Tuding Manipulasi Tes Urine

Tuding Manipulasi Tes Urine

  Kamis, 3 December 2015 10:06
MENDUGA: Syahbandi menunjukkan urine yang digunakan saat tes oleh BNN Kalbar. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK  - Badan Narkotika Nasional Kalimantan Barat dituding telah melakukan manipulasi hasil tes urine untuk menguji kandungan narkotika saat menggelar razia di sebuah hotel di Jalan Gajah Mada pada Minggu malam, 28 November lalu. Dari sejumlah orang yang dinyatakan positif narkoba, salah satunya advokat bernama Syahbandi.

Syahbandi yang saat itu hendak bertemu dengan kliennya, terjaring razia dan harus mengikuti tes urine. Urine yang diserahkan itu pun lalu dites dan dinyatakan positif mengandung zat narkotika. Dinyatakan positif sebagai pengguna narkoba, Syahbandi pun tak terima. Ia yang merasa tak pernah menggunakan barang haram tersebut, merasa dikriminalisasi dan sudah menjadi target BNN untuk dijadikan sapi perahan.

“Saya tiba di hotel itu, sekitar pukul sepuluh malam, tujuannya untuk ketemu klien. Baru beberapa menit duduk, kami diberi informasi  bahwa akan ada razia dari BNN,” kata Syahbandi, saat berada di kantornya, Rabu (2/12).

Saat itu, lanjut dia, karena merasa bukan sebagai pengguna, ia pun tenang-tenang saja karena tidak ada masalah. Namun tidak lama, akhirnya ia menelepon temannya menceritakan soal razia itu, dan oleh teman itu diminta untuk hati-hati karena hasil tes urine itu bisa diubah-ubah, negatif bisa menjadi positif dan sebaliknya. “Kata kawan saya, oknum petugas BNN jika melihat orang berbobot akan menjadi target. Dan memang benar petugas yang datang langsung melihat saya,” ucapnya.

Syahbandi pun terpikir, jika apa yang dikatakan temannya itu benar adanya, sehingga temannya membantu dengan memberi urine orang lain yang tidak menggunakan narkoba untuk digunakannya. “Jadi saat itu saya pura-pura antarkunci, untuk mengambil air kencing orang yang mau bantu saya. Setelah saya dapat, dan saatnya saya menyerahkan urine saya benar-benar diawasi, bahkan saat dites saya tidak boleh melihat malah diusir petugas. Hingga akhirnya, hasil yang disampaikan oleh BNN, saya positif narkoba,” tuturnya.

Menurut Syahbandi, urine yang diberikan bukanlan urinenya. Jika urine yang diberikan adalah miliknya, tentu akan semakin sulit mencari kebenaran. “Yang memberikan urine siap menjadi saksi. Ini jelas sudah perbuatan keji dan tidak terpuji yang dilakukan oknum BNN, untuk mencari keuntungan pribadi. Oknum-oknum seperti ini yang harus dibersihkan,” tegasnya. Atas perbuatan oknum petugas BNN tersebut, Syahbandi menyatakan akan melaporkan kasus dugaan manipulasi hasil tes urine tersebut kepada Direktorat Narkoba Polda Kalbar, BNN Pusat, Polri dan Presiden. “Saya sudah menyiapkan surat untuk bapak Budi Waseso dan Presiden. Besok atau lusa saya akan berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan surat yang isinya perbuatan curang oknum-oknum BNN Kalbar,” katanya.

Sementara itu, Kasi Intelijen BNN Kalbar Kompol Sukadi mengatakan sudah menjalankan tes urine sesuai ketentuan dan standar operasional prosedur yang berlaku. “Hak dia mau bicara seperti apa, yang jelas besok (Rabu) pembuktiannya dan akan kami dikonfrontirkan di kantor BNN Kalbar,” katanya ketika dikonfirmasi melalui telepon genggam. Dia mengatakan dalam pelaksanaan tes urine, alat yang digunakan sudah diakui. (adg)

 

Berita Terkait