Tuntaskan PR Program KKBPK di Kalbar

Tuntaskan PR Program KKBPK di Kalbar

  Kamis, 13 December 2018 10:35

Berita Terkait

PONTIANAK-Pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), BKKBN di Provinsi Kalimantan Barat, masih miliki pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Demikian dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmana.

Dia menjelaskan, secara kuantitatif, peserta Keluarga Berencana berdasarkan survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI tahun 2017) sudah mencapai 66,69 persen dari Pasangan Usia Subur (PUS) di Provinsi Kalimantan Barat, akan tetapi masih didominasi peserta KB yang menggunakan kontrasepsi hormonal (Pill dan Suntikan). Hal ini memerlukan pembinaan yang terus menerus supaya jangan sampai drop out.

Kemudian sosialisasi pemakaian Kontrasepsi dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, (IUD/Spiral, Implant, Medis Operasi Pria/Vasekomi dan Medis Operasi Wanita/Tubketomi) yang dilakukan terus menerus dengan mendekatkan akses pelayanan KB kepada masyarakat melalui kegiatan pelayanan di fasilitas kesehatan terdekat seperti RS, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Bidan desa, Dokter dan  Bidan Praktek,   dibantu dengan kegiatan bhakti sosial dan Tim Pelayanan KIE dan KB Keliling,   mengingat kondisi geografis dan sebagian besar dari wilayah Kalimantan Barat merupakan wilayah terpencil, tertinggal, kepulauan dan perbatasan.

Uung sapaannya melanjutkan, masih tingginya angka kematian ibu (AKI) berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia, AKI di KALBAR 143/100 ribu kelahiran, sedangkan  Nasional, 359/100 ribu kelahiran. Dengan menjadi peserta KB, maka ibu-ibu bisa terhindar dari kematian saat melahirkan.

Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) per WUS 15-49 tahun di Kalbar berdasarkan SDKI tahun 2012 yakni 3,1 dan telah dapat diturunkan hasil SDKI 2017 menjadi 2,77. Ini artinya setiap wanita usia subur usia 15-49 tahun rata-rata pernah melahirkan sebanyak 2-3 orang anak. "Masih harus kita upaya karena angka Nasional telah dapat diturunkan, dari 2,6 menjadi 2,4 anak," ungkapnya.

Terakhir, angka kelahiran remaja usia 15-19 tahun (ASFR 15-19 tahun) di Kalbar masih tinggi yaitu sebanyak 104 orang dari 1000 Wanita Usia Subur, artinya ada 104 orang remaja dari 1000 orang remaja  di kalimantan Barat pernah melahirkan dan atas kerja keras kita semua telah berhasil diturunkan pada tahun 2017 (SDK 2017) menjadi 59. Sedangkan angka Nasional turun dari 48 (SDKI 2012) menjadi  36 (SDKI 2017).(iza)  

Berita Terkait