Uang di Balik Jasa Bersihkan Rumah

Uang di Balik Jasa Bersihkan Rumah

  Senin, 23 November 2015 15:25
PEMBERSIH GEDUNG: Jasa pembersih gedung tinggi masih belum banyak dilirik sebagai usaha menjanjikan. Namun tumbuhnya gedung-gedung bertingkat di Kota Pontianak membuat jasa ini cukup menarik untuk dikembangkan. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Setiap orang pasti mendambakan tempat hunian yang bersih. Sayangnya masih ada kendala untuk mewujudkan itu. Kesibukan yang tinggi, membuat seseorang tidak memiliki waktu luang untuk merawat rumahnya. Namun jangan salah, jasa untuk melakukan hal itu sudah ada. Probisnis akan mengulas tentang usaha ini.Ramses L Tobing

UMUMNYA orang mempekerjakan pembantu untuk membersihkan tempat huniannya. Namun ada juga yang memanfaatkan jasa cleaning service untuk mengatasi masalah kebersihan.Usaha seperti ini baru tumbuh di Kota Pontianak. Di kota-kota besar seperti Jakarta memakai jasa cleaning service adalah hal yang biasa. Karena baru tumbuh tentunya usaha ini minim kompetitor.Seperti dialami Fanny. Usaha ibu tiga anak ini baru berjalan sejak Februari 2015 lalu. Jasa yang ditawarkan seperti dry clean karpet, sofa, springbed, boneka, membersihkan udara kamar dan beberapa jasa lainya.

Fanny mengakui respon pelanggan cukup bagus ketika dirinya membuka usaha ini. Itu karena pelanggan tidak perlu repot-repot lagi membawa barang-barang mereka yang akan dibersihkan.Cukup ditelepon saja, maka petugas ke rumah pelanggan untuk menyelesaikan pekerjaannnya. “Jika datang ke rumah, maka pengerjaannya bisa lebih cepat dan harganya pun murah,” kata dia.

Menurut Fanny lama pengerjaan tergantung dari orderan yang masuk. Biasanya, untuk satu orderan pengerjaannya bisa memakan waktu dari 30 menit hingga satu jam.Hanya  saja usaha ini masih dalam skala kecil. Ini karena memang baru berdiri dalam hitungan bulan. Pelanggan pun terlalu ramai. Sehingga, dia masih bisa terjun langsung menemui pelanggan. Biasanya pengerjaan ini dilakukan saat akhir pekan.“Saat ini yang paling banyak di order membersihkan karpet dan permadani. Membersihkan udara kamar, springbned dan sofa juga lumayan ramai yang order,” ujar Owner Dry Clean.

Fanny menyebutkan dirinya masih bisa memberikan harga yang miring kepada konsumen. Itu karena pengerjaannya menggunakan listrik pelanggan. Pemakaian listriknya pun hanya 180 watt saja.Menurutnya ada alat khusus yang memang sudah disiapkan untuk mendukung usahanya ini. Tidak sulit membawanya ke rumah pelanggan. Membawanya, cukup dengan menggunakan sepeda motor. Wanita yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil ini juga menyediakan sabun khusus untuk dry clean.

Sebagian besar pelanggan Fanny adalah ibu rumah tangga. Namun ada juga dari tempat ibadah. Khusus ini Fanny tidak menentukan tarif. “Untuk Paud juga ada dan bedanya kami memberikan diskon,” ujar dia.Fanny menilai usaha sejenis sudah mulai tumbuh di Kota Pontianak. Hanya saja belum terlalu banyak. Sehingga persaingan antar pelaku usaha pun tidak terlalu ketat.**

Berita Terkait