Tuntut Uang Jasa Pelayanan

Tuntut Uang Jasa Pelayanan

  Rabu, 25 May 2016 10:07
DEMO: Sejumlah pegawai dan karyawan RSUD Sanggau saat melakukan demo dihadapan Direktur RSUD menuntut pembayaran jasa pelayanan 5 bulan terakhir. SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Pegawai dan Karyawan RSUD Demo

SANGGAU-Selasa (24/5) pagi sejumlah perwakilan pegawai dan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau berkumpul di pintu utama dan membentangkan spanduk bertuliskan “Keluarkan Jasa Pelayanan Kami”. 

Mereka menuntut pembayaran jasa pelayanan mereka yang tersendat dalam lima bulan terakhir. 

Demo tersebut dihadapi langsung oleh Direktur RSUD Sanggau, Edi Suprabowo yang didampingi Kabid Pelayanan RSUD, Muinah. Saling lempar argument pun disampaikan didepan pintu utama tersebut. Demonstrasi sempat menjadi tontonan para pasien yang sedang berobat. 

“Tahun ini, kami dari Januari belum dapat. Contoh BPJS, pengklaiman misalnya Januari, pembayaran di Februari. Paling tidak Maret kami sudah dapat. Ini belum sama sekali. Ini yang ingin disampaikan oleh rekan-rekan yang menggelar aksi pagi ini,” ujar perwakilan demonstran yang juga sebagai dokter umum, dr Horas Nainggolan kepada wartawan.

Meski menggelar demonstrasi, dia memastikan bahwa pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya, dia dan sejumlah pegawai serta karyawan hanya ingin menyampaikan bahwa ada hak yang belum tersampaikan. Sebelumnya, hal semacam ini tidak terjadi. 

Intinya, para demonstran ini menuntut adanya transparansi keuangan dan sistem pembagian jasa pelayanan. Kemudian pembagian jasa secara rutin dan honor tenaga kontrak sesuai dengan peraturan bupati (perbup). Hal ini berkaitan juga dengan klaim sisa BPJS tahun 2015 dari Bulan Maret serta Jamkesda Bulan November-Desember 2015 yang tidak tahu kemana. 

“Dampak keterlambatan ini akan kemana-mana. Kan kami sudah lakukan pelayanan, makanya kami berhak menuntut apa yang seharusnya menjadi hak kami. Itu saja saya kira. Harus ada kejelasan mengenai jasa pelayanan kami yang sudah hampir lima bulan tidak keluar,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sanggau, Edi Suprabowo ditemui usai menggelar dialog kepada para demonstran menyampaikan bahwa ini masalah lama dan terjadi hampir diseluruh rumah sakit. Pembayaran ini, kata dia, terkait dengan satu siklus. Dalam pengajuan pembayaran klaim, dari ruangan, status harus lengkap baru diajukan ke BPJS. “Terkadang, temen-temen ini dalam mengisi status ada yang tidak lengkap akhirnya dikembalikan lagi. Jadi bolak-balik. Itu yang terkadang menjadi lama. Tapi tidak masalah, kami juga sudah bicarakan dan nanti harus kumpul lagi seluruh yang terkait sehingga masalahnya dimana bisa diketahui,” jelas dia. 

Secara tegas Edi menyampaikan akan menggelar pertemuan lagi untuk semua elemen di RSUD Sanggau guna membahas permasalahan tersebut. Sehingga, jika sudah diketahu masalahnya bisa diambil langkah yang lebih efektif dan efisien kedepannya agar tidak terjadi hal-hal serupa. (sgg) 

Berita Terkait