Tradisi Emas Angkat Berat Berakhir

Tradisi Emas Angkat Berat Berakhir

  Senin, 26 September 2016 09:32
ANGKAT BERAT : Aksi Eka Komalasari atlet angkat berat Kalbar saat turun dikelas 47kg di PON XIX Jawa Barat, di Gelora Sabilulungan Sijalak Harupat, Soreang, Kab.Bandung, Minggu (25/9). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kalbar Raih Perak

BANDUNG—Tradisi angkat berat yang selalu menyumbang medali emas di pentas PON, kini tergeser. Para lifter andalan putri Kalimantan Barat hanya mampu meraih dua medali perak dan satu perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat, Gelora Sabilulungan, Komplek Olahraga Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (25/09).

Eka Komalasari yang turun di kelas 47 kg gagal merebut emas dan hanya sukses meraih perak dengan total angkatan 465 kg. Sementara emas diraih Lifter Kalimantan Timur Widari dengan total angkatan 495 kg. Medali perunggu diraih Lampung, Dwi Mardiana dengan total angkatan 455 kg.

Di kelas 52 kg lifter tuan rumah Jawa Barat, Susi Susanti meraih emas dengan total angkatan 522 kg, sementara perak diraih Lifter Kalbar Lilis Suryaningsih dengan total angkatan 482 kg dan perunggu diraih Lifter Kalbar lainnya Evi Erlinayani dengan total angkatan 475 kg.

Eka Komalasari Lifter Kalbar merasa sedih karena tidak mampu mempertahankan raihan emas yang ia dapatkan saat PON Riau 2012. Menurutnya Lifter Kaltim memang kemampuannya meningkat.

"Padahal Lifter Kaltim sama-sama latihannya dan pernah saya kalahkan saat PON Riau,"katanya.

Namun Eka tetap merasa bersyukur atas raihan ini, dan inilah karunia yang diberikan Allah SWT. "Rezekinya hanya sampai di sini. Terima kasih atas dukungan dan doa masyarakat Kalbar," ujarnya.(bdi)

Berita Terkait