Ubah Galian Pasir Jadi Resort

Ubah Galian Pasir Jadi Resort

  Selasa, 6 March 2018 09:36

Berita Terkait

Suhardiman mulai berkecimpung di dunia bisnis ketika berusia 37 tahun. Mulai dari retail makanan hingga penginapan. Saat ini, ia mengembangkan penginapan yang menyatu dengan keindahan alam, yakni bukit hijau dan pantai. Inovasi pun terus dilakukannya.

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Bermula dengan membangun usaha retail makanan dengan menjual nasi goreng, kini Suhardiman membangun bisnis hotel dan resort. 

“Saya menikmati setiap proses yang berjalan. Kini, saya bisa membangun hotel dan sebuah resort yang berada di tepian pantai,” ungkapnya. 

Saat ditemui di Khayangan Resort, salah satu lokasi usahanya di Bengkayang, Sabtu (3/3), Suhardiman menyatakan telah memiliki tiga hotel di tiga lokasi berbeda. Ada dari Kubu Raya, Singkawang, dan Bengkayang. Ketiganya memiliki konsep berbeda yang mampu memanjakan pengunjung. 

Namun, saat ini Suhardiman lebih fokus pada pembangunan Khayangan Resort ini. Kehadiran resort yang berdampingan dengan Pantai Samudera Indah berawal dari khayalannya saat berkunjung ke Bali. Di Bali, dia banyak belajar dari resort-resort di sana dan berandai-andai bisa membangun sebuah resort yang berdampingan dengan alam. Terlebih, alam yang ada di Kalbar tak kalah jauh dengan Bali.

“Tekad saya adalah belajar dan mencoba menghadirkannya di Kalbar,” tuturnya.

Hadirnya konsep resort di Bali diyakini Suhardiman membuat pengunjung tak hanya menjadikan resortnya tempat istirahat, tapi pengunjung juga bisa menikmati keindahan alamnya. Dan, jalan untuk menggapai impiannya ini tak mudah. Perlu waktu 15 tahun proses pengerjaan resort yang memiliki 80 kamar ini. Waktu yang lama tak membuatnya letih dan stress. Ia justru menjadikannya sebagai ladang untuk belajar dan berpikir.  

Banyak orang mengatakan kehadiran resort di sebuah lahan wisata dapat merusak alam. Namun, Suhardiman membantahnya. Menurutnya, keberadaan resort justru dapat membangun, memelihara, dan mengelola alam lebih baik. 

Suhardiman menuturkan resort pribadinya ini kerap dijadikan lahan galian C. Bahkan, di beberapa spot tampak lubang-lubang besar. 

“Hadirnya resort berdampingan dengan pantai ini jadi daya tarik tersendiri. Resort menghadirkan keindahan dan kenyamanan. Bahkan, lubang besar bekas galian pasir saya jadikan danau buatan yang indah,” ungkapnya.

Suhardiman sengaja membiarkan tanaman asli berada di sekitar resortnya, seperti tanaman akasia. Setelah pembangunan resort selesai, ia akan kembali fokus untuk penataan tanaman. Agar nuansa yang dihadirkan semakin menampilkan keindahan alam, ia pun menggunakan batuan sebagai ornamen, serta kayu-kayu bekas. Estetika yang dihadirkan bernuansa modern, tapi kental akan nuansa alam Indonesia. 

Nama Khayangan Resort sengaja dipilih karena memiliki makna yang indah, yakni negeri di atas awan. Tak hanya resort sebagai tempat beristirahat baik turis dalam maupun luar mancanegara, Khayangan menghadirkan konsep family resort bernama Nirwana. Suasana di sekitar resort yang indah juga sangat pas dijadikan sebagai tempat mengikat janji suci pernikahan. Benar-benar tak kalah dengan Bali atau kota wisata yang memiliki pantai.  

Demi memberikan pelayanan jasa yang baik, Suhardiman menggunakan konsep manajemen internasional. Keinginan agar pengunjung bisa betah di penginapannya membuat Suhardiman selalu belajar. Kebetulan ia juga bekerja sama dengan partner yang merupakan warga Negara Perancis. Disini ia juga banyak bertukar pikiran. 

Kedepannya, Suhardiman berharap masyarakat dapat mengapresiasi secara baik resort yang dihadirkannya. Dimana masyarakat tak hanya melepas penat, tapi juga bisa menikmati keindahan alam yang telah disajikan. 

“Kenapa harus berwisata keluar jika provinsi sendiri memiliki objek wisata yang indah,” kata Suhardiman.  **

 

Berita Terkait