Tongkang Terguling di Tanjung Gundul

Tongkang Terguling di Tanjung Gundul

  Sabtu, 5 January 2019 08:47
TERHEMPAS OMBAK: Tongkang bermuatan material pembangunan PLTU Kalbar 1 yang terdampar di pantai Tanjung Gundul, Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang belum bisa dievakuasi, Jumat (4/1).

Berita Terkait

Angkut Material Bangunan PLTU Kalbar 1

BENGKAYANG - Sebuah tongkang bermuatan material pembangunan PLTU Kalbar 1 terhempas ombak dan terdampar di bibir pantai Tanjung Gundul, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Tongkang itu terguling di pantai sejak 2 Januari lalu sekitar pukul 21.00 WIB dan hingga kini belum dievakuasi.

“Saat ini belum dapat mengondisikan untuk evakuasi material,” ungkap Staf Publik Relatation PT GCL IT Singkawang PLTU Kalbar 1, Dede Suryana kepada koran ini, Jumat (4/1). Ia mengatakan, tongkang yang bermuatan material dan alat berat untuk pembangunan konstruksi PLTU itu tiba di perairan Tanjung Gundul sekitar sepekan lalu. 

Akibat ombak besar yang melanda sepanjang bibir pantai Tanjung Gundul, tongkang tidak bisa merapat. Awak kapal terpaksa menjatuhkan jangkar dalam radius sekira 300 meter dari bibir pantai. Setelah berulang kali dihempas gelombang dan diterjang angin kencang, tongkang itu akhirnya hanyut, terdampar di bibir pantai dan terguling. 

“Informasinya tali jangkar yang dijatuhkan itu putus sehingga tongkang tersebut terdampar hingga ke bibir pantai,” jelasnya. Hingga kini tongkang tersebut masih berada di bibir pantai dan belum ada upaya menyelamatkan material yang masih berada di atas kapal. Menurut Dede, tenaga dan alat untuk evakuasi sebetulnya sudah tersedia. 

Hanya saja, kapal tunda (tugboat) untuk penarik belum lengkap. Ia pun belum dapat memastikan kapan evakuasi material bisa dilakukan. Terkait besaran kerugian dan dampak peristiwa ini pada target pembangunan PLTU, Dede juga belum dapat memberikan rincian. Soalnya, untuk menghitung kerugian dan dampak tersebut, menurutnya perlu informasi secara detail dari perusahaan yang mengerjakan pembangunan.

Bukan Milik PLN

Sementara itu saat dikonfirmasi, Manajer Komunikasi PLN UIW Kalbar, Syaipunnur Rahsia membenarkan tentang adanya tongkang yang terguling di pantai Tanjung Gundul. Ia menegaskan bahwa tongkang tersebut bukanlah milik PLN melainkan milik kontraktor Indonesia Power selaku operator operasional PLTU Bengkayang.

Ia juga menyebutkan, peristiwa ini terjadi di kawasan dekat PLTU IPP (Independent Power Plan) sebesar 2x100 MW. Penyebab terbaliknya tongkang adalah karena gelombang besar dan angin kencang. "Tongkang itu membawa material untuk keperluan PLTU. Saat ini masih sedang diupayakan (evakuasi, red)," kata Syaipunnur di Pontianak, kemarin.

Meski tidak menjelaskan secara rinci, Syaipunnur memastikan bahwa kejadian tersebut tidak akan berpengaruh pada aktivitas pembangunan PLTU Kalbar 1 yang sedang berjalan. "Material (yang diangkut, red) itu sepertinya untuk penyelesaian pembangunan PLTU, tapi tidak berpengaruh," ujarnya. 

Dari informasi berbagai sumber yang berhasil dihimpun Pontianak Post, tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini.  Sebelum tongkang tersapu gelombang, awak kapal sudah berada di bibir pantai. (har/mse)

Berita Terkait