Tunggu Fasilitas Pasar Unggas

Tunggu Fasilitas Pasar Unggas

  Selasa, 26 July 2016 09:30
PKL UNGGAS: Ketua Ikatan Pedagang Unggas Kaki Lima (IPUKL) Kota Singkawang Gusti Johansyah menujukan lambang dan keberadaan organisasi pedagang unggas di Kota Singkawang. AIRIN FITRIANSYAH//PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG—Sejumlah pedagang kaki lima meminta adanya pembangunan pasar tradisional khusus unggas di wilayah pemerintahan daerah Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Selama ini belum ada fasilitas khusus pembangunan pasar tradisional yang memiliki multifungsi untuk meningkatkan hasil perekonomian masyarakat. Bahkan pasar tradisonal yang tersedia hanya transaksi antara penjual dan pembeli untuk kebutuhan pokok.

 “Saya berjualan ayam dan bebek di pasar beringin ini sudah puluhan tahun. Tetapi sampai sekarang belum ada pembangunan pasar khusus unggas yang memiliki multifungsi untuk penelitian mahasiswa maupun pasar budidaya hasil peternakan,” ucap Ketua Ikatan Pedagang Unggas Kaki Lima (IPUKL) Kota Singkawang Gusti Johansyah, Minggu (24/7) kepada media ini.

Dia mengatakan keberadaan fasilitas pembangunan pasar tradisional dinilai sangat baik untuk dikembangkan ditengah kehidupan masyarakat. Tetapi keberadaan pasar tradisional diharapkan tidak hanya dijadikan tempat transaksi antara penjual dan pembeli untuk kebutuhan sembako.

Ia menuturkan adanya pembangunan pasar tradisional unggas diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi konsumen dan bisa menjadi agenda khusus bagi dunia pendidikan dalam melaksanakan studi ekonomi di wilayah pemerintahan daerah Kota Singkawang. Sehingga pasar unggas ini bisa dijadikan wadah bagi pemangku usaha untuk menjual hasil budidaya perternakan daerah.

 “Jika pembangunan pasar unggas dilaksanakan. Ini bisa menjadi agenda penelitian bagi mahasiswa. Sebagai central pasar unggas yang memiliki kelengkapan dan keunikan. Seperti adanya nilai tawar ayam hias, ayam kampung, burung dan ternak lainnya. Serta tersedianya bibit ternak untuk dibudidayakan oleh petani daerah dibidang peternakan,” terangnya.

Gusti menambahkan rencangan pembangunan pasar tradisional yang akan diselenggarakan harus disesuaikan dengan tingkat kemajuan pemerintahan otonomi daerah. Pembangunan pasar tradisional harus tepat sasaran dan memiliki multifungsi dalam pencapaian kemajuan pembangunan ekonomi masyarakat.

Dia menyatakan dengan adanya kemajuan teknologi sekarang ini membuat masyarakat harus lebih berpikir kritis terhadap rancangan pembangunan pemerintahan daerah kedepan. Sehingga program pemerintah tidak hanya menawarkan jasa prawisata. Tetapi juga menawarkan dunia pendidikan karena sudah ada beberapa pembangunan perguruan tinggi di Kota Singkawang.

Menurut dia, dengan berdirinya kampus diharapkan mahasiswa bisa melakukan penelitian dibidang perekonomian yang ada di pasar taradisional. Sehingga keberadaan pasar tradisonal menjadi multifungsi dalam peningkatkan ekonomi masyarakat

 “Mayortias masyarakat kita adalah petani, peternak dan nelayan. Jadi dibutuhkan adanya fasilitas pendukung untuk meningkatkan hasil pertanian maupun peternakan. Hingga sekarang pasar tradisional khusus unggas yang berada di daerah belum tersedia dengan baik. Sehingga banyak masyarakat kesulitan untuk mencari bibit unggas baik hasil budidaya pertanian, kelautan maupun peternakan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Singkawang Hendryan menanggapi belum ada rancangan pembangunan pasar khusus unggas yang akan dipersiapkan oleh pemerintah daerah. Tetapi pihaknya akan berupaya meningkatkan pembangunan dibidang perekonomian di Kota Singkawang.

 “Kita belum ada rancangan pembangunan untuk fasilitas pasar khusus unggas. Tetapi untuk tempat pemotongan hewan ternak sudah disediakan oleh pemerintah daerah. Sedangkan pembangunan fasilitas khusus pasar budidaya unggas maupun peternakan belum direncanakan,” terangnya belum lama ini.

Dia menyampaikan rancangan pembangunan pasar tradisioanl khusus unggas yang direncanakan oleh pedagang kaki lima bisa diupayakan. Tetapi pihaknya perlu adanya koordinasi antara pedagang kaki lima dan pemerintah daerah. Dikhawatirkan apabila pembangunan pasar unggas sudah dipersiapkan dengan baik. Pedagang kaki lima malah tidak mau berjualan di pasar yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah daerah Kota Singkawang.

Ia menyarankan kepada pedagang kaki lima jika ingin membutuhkan pasar khusus unggas diperlukan adanya kesepatakan terkait lahan yang akan ditempati oleh pedagang. Sehingga rancangan pembangunan pasar unggas tersebut tepat sasaran dan memiliki multifungsi yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat Kota Singkawang.

 “Jika rancangan pasar unggas untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan hasil budidaya peternakan daerah ini sangat baik. Kita akan coba berkoordinasi lagi dengan pedagang kaki lima pasar unggas. Supaya ada kejelasan dan kepastian terkait tempat yang akan dijadikan pasar tradisional khusus menjual jenis unggas maupun menjual bibit unggas,” imbuhnya. (irn)

Berita Terkait