UBSI Kampus Pontianak Kembali Gelar Sertifikasi Kompetensi

UBSI Kampus Pontianak Kembali Gelar Sertifikasi Kompetensi

  Senin, 8 July 2019 09:47
Pembekalan: Mahasiswa program studi sistem informasi UBSI ikuti pembekalan sertifikasi kompetensi progammer yang akan diujikan pada awal Agustus mendatang. SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI ) Kampus Kota Pontianak kembali memberikan pembekalan sertifikasi kepada mahasiswanya guna mempersiapkan diri menjajal dunia kerja ketika lulus kelak. Kali ini, pembekalan sertifitkasi dikhususkan guna mendapatkan label kompetensi programmer untuk para mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, yang dilangsungkan di UBSI Kampus Kota Pontianak, pada (6/7) sore.

Asesor LSP UBSI Kampus Pontianak, Agung Sasongko mengungkapkan Pembekalan sertifikasi kompetensi progammer ini diadakan pihak universitas dengan tujuan untuk memberikan modal bagi mahasiswa yang nantinya akan menjadi alumni untuk siap menghadapi dunia kerja yang sangat ketat. Pengadaan sertifikasi ini sendiri, menurutnya merupakan salah satu langkah guna menjadikan setiap lulusan yang keluar dari UBSI memiliki modal atau bekal selain ijazah yang bisa dijadikan acuan bagi setiap alumni untuk berkompetisi dibidangnya.

“Tentunya harapan pihak universitas dengan digencarkannya pembekalan seperi ini, mereka (mahasiswa) bisa lebih mempersiapkan diri untuk mendapatkan sertifikat kompetensi itu,”katanya. Untuk medapatkan seritifkasi ini, kata Agung, pihak UBSI selalu mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Tentunya itu sudah sesuai dengan apa yang disyaratkan oleh kementerian komunikasi dan informatika yang telah disetujui di 26 unit kompetensi. Selain itu, beberapa persiapan juga telah dipersiapkan oleh pihak Prodi Sistem Informasi guna membekali mahasiswanya guna mendapat sertifikat kompetensi programmer yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa lulusan progammer UBSI telah berkompeten di bidangnya.

"Beberapa pembekalan yang kita berikan untuk sertifikasi kompetensi progammer diantaranya meliputi bagaimana mahasiswa menganalisa sistem, merancang tampilan, dokumentasi, membuat program, memperbaiki kesalahan program, mengukur kode program yang tertulis, hingga implementasi program sampai siap digunakan," ungkapnya.

Sementara untuk potensi mahasiswa sebelum mengikuti ujian sertifikasi kompetensi progammer Agustus mendatang, Ia mengatakan seluruh mahasiswa saat ini bisa terbilang cukup matang karena dari awal kuliah telah diajarkan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan kuriklum KKNI. "Saya yakin mereka mampu, karena dari awal masuk mereka sudah biasa dengan yang namanya progammer. Bisa dibilang ini sudah bidang mereka," tuturnya optimis.

Selain untuk menambah nilai jual guna mendapatkan pekerjaan nanti, Agung mengatakan seritifikasi sendiri menjadi sangat penting sebagai tolak ukur bagi mahasiswa ketika keluar dari UBSI nanti. Terkait apakah mahasiswa memiliki kompetensi untuk bersaing didunia kerja atau tidak nantinya, semuanya akan terlihat jelas dari hasil ujian sertifikasi kompetensi ini. Dia juga mengatakan untuk mendapatkan sertifikasi ini sudah ada standarisasi yang ditetapkan Undang-undang. Terlebih untuk sertifikasi ini bukan dikeluarkan oleh pihak universitas melainkan dari  BNSP. 

“Sertifikasi ini yang akan menjadi jaminan kepada mereka ketika memasuki dunia kerja di dunia usaha maupun industri di bidang pemprograman. Karena dizaman sekarang, ijazah tak jadi jaminan untuk bisa dapat kerjaan, maka dari itu sertifikasi bisa jadi solusi dan jadi nilai tambah bagi mereka ketika melamar kerja nantinya,” jelasnya.

Ketua Program Studi Sistem Informasi, M Sony Maulana beranggapan pembekalan sertifikasi ini diadakan karena sejalan dengan langkah UBSI Kampus Kota Pontianak yang saat ini sudah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP BSI) dan telah memiliki lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).  "Melalui pembekalan seperti ini, diharapkan setiap mahasiswa yang lulus kelak dari UBSI sudah memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang yang digeluti," ujarnya.

Dia berujar, pentingnya memberikan sertifikasi mahasiswa agar pihak kampus juga bisa melihat mata kuliah yang telah di sampaikan terukur mutunya berdasarkan ini. Ketika ujian kompetensinya lulus apakah calon alumni BSI ini berkualitas atau tidak.  "Jadi dengan sudah lulus artinya berkualitas berarti sudah punya daya saing. Kita tahu bahwa banyak pengangguran. Kalau alumni tidak bisa kerja di perusahaan, mereka bisa kerja sendiri dan buat technopreneur ," harapnya. (sig)

Berita Terkait