Tuntaskan, Jojo! Bidik Gelar BWF Tour Perdana

Tuntaskan, Jojo! Bidik Gelar BWF Tour Perdana

  Minggu, 5 May 2019 08:39
FOTO : Jonatan Christie

Berita Terkait

AUCKLAND – New Zealand Open, tahun lalu. Jonatan Christie sudah begitu dekat dengan gelar BWF Tour perdananya. Dia sudah mencapai final. Lawannya adalah mantan pemain terbaik dunia yang masa kejayaannya sudah lewat, Lin Dan. Namun, ternyata pria berjuluk SuperDan itu masih perkasa. Jojo—sapaan Jonatan—takluk dua game langsung.

Sampai sekarang pun, Jojo belum juga berhasil meraih gelar BWF Tour. Kesempatan terbaiknya datang hari ini. Di final New Zealand Open 2019. Lawannya—untunglah—bukan Lin lagi. Namun ini tak kalah berbahaya: Ng Ka Long Angus. Bintang Hongkong itu menundukkan Lin di semifinal. Sementara Jojo menang telak 21-12, 21-15 atas Kanta Tsuneyama. 

Di ajang Tour, Angus bagaikan pengapesan bagi Jojo. Sejak Februari 2018, 24 tahun itu tak pernah   lagi menembus 10 besar. Sebaliknya, Jojo terus naik. Namun, sejak 2017, Jojo tak pernah sekalipun menang atas Angus. Dalam dua tahun terakhir, empat kali mereka bertemu. Hasilnya sama. 

Kali terakhir mereka bertemu di China Open 2018. Jojo kalah juga. Padahal dia saja merebut emas perorangan Asian Games 2018.

Pelatih tunggal putra Indonesia Hendri Saputra optimistis Jojo mampu memberikan yang terbaik. Menurut dia, Jojo sangat termotivasi memperbaiki hasil edisi 2018. ''Ini kesempatan untuk bisa lebih baik lagi dari tahun lalu. Kami akan menghadapi siapapun lawannya,'' tegas Hendri.

Dengan sejarah pertemuan mereka yang cukup panjang, Jojo seharusnya sudah hafal dengan permainan Angus. Dia bukan pemain yang agresif. Selalu kalah langkah jika menghadapi pemain yang bermain cepat. Namun, penempatan bolanya selalu cermat. Soal ini, dia hampir satu tipe dengan Jojo. 

Saat mengalahkan Tsuneyama di semifinal kemarin, Jojo memperlihatkan permainan yang excellent. Penguasaan lapangannya sangat bagus. Seluruh bola Tsuneyama bisa dikembalikan dengan pukulan mematikan. Padahal tidak keras. Hanya mengandalkan placement yang sempurna. Sang lawan kerepotan sendiri menjangkau bola-bolanya. Jojo juga sangat percaya diri. Mentalitas ini yang harus dipertahankan. ''Jojo pasti bisa,'' yakin Hendri. 

Selain Jojo, Indonesia meloloskan dua wakil lagi. Pertama, pasangan ganda putra M. Ahsan/Hendra Setiawan. Mereka bakal menghadapi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Sang lawan sedang on fire karena habis meraih emas di Badminton Asian Championship (BAC) 2019 pekan lalu. Mengalahkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di final. 

Lalu, ada pula pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Pelatih ganda campuran Richard Mainaky pun bangga. ''Saya berharap dalam final mereka bisa tampil konsisten. Pasangan ini masih membutuhkan hal itu dalam setiap turnamen,'' kata Richard.

Di final, Praveen/Melati menghadapi Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia). Meski secara peringkat kalah, namun Praveen/Melati unggul head-to-head. Dalam empat pertemuan, mereka menang tiga kali. ''Peluang tentu ada. Tetap harus sabar sesuai arahan pelatih yang ada di sana. Pasangan Malaysia ini cukup kuat dalam bermaian dalam pola bertahan,'' imbuh Richard. (gil/na)

Berita Terkait