Tujuh Perusahaan Urunan Keroyokan Perbaiki Jalan

Tujuh Perusahaan Urunan Keroyokan Perbaiki Jalan

  Senin, 9 April 2018 11:00
PENINJAUAN: Ketua Komisi I DPRD Ketapang, Hadi Mulyono Upas, meninjau perbaikan jalan antara Jelai Hulu dan Tumbang Titi. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Ruas Jalan Tumbang Titi–Jelai Hulu Mulai Diperbaiki

Setelah menandatangani kesepakatan, tujuh perusahaan ditunjuk untuk memperbaiki ruas jalan Tumbang Titi – Jelai Hulu. Keterlibatan perbaikan ruas jalan provinsi tersebut karena kondisinya sudah rusak parah. Sementara pemerintah provinsi belum menganggarkan dana untuk perbaikan dan baru akan diusulkan di tahun 2019.

SENIOR Estate Manager PT Andes Sawit Mas (Poliplant Group-Cargill), Benyamin Jar'ie, mengatakan bahwa dia ditunjuk sebagai koordinator terhadap tujuh perusahaan yang sepakat memperbaiki jalan tersebut. "Ada tujuh perusahaan yang ditunjuk untuk memperbaiki jalan yang rusak dari Tumbang Titi hingga ke Jelai Hulu," katanya, kemarin (8/4).

Tujuh perusahaan yang dimaksudkan dia, di antaranya PT Andes Sawit Mas (ASM), PT Bangun Nusa Mandiri (BNM), PT Umekah Sari Pratama (USP), PT Wahana Hijau Pesaguan (WHP), PT Arrtu Plantation, PT Inti Sawit Lestari (ISL), dan PT Mentari Pratama. Ketujuh perusahaan ini, menurut dia, ditunjuk karena beroperasi di wilayah Tumbang Titi dan Jelai Hulu.

Benyamin menjelaskan, ketujuh perusahaan ini mendapatkan tugas masing-masing. Di antara mereka ada yang menurunkan alat berat dan truk, kemudian ada juga yang menyediakan dana untuk operasional perbaikan jalan. Dana yang dimaksud dia mulai dari kebutuhan material dan konsumsi pekerja selama bekerja. "Perbaikan jalan menggunakan tanah latetit dan itu kita beli," jelasnya.

Pengerjaan jalan ini akan dilaksanakan mereka selama 10 hari, sepanjang 5 – 15 April. Namun, pada 4 April lalu, dia memastikan jika semua perusahaan telah dikumpulkan untuk membahas rencana perbaikan jalan, termasuk pembagian penurunan alat berat. "Masing-masing perusahaan menurunkan alat berat dan truk. Yang tidak menurunkan alat berat, mereka menyiapkan dana," ungkapnya.

Perbaikan jalan akan dilakukan mereka mulai dari Dusun Kekurak, Desa Mahawa, Kecamatan Tumbang Titi, menuju arah Jelai Hulu. Di desa ini, menurutnya, terdapat banyak titik kerusakan jalan, bahkan sampai tidak bisa dilewati. "Total panjang jalan yang akan diperbaiki ini sekitar 30 kilometer. Tapi yang mengalami rusak parah itu ada sekitar 11 titik. Itu yang kita prioritaskan dulu," paparnya.

Perbaikan jalan ini, menurut dia, merupakan tahap kedua. Di mana tahap pertama telah dilakukan mereka sebelumnya. "Untuk ke depannya kita masih belum tahu menunggu hasil keputusan nanti. Tapi untuk saat ini tugas kita memperbaiki ruas jalan yang rusak ini sampai selesai dalam waktu kerja 10 hari. Ini juga sebagai bentuk CSR perusahaan terhadap pembangunan infrastruktur jalan," ujar Benyamin.

Sebelumnya, Bupati Ketapang, Martin Rantan menandatangani MoU perbaikan jalan dengan tujuh perusahaan ini pada Maret lalu. Bupati meminta kepada perusahaan, khususnya yang beroperasi di Tumbang Titi dan Jelai Hulu, untuk terlibat dalam perbaikan ruas jalan di wilayah kerja mereka. Ini juga, menurut dia, merupakan CSR perusahaan dalam mendukung pemerintah membangun daerah.

Bupati mengatakan, perbaikan jalan pemerintah dengan melibatkan pihak perusahaan adalah suatu bentuk dukungan perusahaan terhadap pemerintah. Di saat pemerintah belum memeliki dana untuk memperbaiki jalan, maka, dia menambahkan, perusahaan dapat diminta kerja sama untuk memperbaikinya. "Dana perbaikan ini baru akan diusulkan tahun depan. Untuk tanggap darurat terhadap kerusakan ini melibatkan perusahaan untuk memperbaikinya," katanya.

Selain itu, Bupati juga meminta agar perusahaan terus menerus melakukan perbaikan dan perawatan jalan tersebut. Karena jika dibiarkan, dikhawatirkan dia, akan ada kerusakan yang lebih parah dan akan berdampak pada perekonomian masyarakat juga. "Selain mencari keuntungan, perusahaan juga harus terlibat dalam memajukan daerah," ungkap Bupati.

Sementara itu, koordinator Tim perbaikan ruas Jalan Tumbang Titi – Jelai Hulu, Hadi Mulyono Upas, mengatakan perbaikan jalan ini memang sudah secepatnya dilakukan. Kondisi jalan, diakui dia, sudah rusak parah dan sangat sulit dilalui. Akibatnya, tak dipungkiri dia, banyak bermunculan pungutan liar di jalan yang meresahkan pengguna jalan. "Ini tidak bisa ditunda lagi, jika dibiarkan masyarakat yang akan rugi," katanya.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Ketapang tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan perbaikan atas kerusakan jalan tersebut. Sementara pemerintah, diakui legislator PDI Perjuangan tersebut, belum mengalokasikan dana untuk menperbaikinya. "Maka solusinya adalah meminta perusahaan untuk memperbaikinya. Kita juga dorong perusahaan untuk terlibat aktif dalam hal ini," jelasnya.

"Kami juga berharap perusahaan secara terus menerus melakukan perbaikan setiap ada kerusakan tanpa ada kesepakatan lagi, karena ini dianggap sebagai kesepakatan berkelanjutan," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait