Ujung Jari Datangkan Kebutuhan Dapur Ibu

Ujung Jari Datangkan Kebutuhan Dapur Ibu

  Selasa, 19 July 2016 09:56
SIAP ANTAR: Dwi Ruziyanti (32), Istri dari sang pemilik usaha “Belanje Dapok”, Ismayudi (34), sedang mengemas pesanan sembako segar di rumahnya, Senin (18/7). Setelah dikemas rapi, pesanan siap diantar ke konsumen. MIFTAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Semakin maju sistem informasi dan komunikasi di dunia, semakin banyak pula peluang yang dihadirkan dalam dunia usaha. Sosok pria muda ini pun mengambil satu peluang jasa antar jual beli yang cukup unik. Ia fokuskan usahanya pada jasa antar belanja kebutuhan dapur.

Miftahul Khair, Pontianak

PERUSAHAAN rintisan yang kian menjamur di kota-kota besar di Indonesia menumbuhkan semangat yang sama di daerah, khususnya di Kalimantan Barat. Berbagai perusahaan rintisan bermunculan, menyusul tren yang kian panas ini. Mereka berusaha menjawab pertanyaan mereka sendiri, mampukah industri berbasis online tumbuh di Pontianak?

Lonjakan teknologi di bidang informasi secara tidak langsung memaksa masyarakat Indonesia agar lebih siap dalam menghadapi segala kemudahan dan kekurangan yang ditawarkan. Masyarakat yang jeli, berlomba mendirikan perusahaan rintisan untuk ikut adu sikut dalam dunia industri kreatif digital yang menawarkan keuntungan yang menggiurkan.

Pada segmen jasa kurir dalam kota, pengusaha muda di Pontianak sudah menemukan inovasi baru yang dapat mengundang perhatian masyarakat. Lalu bermunculanlah perusahaan rintisan dengan berbagai ide dan pangsa pasarnya masing-masing.

Pria muda ini, terinspirasi dari seorang temannya yang membuka usaha seperti layaknya Gojek atau ojek online lainnya. Ismayudi (34), membuka satu usaha unik bernama “Belanje Dapok” di mana, ia memfokuskan usahanya pada jasa pesan antar belanja kebutuhan dapur, atau biasa disebut sembako.

Ia mengaku sempat terpikir untuk menjalankan usaha serupa ojek online. Tetapi menurutnya, usaha layaknya gojek itu cukup sulit jika dijalankan di Pontianak yang notabene angkutan umum pun sangat sedikit di sini. “Warga kota lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi mereka masing-masing,” jelas Yudi saat Pontianak Post mendatangi kediamannya, Senin (18/7) siang.

Respon masyarakat memang masing sedikit pada usaha ini. Pada awal usaha,Yudi bercerita ia bahkan hanya mendapatkan untung sekitar Rp2.000 perhari. angka itu sudah dipangkas oleh upah pegawainya, dan biaya lain.

“Usaha harus dari nol dulu. Jangan mikir untungnya dulu,” kata Yudi yakin. Sebisa mungkin, saat ini ia selalu mengusahakan agar pelanggannya terus bertambah. Karena Yudi berkeyakinan, untung yang sedikit dapat ditutupi dengan banyaknya pesanan yang menghampirinya. “Bagaimana saya dapat mengumpulkan konsumen sebanyak-banyaknya dan usaha ini dapat berjalan dan terus berkembang,” ujarnya lagi.

Ia menceritakan, menjalankan usaha ini ia harus bangun lebih awal dari biasanya. Seusai ibadah subuh ia akan bersiap menjalankan rutinitas barunya ini. “Pagi-pagi sekali saya turun belanja ke pasar,” katanya. Ia lalu mencari pesanan belanjaan dari konsumennya ke pasar, Terutama ke agen-agen yang sudah menjadi temannya sejak lama. Sehingga harga dari barang belanjaan itu tidak terlalu tinggi dan dapat bersaing. Harganya yang ia patok mungkin berada sedikit di atas pasar induk, tetapi Yudi yakin harganya berada di bawah pasar modern.

Seusai mencari pesanan konsumen, belanjaan tidak akan diantar begitu saja ke konsumen. Ia akan mengemas belanjaan ke dalam kemasan khusus berbahan sterofoam dan plastik pembungkus layaknya kemasan mewah di pasar modern. Setelah dikemas rapi dan dikelompokkan berdasarkan jenis sembako dan tujuan konsumen, barulah pegawainya mengantarkan pesanan.

Usaha pesan antar belanja dapur miliknya masih bebas dari pungutan ongkos kirim. Memang ada radius jaraknya,” katanya. Karena tidak semua pesanan dapat ia layani, ia mencontohkan jika ada pesanan dari Kubu Raya atau dari Jalan Kom Yos Soedarso, yang dirasa cukup jauh dari kediamannya di Jalan Parit H Husein, Komplek Balimas 2, Gang Karya itu.

“Mungkin ketika jarak pesanannya jauh, akan ada komunikasi lagi dengan konsumen, apakah akan ada negoisasi ongkir tambahan,” jelasnya lagi. Sejauh ini standar kualitas yang dijaganya ada pada kemasan barang belanjaan, cara mengantar dan ketepatan waktunya.

Selama satu bulan berjalan, momen pertama kali menjalankan usahanya ialah ketika pada bulan Ramadhan dan jelang Lebaran lalu. Di mana ia berpikiran, ada banyak orang yang tidak memiliki waktu luang untuk berbelanja langsung ke pasar. “Terutama dari niatan menolong teman-teman itu tadi,” ujarnya.

Memang, target pasar yang Yudi targetkan ialah konsumen yang bekerja di kantoran. Terutama bagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk ke pasar. Peluang itu yang dengan cepat ingin ia tangkap. Selain kebutuhan belanja sehari-hari, Yudi pernah mendapatkan pesanan belanja dari konsumennya yang akan melangsungkan sebuah acara.

Dalam sehari, Yudi terbiasa melayani hingga 20 sampai 30 pesanan belanja. “itu di hari-hari yang sedang banyak pesanan,” ungkapnya. Di hari-hari biasa mungkin bisa hanya ada dua sampai tiga pesanan perhari. “Karena rumah tangga tidak belanja setiap hari,” tambahnya lagi. Pesanan pun akan menggunung pada saat akhir pekan atau tengah minggu.

Pemasarannya sendiri masih mengandalkan informasi yang ia sampaikan pada teman-teman dekatnya. Berdasarkan info dari mulut ke mulut itulah usahanya berhasil tersebar ke telinga temannya dan relasi lainnya. Pesan mulut ke mulut itu berhasil tersebar dengan luas ke kerabat dekatnya. “Kebanyakan saya dapat dari situ,” katanya.

Akan tetapi menurutnya, ia tak suka mengandalkan pesan berantai yang biasa dipilih beberapa orang untuk menyebarluaskan usahanya. Ia beralasan pesan berantai lewat aplikasi seperti BBM tidak efektif. Pesna tersebut dapat dengan mudah dilupakan para penerima pesan tersebut. “Saya tidak senang menggunakan broadcast BBM. Saya lebih senang mengabarkan usaha saya langsung ke teman saya sehingga pesan tersebut akan lebih tersampaikan. Dari sana, saya juga ingin tahu apa yang dibutuhkan oleh teman saya itu, dan mungkin mereka memiliki saran sendiri terhadap usaha ini” ujarnya. (*)

Berita Terkait