Ujian Nasional Disaat Banjir

Ujian Nasional Disaat Banjir

  Jumat, 1 April 2016 09:17
BANJIR: Beberapa kawasan Kapuas Hulu beberapa waktu lalu pernah terendam banjir. Ketinggian air sudah mulai surut, dengan harapan tidak sampai menganggu kelancaran ujian nasional SLTA sederajat. ISTIMEWA

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Ujian Nasional (UN) Sekolah Menegah Atas (SMA) sederajat yang akan dilaksanakan pada Senin 4 April mendatang sedikit berbeda dari tahun lalu. Terutama bagi para pelajar di daerah Sungai Kapuas, mereka mengikuti ujian disaat sekolah mereka dilanda banjir. Untuk itu sekolah penyelenggara mesti mengambil kebijakan terkait waktu dan tempat penyelenggaraan ujian.

Terkait kondisi banjir saat ini Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Kapuas Hulu menyerahkan sepenuhnya kesuksesan penyelenggaraan UN pada sekolah-sekolah penyelenggara yang telah ditunjuk. Seperti diungkapkan Kasi Kurikulum Disdikpora Kabupaten Kapuas Hulu, Itoni, dia mengatakan, yang perlu disikapi sekolah penyelenggara UN adalah masalah banjir saat ini.

Meski banjir, sambungnya lagi, UN harus sesuai jadwal yang telah ditetapkan, apa pun yang terjadi. “Memang banjir ini keadaan alam. Kalau terancam terendam, sekolah pelaksana harus bisa menindak lanjuti dengan opsi lain," katanya, Rabu (30/3).

Menurutnya, jadwal UN tidak bisa mundur ataupun dimajukan, sebab itu berlaku diseluruh Indonesia. Dari itu konsekuensinya, apa pun terjadi.

Kepala sekolah di tempat pelaksanaan UN harus bijak mencari solusi. "Kami dari dinas mempercayai sepenuhnya masalah itu, karena jadwal tidak bisa berubah-ubah,"tegas Itoni.

Terkait distribusi LJK (Lembar Jawaban Komputer) dan naskah soal UN. Distribusikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu dan diteruskan ke sekolah pelaksana. “Pendistribusian soal sempat hadapi masalah banjir, tapi tidak menjadi kendala yang membatalkan distribusi,” jelasnya.

 Dia mengatakan, distribusi soal sudah dilakukan ke sekolah pelaksana tanggal 29 Maret, penyerahannya dikawal pihak keamanan. “Tempat pengamanan LJK dan naskah soal ada yang di Polsek, ada juga yang di sekolah pelaksana, tetapi tetap dijaga oleh kepolisian," terang Itoni.

Menurut Itoni, sekolah pelaksana UN yang rawan terkendala banjir adalah sekolah yang berada di kecamatan Embaloh Hilir, Bunut Hilir, Jongkong, Selimbau, Suhaid, Semitau dan Silat Hilir. “Daerah-daerah ini rawan banjir. Sekolah pelaksana UN di sana harus hati-hati," ucapnya.

Ia memaparkan, terkait proses UN pada tahun ajaran 2015-2016 tetap masih sama dengan tahun ajaran sebelumnya. “Untuk SMA ada 6 mata pelajaran IPA dan IPS yang di-UN-kan. Jadwalnya 4-6 April. UN ini berbasis kertas atau paper based test,” papar Itoni.

UN berbasis kertas ini akan diperiksa tim dari Universitas Tanjungpura Pontianak. Sebab universitas tersebut sudah ditunjuk BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan Pusat) untuk mengolah LJK UN SMA sederajat di seluruh Kalbar oleh kementerian terkait.

Selain berbasis kertas, kata Itoni, Kapuas Hulu tahun ini sudah mulai UN dengan berbasis komputer atau computer based test, ini untuk SMKN 1 Putussibau. SMKN ini sudah ada 73 komputer, begitu juga jaringan internetnya. “Nanti SMKN ada 4 mata pelajaran yang diujiankan. UN mereka ini dinilai langsung oleh BSNP.Untuk SMA umum akan dicoba dilaksanakan UN berbasis komputer," terang dia.

Untuk peserta ujian, papar Itoni, SMA, MA, SMA LB jumlah peserta ujiannya 2.032 orang yang terdaftar. Sedangkan untuk SMK berjumlah 183 orang. Ini meningkat dari tahun lalu. “Terkait jumlah ruang ujian ada 143 ruang, baik SMA, SMK, Madrasah Aliah dan SMA Luar Biasa,” papar Itoni. Pada pengawasan pelaksanaan UN ini Disdikpora Kapuas Hulu hanya sebagai tim monitoring pelaksanaan.  Selain itu ada juga pengawasan dari aparat keamanan, komite sekolah serta ada juga tim monitoring dari provinsi Kalbar. Sementara untuk standar kelulusan, ditentukan sekolah masing-masing yang ditentukan melalui rapat dewan guru di sekolah yang bersangkutan. "Bisa jadi standar sekolah yang satu berbeda dengan standar kelulusan di sekolah lain. Kelulusan tidak semata di UN,” jelasnya.(aan)

Berita Terkait