yang meniadakan untuk sementara segala bentuk aktivitas maupun komunikasi. Menurut dia, itu merupakan hal yang wajar. Karena, untuk di Denpasar sendiri, diakui dia merupakan daerah internasional. 

"Kalau di Bali meniadakan segala bentuk aktivitas hingga komunikasi maupun lokasi wisata untuk tidak dikunjungi menjadi suatu hal yang wajar. Karena untuk di Bali merupakan daerah wisata dan telah diakui pihak internasional. Sedangkan untuk di Sedahan Jaya ini hanya berlaku untuk umat Hindu saja. Dengan tidak melakukan segala aktivitas, bepergian, dan memadamkan lampu selama 24 jam," bebernya.  

Untuk Nyepi tahun ini, dijelaskan dia, juga  bertepatan dengan kalender jatuhnya hari raya suci Saraswati, di mana umat Hindu akan kembali sembahyang pada pukul tiga pagi. Selanjutnya pada pukul 6.00 pagi seluruh umat Hindu yang ada, menurut dia, baru melaksanakan ibadah puasa.

"Tahun ini ternyata bertepatan juga dengan hari raya Saraswati. Biasanya untuk hari raya itu kami sembahyang jam 7.00 pagi. Tetapi untuk tahun ini kami sembahyangnya akan dilakukan jam 3.00 pagi," ungkapnya.  

Untuk rasa toleransi sesama masyarakat di Desa Sedahan Jaya, dirinya mengakui sangat menjunjung tinggi dukungannya. Bahkan selama ini kata dia, tidak pernah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Masyarakat di sini saya rasa sangat mendukung dengan adanya sembahyang yang kami lakukan saat ini. Untuk rasa toleransinya juga sangat baik, dan selama ini hubungan kami dengan masyarakat lain baik-baik saja," katanya lagi.

Pada perayaan Nyepi tahun ini, dirinya berharap keutuhan NKRI dapat terus terjaga. Harapan serupa, menurut dia, juga dipanjatkan masyarakat di Kayong Utara dan juga masyarakat Desa Sedahan Jaya.

"Kita setiap sembahyang selalu memohon kepada Yang Kuasa agar bisa melindungi semuanya.  Apa lagi saat ini menjelang Pilkada, dan kita inginkan pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan aman, tanpa keributan. Karena selama ini kami selalu hidup rukun, dan juga pada pemerintahan. Kalau memang itu berjalan, tentunya kami sebagai masyarakat kecil sangat bangga," ujarnya.   

Sementara itu Babinkamtibmas Desa Sedahan Jaya Brigadir Arwantus Ricky menjelaskan, untuk pelaksaan sembahyang umat Hindu di Desa Sedahan Jaya dipastikan dapat berjalan dengan baik. Hal tesebut tentunya, diakui dia, tidak lepas dari dukungan dan adanya rasa toleransi sesama dari masyarakat umat lain di desa tersebut.

"Untuk masyarakat di Desa Sedahan Jaya ini saya sangat yakin rasa toleransinya cukup tinggi. Seperti yang kita lihat, untuk pure yang berdekatan dengan gereja, dan juga berdekatan dengan permukiman warga muslim. Selama ini kerukunan antarumat beragama sangat terjaga," timpalnya. 

Ia menjelaskan, agar dapat terus menjaga keharmonisan antarumat beragama di Desa Sedahan Jaya, dirinya bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan juga perangkat desa selalu mengadakan sosialisasi, agar dapat selalu menjaga toleransi.  

"Kalau dari kita Polri, selalu mengampayekan NKRI harga mati. Kemudian kita juga terus berusaha agar dapat meningkatkan rasa cinta terhadap sesama walau terdapat perbedaan satu sama lain," pungkasnya. (dan)

Berita Terkait